Pasar gandum menunjukkan kelemahan yang cukup signifikan saat para trader bersiap menyambut liburan Tahun Baru. Kompleks ini mengalami penurunan di semua pusat perdagangan utama pada hari Rabu, dengan tekanan harga yang berlanjut hingga sesi tengah hari. Pasar akan tutup pada hari Kamis untuk Hari Tahun Baru, dan akan kembali beroperasi pada Jumat pagi pukul 8:30 waktu CST dengan pembukaan resmi.
Penjualan Ekspor Menunjukkan Gambaran Campuran
Data penjualan ekspor mingguan yang dirilis pagi ini menunjukkan pengiriman gandum sebanyak 147.834 MT selama minggu yang berakhir pada 18 Desember. Meskipun angka ini berada dalam kisaran yang diperkirakan analis, yaitu pengurangan bersih 50.000 MT hingga 400.000 MT dalam penjualan, volume tersebut menunjukkan kontraksi yang tajam. Dibandingkan minggu sebelumnya, penjualan menurun sebesar 35,83%, dan perbandingan tahun ke tahun menunjukkan penurunan yang lebih tajam lagi sebesar 75,86% untuk minggu yang sama di tahun 2024.
Kelemahan Meluas di Semua Kontrak
Futures gandum SRW Chicago mengalami tekanan ringan, diperdagangkan 2 hingga 3 sen lebih rendah, sementara varietas KC HRW mengalami penjualan yang lebih signifikan, menurun 5 hingga 6 sen selama sesi tersebut. Gandum musim semi Minneapolis juga ikut melemah, turun 2 hingga 3 sen pada perdagangan tengah hari.
Harga gandum hari ini mencerminkan kerugian luas di seluruh jangka waktu kontrak. Gandum CBOT Maret 2026 ditutup di $5.07 3/4, turun 3 sen, sementara gandum CBOT Mei 2026 turun ke $5.19 1/4, turun 2 3/4 sen. Kontrak Maret 2026 Kansas City turun ke $5.16 (turun 6 sen) dengan Mei 2026 diperdagangkan di $5.29 1/2, turun 5 1/2 sen. Varietas Minneapolis juga mengalami penurunan, dengan Maret 2026 di $5.76 1/4 (turun 2 1/4 sen) dan Mei 2026 di $5.87 (turun 2 sen).
Gabungan dari permintaan ekspor yang lemah dan likuiditas yang berkurang karena liburan terus membebani level harga gandum saat pasar memasuki hari-hari terakhir perdagangan tahun 2025.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga Gandum Menurun Saat Perdagangan Menutup Tahun
Pasar gandum menunjukkan kelemahan yang cukup signifikan saat para trader bersiap menyambut liburan Tahun Baru. Kompleks ini mengalami penurunan di semua pusat perdagangan utama pada hari Rabu, dengan tekanan harga yang berlanjut hingga sesi tengah hari. Pasar akan tutup pada hari Kamis untuk Hari Tahun Baru, dan akan kembali beroperasi pada Jumat pagi pukul 8:30 waktu CST dengan pembukaan resmi.
Penjualan Ekspor Menunjukkan Gambaran Campuran
Data penjualan ekspor mingguan yang dirilis pagi ini menunjukkan pengiriman gandum sebanyak 147.834 MT selama minggu yang berakhir pada 18 Desember. Meskipun angka ini berada dalam kisaran yang diperkirakan analis, yaitu pengurangan bersih 50.000 MT hingga 400.000 MT dalam penjualan, volume tersebut menunjukkan kontraksi yang tajam. Dibandingkan minggu sebelumnya, penjualan menurun sebesar 35,83%, dan perbandingan tahun ke tahun menunjukkan penurunan yang lebih tajam lagi sebesar 75,86% untuk minggu yang sama di tahun 2024.
Kelemahan Meluas di Semua Kontrak
Futures gandum SRW Chicago mengalami tekanan ringan, diperdagangkan 2 hingga 3 sen lebih rendah, sementara varietas KC HRW mengalami penjualan yang lebih signifikan, menurun 5 hingga 6 sen selama sesi tersebut. Gandum musim semi Minneapolis juga ikut melemah, turun 2 hingga 3 sen pada perdagangan tengah hari.
Harga gandum hari ini mencerminkan kerugian luas di seluruh jangka waktu kontrak. Gandum CBOT Maret 2026 ditutup di $5.07 3/4, turun 3 sen, sementara gandum CBOT Mei 2026 turun ke $5.19 1/4, turun 2 3/4 sen. Kontrak Maret 2026 Kansas City turun ke $5.16 (turun 6 sen) dengan Mei 2026 diperdagangkan di $5.29 1/2, turun 5 1/2 sen. Varietas Minneapolis juga mengalami penurunan, dengan Maret 2026 di $5.76 1/4 (turun 2 1/4 sen) dan Mei 2026 di $5.87 (turun 2 sen).
Gabungan dari permintaan ekspor yang lemah dan likuiditas yang berkurang karena liburan terus membebani level harga gandum saat pasar memasuki hari-hari terakhir perdagangan tahun 2025.