
Dalam Web3, “teman” merujuk pada hubungan yang dapat diverifikasi dan portabel, tidak dikendalikan satu platform, serta dapat digunakan lintas aplikasi. Ibarat “membawa daftar kontak di ransel”—ke mana pun Anda pergi, kontak ini bisa digunakan di aplikasi apa pun.
Konsep ini memanfaatkan “alamat dompet”, yang berfungsi seperti akun daring atau nomor kartu bank, digunakan untuk transaksi aset dan verifikasi identitas. Hubungan biasanya dibangun melalui “kesepakatan bersama” atau “mengikuti satu arah”, dan dicatat oleh sistem.
Saat hubungan-hubungan ini bisa diakses banyak aplikasi, semuanya membentuk “graf sosial”. Graf ini memetakan jaringan Anda—siapa yang Anda ikuti, siapa yang mengikuti Anda, dan seberapa sering Anda berinteraksi.
Persahabatan on-chain dapat dicatat melalui event smart contract atau kredensial khusus, serta diverifikasi dengan “tanda tangan digital”. Tanda tangan digital serupa tanda tangan tangan, namun dilakukan di perangkat seluler atau hardware wallet Anda, membuktikan tindakan benar-benar berasal dari Anda.
Di beberapa protokol sosial, hubungan mengikuti dicatat dalam event log kontrak atau dicetak sebagai kredensial (misal NFT), mewakili koneksi Anda—mirip tiket masuk. Aplikasi dapat membaca catatan on-chain ini untuk memverifikasi apakah dua pengguna berteman.
Verifikasi biasanya dua langkah: aplikasi membaca catatan, dan pengguna menandatangani untuk mengizinkan akses ke hubungan tersebut. Cara ini memastikan konfirmasi hubungan sekaligus kendali penuh pengguna atas siapa yang dapat melihatnya.
Perbedaan utama ada pada “portabilitas” dan “kepemilikan”. Di platform tradisional, daftar teman dikendalikan platform—berpindah layanan berarti mulai dari awal. Di Web3, hubungan on-chain milik Anda; bisa dibawa lintas aplikasi.
Perbedaan lain adalah “verifiabilitas”. Hubungan dan timestamp on-chain bisa diaudit publik, memudahkan identifikasi “teman lama” atau memverifikasi interaksi autentik.
Pengguna juga lebih menguasai privasi. Anda dapat memilih hubungan mana yang tampil di aplikasi tertentu atau aktivitas tertentu saja.
Persahabatan di Web3 sering digunakan untuk perizinan, reward, dan kolaborasi.
Untuk perizinan, “token gating” lazim digunakan. Hanya pemegang token atau kredensial tertentu yang bisa masuk grup atau voting—mirip menggesek kartu akses ke ruang rapat.
Untuk reward, proyek mendistribusikan airdrop ke “teman lama”. Airdrop mengirim token ke pengguna terpilih berdasarkan hubungan dan riwayat interaksi.
Untuk kolaborasi, tim membagi tugas dan hasil dalam jaringan teman terpercaya, menekan risiko dan biaya komunikasi dibanding bekerja dengan orang asing.
Dalam skenario seperti undangan dan interaksi komunitas Gate, kelayakan partisipasi atau tingkat kepercayaan dapat dibatasi pada jaringan yang dikenal, sehingga lebih mudah mengatur aktivitas bersama dan berbagi informasi. Selalu cek aturan aktivitas untuk mengetahui apakah catatan hubungan Anda perlu publik atau terverifikasi.
DID (Decentralized Identifier) seperti kartu nama digital—menghubungkan alamat dompet dan profil publik Anda, sehingga orang lain dapat mengenali Anda tanpa tergantung satu platform.
SBT (Soulbound Tokens) adalah kredensial non-transferable seperti lencana kehormatan—tidak dapat dipindahtangankan. SBT dapat menandakan pencapaian bersama atau lolos proses verifikasi tertentu.
Menggabungkan persahabatan dengan DID dan SBT memungkinkan ekspresi hubungan yang lebih spesifik: misal, memberikan SBT ke kolaborator jangka panjang sebagai bukti “teman lama”, atau memakai DID untuk hanya menampilkan tautan sosial yang ingin dipublikasikan dan menjaga koneksi sensitif tetap privat.
Mengikuti biasanya satu arah—seperti berlangganan; penggemar adalah yang diikuti. Persahabatan menekankan “hubungan saling percaya”, bisa menuntut konfirmasi bersama atau validasi lebih kuat.
Persahabatan biasanya memberi izin lebih tinggi dan pengaturan privasi lebih ketat. Contohnya, hanya “teman” yang dapat melihat catatan on-chain tertentu atau mengakses grup tertentu.
Persahabatan yang dipublikasikan dapat membuka risiko penipuan rekayasa sosial. Penyerang bisa menyamar sebagai teman untuk menipu Anda mengklik tautan berbahaya atau memberi akses tidak sah.
Risiko lain adalah “penyalahgunaan tanda tangan”—pop-up tertentu meminta bukan hanya login, tapi juga otorisasi aset. Jangan pernah tanda tangan transaksi jika tidak paham tujuannya.
Dari sisi privasi, terlalu banyak koneksi yang terekspos dapat membuka kebiasaan transaksi dan lingkaran sosial Anda, sehingga rentan serangan tertarget.
Praktik terbaik:
Langkah 1: Siapkan alamat dompet. Perlakukan sebagai akun daring Anda; buat dan cadangkan secara aman, simpan seed phrase dengan baik.
Langkah 2: Pilih protokol sosial atau aplikasi yang mendukung hubungan Web3. Tentukan apakah ingin mengimpor koneksi lama atau mencoba di lingkaran terbatas.
Langkah 3: Atur visibilitas hubungan. Izinkan akses hanya untuk acara tertentu atau otorisasi pembacaan hanya untuk aplikasi yang di-whitelist.
Langkah 4: Kategorikan teman Anda. Tetapkan tingkat kepercayaan agar hal penting hanya untuk koneksi paling dipercaya.
Langkah 5: Tinjau dan audit izin secara berkala. Cek riwayat otorisasi dan cabut akses yang tidak perlu untuk menghindari eksposur jangka panjang.
Beberapa tahun terakhir, infrastruktur sosial dan ekosistem aplikasi terus berkembang, membuat portabilitas hubungan lintas aplikasi makin mulus. Tren industri meliputi: graf sosial antarchain dan protokol (mengurangi silo data); penggunaan zero-knowledge proofs untuk verifikasi hubungan yang menjaga privasi; mekanisme anti-sybil dan sistem reputasi lebih baik untuk melawan akun palsu; serta upaya integrasi kepatuhan identitas dunia nyata. (Sumber: riset industri publik dan pengumuman proyek, masih berlangsung hingga kini.)
Di Web3, persahabatan adalah hubungan yang dapat diverifikasi dan portabel, di bawah kendali Anda terkait visibilitasnya. Ini meningkatkan pengelolaan izin, reward aktivitas, dan kolaborasi—namun juga membawa risiko privasi dan potensi serangan rekayasa sosial. Dengan cermat memilih hubungan mana yang dipublikasikan dan di mana, serta mengatur tingkat otorisasi, Anda dapat menjadikan jaringan teman sebagai aset kepercayaan berkelanjutan.
Teman sejati ditandai saling percaya, kebersamaan jangka panjang, dan dukungan tanpa syarat. Indikator utamanya: apakah mereka membantu saat Anda kesulitan, menghormati privasi dan pilihan Anda, serta berinteraksi tulus, bukan demi keuntungan pribadi. Dalam Web3, catatan interaksi on-chain dan kredensial SBT bisa mencerminkan sebagian kualitas ini—tetapi, pada akhirnya, persahabatan sejati dibuktikan lewat interaksi nyata.
Persahabatan murni adalah ikatan emosional berdasarkan kesetaraan dan kemandirian, tanpa ketergantungan ekonomi atau romantis. Berbeda dengan hubungan keluarga (berdasarkan darah) atau bisnis (transaksional), persahabatan dipilih secara sukarela dan didorong oleh emosi. Di Web3, perbedaan ini makin jelas karena catatan on-chain secara objektif menunjukkan ada tidaknya kepentingan ekonomi tersembunyi.
Persahabatan sejati memberi dukungan emosional, kebersamaan, dan kenyamanan batin—yang tak bisa dibeli langsung dengan uang. Saat masa sulit, dorongan teman bisa lebih berharga dari bantuan materi. Seiring waktu, persahabatan berkualitas meningkatkan kepuasan hidup, sedangkan mengejar uang berlebihan justru membuat terasing. Di komunitas Web3, hal ini makin nyata—hubungan berbasis kepercayaan adalah fondasi komunitas terdesentralisasi.
Persahabatan sehat butuh batasan jelas: menghormati privasi, tidak memaksakan keyakinan, menghindari ketergantungan berlebih, dan memperjelas urusan keuangan. Teman bisa saling membantu, tapi jangan sampai mengorbankan prinsip atau dimanipulasi rasa bersalah. Di jejaring sosial Web3, batasan ini dijaga lewat pengaturan privasi, manajemen izin, dan aturan interaksi transparan—melindungi kepentingan kedua pihak.
Persahabatan jangka panjang butuh komunikasi rutin, kepedulian proaktif, dan tindakan tulus. Alat digital seperti pesan instan dan video call membantu menjembatani jarak fisik, tapi tak sepenuhnya menggantikan interaksi langsung. Di platform Web3, berpartisipasi dalam aktivitas komunitas, saling verifikasi identitas, dan membangun catatan interaksi on-chain memperkuat kredibilitas persahabatan. Pada akhirnya, ketulusan tetap utama—teknologi harus memperkuat kepercayaan, bukan menggantikannya.


