Saat memulai investasi di aset digital, Anda akan sering menemukan istilah APR dan APY. Meskipun kedua istilah ini terdengar serupa, keduanya memiliki arti dan dampak terhadap hasil yang Anda peroleh yang berbeda secara jelas. APR (persentase tahunan) adalah bunga biasa yang tidak memperhitungkan bunga majemuk, sementara APY (hasil persentase tahunan) mencakup efek bunga majemuk dalam perhitungannya.
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, tetapi seiring waktu, hasil yang Anda terima akan berbeda secara signifikan.
APR (persentase tahunan) adalah apa
Definisi dan Cara Kerja
APR singkatan dari Annual Percentage Rate, yang menunjukkan tingkat bunga tahunan dalam bentuk paling sederhana. Jika Anda menginvestasikan 100 rupiah dengan APR 5%, Anda akan mendapatkan bunga 5 rupiah setelah satu tahun. Tidak ada perhitungan ulang, tidak ada bunga majemuk, hanya bunga dari modal awal saja.
Dalam konteks pinjaman, jika APR adalah 5%, itu berarti untuk pinjaman 100 rupiah, Anda harus membayar bunga tambahan sebesar 5 rupiah dalam tahun tersebut.
Keuntungan dari APR adalah memberikan gambaran yang sederhana dan jelas tentang jumlah bunga yang akan Anda bayar atau terima.
Jenis-jenis APR
APR Tetap (Fixed APR): tingkat bunga Anda tidak akan berubah selama periode tersebut, yang berarti jumlah yang Anda bayar atau terima setiap tahun akan tetap sama. Keuntungannya adalah stabilitas dan kemudahan perencanaan ke depan.
APR Variabel (Variable APR): tingkat ini dapat berubah sesuai kondisi pasar, yang berarti Anda mungkin membayar lebih atau kurang tergantung faktor-faktor tertentu di platform. Risiko di sini adalah Anda mungkin membayar lebih dari yang diperkirakan jika pasar sangat fluktuatif.
APR dalam industri kripto
Di dunia digital, APR menunjukkan total hasil yang akan Anda terima dari staking atau pemberian pinjaman selama satu tahun.
Karena APR tidak memperhitungkan bunga majemuk, ini memudahkan investor untuk menghitung hasil yang diharapkan secara langsung. Misalnya, jika Anda menginvestasikan 1 ETH di platform DeFi dengan APR 24%, Anda akan mendapatkan bunga 0.24 ETH di akhir tahun, sehingga total menjadi 1.24 ETH.
APY (hasil persentase tahunan) adalah apa
Definisi APY dan Cara Kerja
APY singkatan dari Annual Percentage Yield, berbeda dari APR karena memasukkan efek bunga majemuk dalam perhitungannya. Dengan bunga majemuk, Anda tidak hanya mendapatkan bunga dari modal awal, tetapi juga dari bunga yang telah terakumulasi.
Inilah sebabnya mengapa APY biasanya memberikan hasil yang lebih tinggi daripada APR saat membandingkan tingkat bunga yang sama.
APY dalam konteks kripto
Dalam industri kripto, APY adalah indikator nyata seberapa besar pertumbuhan investasi Anda, karena bunga majemuk dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. (Beberapa platform melakukan bunga majemuk harian), sehingga keuntungan Anda akan meningkat dengan cepat.
Contohnya, tingkat bunga 6% dapat diubah menjadi APY seperti berikut:
6.09% (bunga majemuk semi-tahunan)
6.14% (bunga majemuk kuartalan)
6.17% (bunga majemuk bulanan)
6.18% (bunga majemuk mingguan)
6.18% (bunga majemuk harian)
Seperti yang terlihat, bunga majemuk harian memberikan hasil tertinggi.
Penggunaan APR dan APY dalam alat investasi kripto
Staking: Cara Membiarkan Uang Anda Diam
Staking adalah proses mengunci aset digital Anda di jaringan blockchain untuk mendukung operasional sistem dan pada awalnya Anda akan mendapatkan hadiah berupa koin kripto.
Ini adalah alat investasi pasif yang sangat populer di kalangan investor kripto, karena Anda dapat menghasilkan pendapatan dari kepemilikan koin Anda. Beberapa platform DeFi bahkan menawarkan bunga harian, yang berarti Anda akan melihat hasil meningkat setiap 24 jam.
Yield Farming: Menanam Keuntungan
Yield Farming mirip dengan staking, tetapi dengan mekanisme berbeda. Di sini, Anda memberikan token Anda ke liquidity pool melalui aplikasi dApp.
Dengan melakukan ini, Anda menyediakan likuiditas ke platform dan sekaligus mendapatkan imbalan yang telah ditentukan. Hasil dari Yield Farming biasanya lebih tinggi daripada staking biasa, tetapi juga memiliki risiko yang lebih besar.
Cara Menghitung APR dan APY
Rumus Dasar Menghitung APR
Perhitungan APR cukup sederhana:
APR = P × T
Dimana:
P = tingkat bunga per periode (dalam persen)
T = periode investasi (dalam tahun)
Contoh Perhitungan APR
Misalnya, Anda ingin menginvestasikan 10 BTC dengan APR 6%:
P = 6% × T = 1 tahun = 6%
Setelah satu tahun, Anda akan mendapatkan BTC 0.6, sehingga total menjadi 10.6 BTC.
Jika APR ditampilkan sebagai persentase bulanan (0.5% per bulan):
P = 0.5% × T = 12 bulan = 6%
Hasilnya tetap 6% APR per tahun.
Baik perhitungan bulanan maupun tahunan, hasilnya sama.
Rumus Menghitung APY
Karena APY memperhitungkan bunga majemuk, rumusnya lebih kompleks daripada APR:
APY = ((1 + r/n)^n - 1)
Dimana:
r = tingkat bunga per periode (dalam desimal)
n = jumlah kali bunga majemuk dalam setahun
Karena rumus ini cukup rumit, Anda dapat menggunakan kalkulator online atau fitur kalkulator APY untuk membantu perhitungan.
Perbandingan: APY Lebih Baik dari APR atau Tidak
Perbedaan Utama
Aspek
APY
APR
Bunga majemuk
Memperhitungkan bunga majemuk
Tidak memperhitungkan
Hasil
Lebih tinggi
Lebih rendah
Siapa yang harus digunakan
Investor / Penabung
Peminjam
Pertumbuhan
Lebih cepat
Lebih lambat
Saran untuk Jenis Pengguna
Jika Anda adalah investor atau pemberi pinjaman, Anda harus selalu memilih APY. Alasannya adalah bunga majemuk akan mempercepat pertumbuhan uang Anda, dan setelah waktu tertentu, perbedaan antara APR dan APY akan menjadi cukup signifikan.
Namun, jika Anda adalah peminjam, Anda harus lebih memperhatikan APR karena menunjukkan berapa banyak uang yang harus Anda bayar secara nyata. Dengan APR, Anda dapat dengan mudah mencari “tingkat bunga terbaik”.
Contoh nyata agar lebih paham
Misalnya, Anda menginvestasikan 10.000 rupiah di akun dengan hasil tinggi yang menawarkan APR 5% per tahun:
Jika dihitung berdasarkan APR saja:
Tahun ke-1: bunga 500 rupiah
Tahun ke-2: bunga 500 rupiah
Tahun ke-3: bunga 500 rupiah
Total setelah tiga tahun: 11.500 rupiah
Namun, jika dihitung berdasarkan APY 5% (bunga majemuk tahunan):
Tahun ke-1: 10.000 × 1.05 = 10.500 rupiah
Tahun ke-2: 10.500 × 1.05 = 11.025 rupiah
Tahun ke-3: 11.025 × 1.05 = 11.576,25 rupiah
Total setelah tiga tahun: 11.576,25 rupiah
Perbedaan sebesar 76,25 rupiah ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika jangka waktu lebih lama atau jumlah investasi lebih besar, perbedaannya akan menjadi sangat signifikan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara APR dan APY sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi atau pinjaman. Sementara APR cocok untuk peminjam dan memberikan gambaran jelas tentang jumlah yang harus dibayar, APY lebih cocok untuk investor karena mencerminkan hasil nyata dari investasi Anda.
Dalam industri kripto, hasil biasanya jauh lebih tinggi daripada pasar keuangan tradisional, tetapi juga disertai risiko tinggi. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan matang antara staking atau yield farming dan perhatikan APY secara cermat agar Anda dapat merencanakan dan mengoptimalkan investasi Anda secara maksimal.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
APY adalah apa dan bagaimana berbeda dari APR di dunia kripto
Perbedaan Dasar: APR vs APY
Saat memulai investasi di aset digital, Anda akan sering menemukan istilah APR dan APY. Meskipun kedua istilah ini terdengar serupa, keduanya memiliki arti dan dampak terhadap hasil yang Anda peroleh yang berbeda secara jelas. APR (persentase tahunan) adalah bunga biasa yang tidak memperhitungkan bunga majemuk, sementara APY (hasil persentase tahunan) mencakup efek bunga majemuk dalam perhitungannya.
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, tetapi seiring waktu, hasil yang Anda terima akan berbeda secara signifikan.
APR (persentase tahunan) adalah apa
Definisi dan Cara Kerja
APR singkatan dari Annual Percentage Rate, yang menunjukkan tingkat bunga tahunan dalam bentuk paling sederhana. Jika Anda menginvestasikan 100 rupiah dengan APR 5%, Anda akan mendapatkan bunga 5 rupiah setelah satu tahun. Tidak ada perhitungan ulang, tidak ada bunga majemuk, hanya bunga dari modal awal saja.
Dalam konteks pinjaman, jika APR adalah 5%, itu berarti untuk pinjaman 100 rupiah, Anda harus membayar bunga tambahan sebesar 5 rupiah dalam tahun tersebut.
Keuntungan dari APR adalah memberikan gambaran yang sederhana dan jelas tentang jumlah bunga yang akan Anda bayar atau terima.
Jenis-jenis APR
APR Tetap (Fixed APR): tingkat bunga Anda tidak akan berubah selama periode tersebut, yang berarti jumlah yang Anda bayar atau terima setiap tahun akan tetap sama. Keuntungannya adalah stabilitas dan kemudahan perencanaan ke depan.
APR Variabel (Variable APR): tingkat ini dapat berubah sesuai kondisi pasar, yang berarti Anda mungkin membayar lebih atau kurang tergantung faktor-faktor tertentu di platform. Risiko di sini adalah Anda mungkin membayar lebih dari yang diperkirakan jika pasar sangat fluktuatif.
APR dalam industri kripto
Di dunia digital, APR menunjukkan total hasil yang akan Anda terima dari staking atau pemberian pinjaman selama satu tahun.
Karena APR tidak memperhitungkan bunga majemuk, ini memudahkan investor untuk menghitung hasil yang diharapkan secara langsung. Misalnya, jika Anda menginvestasikan 1 ETH di platform DeFi dengan APR 24%, Anda akan mendapatkan bunga 0.24 ETH di akhir tahun, sehingga total menjadi 1.24 ETH.
APY (hasil persentase tahunan) adalah apa
Definisi APY dan Cara Kerja
APY singkatan dari Annual Percentage Yield, berbeda dari APR karena memasukkan efek bunga majemuk dalam perhitungannya. Dengan bunga majemuk, Anda tidak hanya mendapatkan bunga dari modal awal, tetapi juga dari bunga yang telah terakumulasi.
Inilah sebabnya mengapa APY biasanya memberikan hasil yang lebih tinggi daripada APR saat membandingkan tingkat bunga yang sama.
APY dalam konteks kripto
Dalam industri kripto, APY adalah indikator nyata seberapa besar pertumbuhan investasi Anda, karena bunga majemuk dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. (Beberapa platform melakukan bunga majemuk harian), sehingga keuntungan Anda akan meningkat dengan cepat.
Contohnya, tingkat bunga 6% dapat diubah menjadi APY seperti berikut:
Seperti yang terlihat, bunga majemuk harian memberikan hasil tertinggi.
Penggunaan APR dan APY dalam alat investasi kripto
Staking: Cara Membiarkan Uang Anda Diam
Staking adalah proses mengunci aset digital Anda di jaringan blockchain untuk mendukung operasional sistem dan pada awalnya Anda akan mendapatkan hadiah berupa koin kripto.
Ini adalah alat investasi pasif yang sangat populer di kalangan investor kripto, karena Anda dapat menghasilkan pendapatan dari kepemilikan koin Anda. Beberapa platform DeFi bahkan menawarkan bunga harian, yang berarti Anda akan melihat hasil meningkat setiap 24 jam.
Yield Farming: Menanam Keuntungan
Yield Farming mirip dengan staking, tetapi dengan mekanisme berbeda. Di sini, Anda memberikan token Anda ke liquidity pool melalui aplikasi dApp.
Dengan melakukan ini, Anda menyediakan likuiditas ke platform dan sekaligus mendapatkan imbalan yang telah ditentukan. Hasil dari Yield Farming biasanya lebih tinggi daripada staking biasa, tetapi juga memiliki risiko yang lebih besar.
Cara Menghitung APR dan APY
Rumus Dasar Menghitung APR
Perhitungan APR cukup sederhana:
APR = P × T
Dimana:
Contoh Perhitungan APR
Misalnya, Anda ingin menginvestasikan 10 BTC dengan APR 6%:
Jika APR ditampilkan sebagai persentase bulanan (0.5% per bulan):
Baik perhitungan bulanan maupun tahunan, hasilnya sama.
Rumus Menghitung APY
Karena APY memperhitungkan bunga majemuk, rumusnya lebih kompleks daripada APR:
APY = ((1 + r/n)^n - 1)
Dimana:
Karena rumus ini cukup rumit, Anda dapat menggunakan kalkulator online atau fitur kalkulator APY untuk membantu perhitungan.
Perbandingan: APY Lebih Baik dari APR atau Tidak
Perbedaan Utama
Saran untuk Jenis Pengguna
Jika Anda adalah investor atau pemberi pinjaman, Anda harus selalu memilih APY. Alasannya adalah bunga majemuk akan mempercepat pertumbuhan uang Anda, dan setelah waktu tertentu, perbedaan antara APR dan APY akan menjadi cukup signifikan.
Namun, jika Anda adalah peminjam, Anda harus lebih memperhatikan APR karena menunjukkan berapa banyak uang yang harus Anda bayar secara nyata. Dengan APR, Anda dapat dengan mudah mencari “tingkat bunga terbaik”.
Contoh nyata agar lebih paham
Misalnya, Anda menginvestasikan 10.000 rupiah di akun dengan hasil tinggi yang menawarkan APR 5% per tahun:
Jika dihitung berdasarkan APR saja:
Namun, jika dihitung berdasarkan APY 5% (bunga majemuk tahunan):
Perbedaan sebesar 76,25 rupiah ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika jangka waktu lebih lama atau jumlah investasi lebih besar, perbedaannya akan menjadi sangat signifikan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara APR dan APY sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi atau pinjaman. Sementara APR cocok untuk peminjam dan memberikan gambaran jelas tentang jumlah yang harus dibayar, APY lebih cocok untuk investor karena mencerminkan hasil nyata dari investasi Anda.
Dalam industri kripto, hasil biasanya jauh lebih tinggi daripada pasar keuangan tradisional, tetapi juga disertai risiko tinggi. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan matang antara staking atau yield farming dan perhatikan APY secara cermat agar Anda dapat merencanakan dan mengoptimalkan investasi Anda secara maksimal.