Scalping di pasar keuangan: Panduan dasar untuk pemula

Dalam investasi saat ini, ketidakpastian harga meningkat. Harga dapat berubah dengan cepat dalam waktu hanya beberapa jam. Memegang posisi dalam waktu yang lama dapat menjadi alat yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, ada bentuk trading yang muncul untuk mengatasi masalah ini, dan itu adalah Scalping, yaitu teknik trading yang dirancang untuk menangkap pergerakan per detik dan menghasilkan keuntungan dari perubahan harga kecil.

Pemahaman Dasar tentang Scalping: Jenis Trading Apa

Scalping adalah strategi trading yang fokus pada menangkap volatilitas harga kecil. Secara alami, volatilitas harga kecil terjadi lebih sering daripada perubahan harga besar yang memerlukan waktu untuk terbentuk. Oleh karena itu, Scalping memberikan peluang untuk masuk dan keluar dari trading lebih sering. Trader dapat menggunakan ketepatan dan kecepatan untuk membuka dan menutup posisi dalam periode waktu yang singkat, mulai dari beberapa detik hingga beberapa jam.

Yang membedakan Scalping adalah penggunaan manfaat dari ukuran posisi yang lebih besar atau penggunaan Leverage (rasio leverage) agar selisih harga kecil menjadi keuntungan yang berarti. Dalam jangka panjang, hasil dari pengulangan ini tidak berbeda jauh dari metode trading lainnya.

Dibandingkan dengan Day Trading

Day Trading membuka dan menutup posisi dalam hari yang sama untuk menghindari memegang posisi semalam. Sementara Scalping biasanya menutup posisi dalam periode trading yang sama, atau dalam waktu 2 hingga 4 jam. Metode ini membantu mengurangi risiko dari pembukaan pasar di periode berikutnya.

Kondisi dan Faktor untuk Scalping yang Sukses

Scalping tidak bisa dilakukan di semua kondisi pasar. Memerlukan kondisi tertentu:

Likuiditas pasar (Liquidity)

Likuiditas mempengaruhi jarak antara harga beli dan jual. Untuk Scalping, penyimpangan harga kecil pun dapat membatalkan keuntungan. Pasar dengan likuiditas tinggi, seperti pasar Forex, memiliki keuntungan untuk Scalping.

Volatilitas harga (Volatility)

Scalping membutuhkan volatilitas yang cukup untuk menghasilkan keuntungan, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga menjadi risiko. Volatilitas yang sangat tinggi lebih cocok untuk metode trading lain seperti Momentum Trading atau Swing Trading.

Biaya trading (Trading Cost)

Karena melakukan banyak transaksi, biaya transaksi bisa menjadi masalah. Jika biaya terlalu tinggi, akan mengurangi keuntungan dari setiap trading. Hal ini bisa memaksa trader untuk meningkatkan risiko demi menutupi biaya.

Manajemen risiko (Risk Management)

Ini adalah inti dari - menentukan titik masuk, keluar, stop loss, dan ukuran posisi yang tepat. Perencanaan yang baik membantu Scalping bertahan dalam jangka panjang.

Alat dan Indikator untuk Trader Scalping

Hampir semua alat Scalping didasarkan pada analisis teknikal:

Price Action (Pergerakan harga)

Membandingkan pola harga yang berulang untuk memprediksi tren di masa depan.

Simple Moving Average (SMA)

Indikator tren yang membantu menemukan support dan resistance, serta titik balik tren.

RSI (Relative Strength Index)

Mengukur kekuatan tren dan menunjukkan kemungkinan pembalikan.

Fokus utama dalam menggunakan indikator ini untuk Scalping adalah memperpendek periode (Timeframe), seperti 3-5 menit atau bahkan periode di bawah menit di pasar dengan likuiditas tinggi. Tujuannya adalah mendapatkan sinyal yang cepat dan arah yang akurat agar dapat menangkap peluang sebelum hilang.

Strategi Scalping yang Dapat Digunakan Trader

Scalping Breakout (Breakout Scalping)

Memperkirakan saat harga keluar dari area konsolidasi atau dari area penyangga. Ini adalah titik masuk yang sangat akurat, tetapi tidak terjadi terlalu sering.

Scalping Range (Range Trading Scalping)

Trading pada harga yang bergerak dalam kerangka atau channel harga, baik dalam tren naik, turun, maupun sideways. Strategi ini lebih sering terjadi dan populer di kalangan trader Scalping.

Cara Memulai Scalping: Langkah-langkah Praktis

Langkah 1: Bangun Dasar Analisis Teknikal

Harus memahami cara menganalisis harga dan indikator. Analisis teknikal berasumsi bahwa harga sudah mencakup semua informasi. Setelah trader memahami ini, mereka sudah memiliki keunggulan lebih dari separuh.

Langkah 2: Pilih Pasar dan Aset yang Sesuai

Pasar Forex atau indeks saham biasanya pilihan yang baik. Cari aset dengan likuiditas tinggi dan volatilitas yang cukup, tidak terlalu tinggi maupun rendah.

Langkah 3: Rancang Strategi Dasar

Putuskan strategi apa yang akan digunakan dan fokus pada sisi beli (Long) atau jual (Short). Ini tergantung pada penilaian pasar saat itu dan dapat disesuaikan sesuai kondisi.

Langkah 4: Buat Sistem Manajemen Risiko

Tentukan indikator apa yang akan digunakan untuk masuk dan keluar, serta titik stop loss dan ukuran posisi yang sesuai. Langkah ini membantu trader mengukur risiko dan imbal hasil dari setiap trading.

Langkah 5: Lakukan Percobaan

Setelah merencanakan, mulai dari posisi kecil untuk menguji sistem. Tidak perlu menggunakan banyak uang di awal.

Kelebihan dan Keterbatasan Scalping

Kelebihan

  • Modal tidak besar, tetapi dapat dilakukan berulang kali. Cocok untuk investor dengan modal terbatas.
  • Mengurangi risiko dari memegang posisi lama. Tidak perlu khawatir dengan berita yang dapat mengubah pasar dalam waktu lama.
  • Tidak ada biaya memegang posisi semalam.
  • Tidak perlu analisis fundamental, cukup fokus pada analisis teknikal.

Kekurangan

  • Membutuhkan waktu yang banyak untuk memantau pasar, karena pergerakan beberapa detik saja sudah mempengaruhi keuntungan/kerugian.
  • Menimbulkan stres tinggi karena harus membuat keputusan berulang kali.
  • Membutuhkan disiplin tinggi. Penyimpangan dari rencana sedikit saja bisa menyebabkan kerugian, terutama saat menggunakan Leverage.

Kesimpulan

Scalping adalah salah satu metode trading yang diakui secara luas, terutama di pasar Forex, pasar saham, atau bahkan emas dan komoditas dengan likuiditas tinggi. Meskipun investasi per transaksi kecil, pengulangan berulang dapat mengakumulasi hasil yang mengesankan dalam jangka panjang. Trader yang mahir dapat menghindari volatilitas harga yang tidak terduga karena posisi yang dipegang sangat singkat. Scalping menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin pertumbuhan keuangan secara berkelanjutan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)