Berita Gate: Pada 9 April, Pengadilan Banding Sirkuit Distrik Kolombia di Amerika Serikat pada hari Rabu menolak permohonan darurat Anthropic untuk menangguhkan Departemen Pertahanan AS agar tidak menetapkannya sebagai risiko rantai pasokan keamanan nasional. Majelis yang terdiri dari tiga hakim memutuskan bahwa kepentingan pemerintah dalam mengendalikan pengadaan teknologi AI selama konflik militer yang sedang berlangsung lebih diutamakan daripada potensi kerugian finansial atau reputasi yang mungkin dialami Anthropic.
Perselisihan ini bermula pada Juli 2025, ketika Anthropic dan Pentagon menandatangani kontrak untuk menerapkan model AI Claude di jaringan rahasia. Perundingan gagal pada bulan Februari tahun ini; pemerintah meminta agar Anthropic mengizinkan pihak militer menggunakan Claude tanpa batas, sementara Anthropic bersikeras bahwa teknologinya tidak boleh digunakan untuk senjata otonom yang mematikan dan pengawasan domestik skala besar terhadap warga negara AS. Presiden AS Trump pada akhir Februari memerintahkan semua lembaga federal untuk menghentikan penggunaan produk Anthropic; Anthropic kemudian menggugat pemerintah Trump pada bulan Maret.
Pengadilan Negeri Federal Distrik Utara California sebelumnya telah mengeluarkan perintah sementara yang bersifat pendahuluan, yang sempat menghentikan instruksi Trump. Namun, karena ketentuan dalam undang-undang pengadaan federal, Anthropic harus mengajukan gugatan secara terpisah di Pengadilan Negeri California dan Pengadilan Banding Sirkuit Distrik Kolombia. Dalam putusan kali ini, pengadilan banding menyatakan bahwa Anthropic dapat mengalami tingkat kerugian yang tidak dapat dipulihkan tanpa adanya penangguhan, dan menegaskan bahwa perkara harus dipercepat. Pelaksana tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche menyebut putusan tersebut sebagai “kemenangan besar untuk kemampuan kesiapsiagaan militer”.