Dalam dunia trading, banyak orang mengenal Oversold Overbought tetapi tidak semua orang tahu cara menggunakannya secara benar-benar bermanfaat. Indikator ini membantu Anda agar tidak menjadi korban yang menjual terlalu murah atau membeli terlalu mahal. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana Oversold Overbought bekerja, indikator apa yang dapat membantu mengidentifikasi, dan bagaimana kita dapat menggunakannya untuk trading forex.
Makna Sejati: Oversold Overbought adalah Melihat Harga “Tidak Wajar”
Oversold Overbought bukanlah pengukuran nilai harga yang wajar berdasarkan faktor fundamental (Fair Price), tetapi merupakan analisis teknikal (Technical Analysis) yang menggunakan indikator untuk melihat apakah harga sudah terlalu naik atau turun secara berlebihan.
Jenis analisis ini bergantung pada data harga masa lalu dan volume trading untuk memeriksa apakah saat ini harga akan segera berbalik arah atau tidak.
Jual Berlebihan (Oversold): Ketika Penjual Terlalu Banyak
Ketika aset dijual secara berlebihan sehingga harga turun di bawah level yang seharusnya, kita menyebutnya Oversold. Dalam situasi ini, tekanan jual mulai melemah dan biasanya ada pembeli yang masuk dengan agresif, menyebabkan harga cenderung akan kembali naik.
Pengakuan Oversold dapat dilihat dari indikator seperti:
Stochastic Oscillator di bawah 20
RSI di bawah 30
Jika Anda melihat sinyal ini, jangan fokus pada penjualan karena bisa jadi itu sinyal yang salah. Sebaliknya, pikirkan untuk mencari titik beli.
Beli Lebih Banyak (Overbought): Ketika Pembeli Terlalu Banyak
Sebaliknya, Overbought terjadi ketika harga telah dibeli secara berlebihan sehingga melampaui level yang seharusnya. Pada titik ini, kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual mulai masuk, sehingga harga berpotensi turun.
Indikator Overbought dapat dilihat dari:
Stochastic Oscillator di atas 80
RSI di atas 70
Dalam situasi ini, hindari membeli lagi karena kemungkinan besar harga akan koreksi turun. Sebaiknya cari titik jual.
Alat Ukur: RSI vs Stochastic Oscillator
RSI (Relative Strength Index): indikator yang sederhana dan populer
RSI mengukur kekuatan pergerakan naik dibandingkan dengan pergerakan turun, dengan rumus:
RSI = 100 - (100 / 1 + RS)
Dimana RS = rata-rata kenaikan dalam N hari / rata-rata penurunan dalam N hari
Nilai RSI berkisar antara 0-100 dan pengambilan keputusan beli/jual didasarkan pada:
RSI > 70: Overbought (Jangan beli)
RSI < 30: Oversold (Jangan jual)
Sebenarnya, kriteria ini bisa disesuaikan tergantung volatilitas aset. Kadang digunakan RSI > 90 dan < 10 untuk akurasi lebih tinggi.
Stochastic Oscillator: indikator yang lebih detail
Stochastic menunjukkan posisi harga penutupan hari ini dalam rentang tinggi-rendah periode tertentu. Rumus:
%K = [(Harga penutupan - Harga terendah 14 hari) / (Harga tertinggi 14 hari - Harga terendah 14 hari)] x 100
%D = rata-rata %K 3 hari terakhir
Kriteria penggunaannya:
%K > 80: Overbought
%K < 20: Oversold
Strategi 1: Mean Reversal untuk Pasar Sideways
Mean Reversal berasumsi bahwa harga tinggi dan rendah adalah sementara dan cenderung kembali ke rata-rata. Cocok digunakan saat pasar tidak menunjukkan tren yang kuat.
Langkah-langkah Mean Reversal dengan RSI:
Gunakan MA200 untuk menentukan tren: harga di atas MA200 = tren naik, di bawah = tren turun, mendekati MA = tidak tren
Cari zona Overbought/Oversold, misalnya RSI > 90 atau RSI < 10 sebagai titik masuk
Masuk posisi saat harga menyentuh level ini
Tutup posisi saat harga kembali ke SMA5
Contoh nyata: USDJPY (2H)
Perhatikan bahwa harga menembus MA200 ke atas dan mulai berfluktuasi dalam range dengan pull back ke MA200 beberapa kali → tren naik yang kuat
Dalam tren naik ini, RSI tidak terlalu oversold, jadi atur RSI Overbought di 75 dan Oversold di 35
Fokus beli saat oversold, hindari short
4( Tutup posisi saat harga kembali ke MA25
Catatan penting: Mean Reversal hanya cocok saat pasar sideways, bukan tren harian.
Strategi 2: Divergence untuk Perubahan Tren
Divergence adalah ketidaksesuaian: harga membuat titik rendah baru, tetapi RSI tidak mengikuti turun, atau harga membuat titik tinggi baru, tetapi RSI tidak mengikuti naik. Ini adalah sinyal bahwa tren saat ini mungkin akan berakhir.
Langkah-langkah Divergence:
Cari aset yang menunjukkan tren naik/turun yang jelas lalu mulai menunjukkan sinyal pembalikan )Double Tops, Double Bottoms)
2( Periksa RSI apakah Overbought/Oversold yang bertentangan dengan harga
Masuk posisi saat harga menembus MA5 untuk konfirmasi pembalikan
Tutup saat tren baru melemah atau muncul Divergence dari arah berlawanan
Contoh nyata: WTI )2H)
1( Harga turun ke titik Double Bottoms, Low lebih rendah, menunjukkan tren turun berlanjut
2) RSI masuk zona Oversold dan menunjukkan Bullish Divergence: harga Lower Low, RSI Higher Low
3) Beli saat harga menembus MA25, pasang Stop Loss di titik terendah sebelumnya
4) Tutup saat tren naik melemah atau muncul Bearish Divergence
Peringatan: Oversold Overbought Bukan Jaminan Menang
Indikator Oversold Overbought adalah alat yang berguna, tetapi bukan senjata rahasia. Menggunakannya sendiri bisa memberi sinyal palsu yang banyak. Perlu dikonfirmasi dengan indikator lain seperti Moving Average, Divergence, atau Price Action.
Ingat: semua alat memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting adalah menggunakannya secara sistematis dan hati-hati, jangan percaya pada satu sinyal saja.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menangkap titik beli dan jual yang akurat: Cara mengidentifikasi Oversold Overbought yang harus diketahui trader
Dalam dunia trading, banyak orang mengenal Oversold Overbought tetapi tidak semua orang tahu cara menggunakannya secara benar-benar bermanfaat. Indikator ini membantu Anda agar tidak menjadi korban yang menjual terlalu murah atau membeli terlalu mahal. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana Oversold Overbought bekerja, indikator apa yang dapat membantu mengidentifikasi, dan bagaimana kita dapat menggunakannya untuk trading forex.
Makna Sejati: Oversold Overbought adalah Melihat Harga “Tidak Wajar”
Oversold Overbought bukanlah pengukuran nilai harga yang wajar berdasarkan faktor fundamental (Fair Price), tetapi merupakan analisis teknikal (Technical Analysis) yang menggunakan indikator untuk melihat apakah harga sudah terlalu naik atau turun secara berlebihan.
Jenis analisis ini bergantung pada data harga masa lalu dan volume trading untuk memeriksa apakah saat ini harga akan segera berbalik arah atau tidak.
Jual Berlebihan (Oversold): Ketika Penjual Terlalu Banyak
Ketika aset dijual secara berlebihan sehingga harga turun di bawah level yang seharusnya, kita menyebutnya Oversold. Dalam situasi ini, tekanan jual mulai melemah dan biasanya ada pembeli yang masuk dengan agresif, menyebabkan harga cenderung akan kembali naik.
Pengakuan Oversold dapat dilihat dari indikator seperti:
Jika Anda melihat sinyal ini, jangan fokus pada penjualan karena bisa jadi itu sinyal yang salah. Sebaliknya, pikirkan untuk mencari titik beli.
Beli Lebih Banyak (Overbought): Ketika Pembeli Terlalu Banyak
Sebaliknya, Overbought terjadi ketika harga telah dibeli secara berlebihan sehingga melampaui level yang seharusnya. Pada titik ini, kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual mulai masuk, sehingga harga berpotensi turun.
Indikator Overbought dapat dilihat dari:
Dalam situasi ini, hindari membeli lagi karena kemungkinan besar harga akan koreksi turun. Sebaiknya cari titik jual.
Alat Ukur: RSI vs Stochastic Oscillator
RSI (Relative Strength Index): indikator yang sederhana dan populer
RSI mengukur kekuatan pergerakan naik dibandingkan dengan pergerakan turun, dengan rumus:
RSI = 100 - (100 / 1 + RS)
Dimana RS = rata-rata kenaikan dalam N hari / rata-rata penurunan dalam N hari
Nilai RSI berkisar antara 0-100 dan pengambilan keputusan beli/jual didasarkan pada:
Sebenarnya, kriteria ini bisa disesuaikan tergantung volatilitas aset. Kadang digunakan RSI > 90 dan < 10 untuk akurasi lebih tinggi.
Stochastic Oscillator: indikator yang lebih detail
Stochastic menunjukkan posisi harga penutupan hari ini dalam rentang tinggi-rendah periode tertentu. Rumus:
%K = [(Harga penutupan - Harga terendah 14 hari) / (Harga tertinggi 14 hari - Harga terendah 14 hari)] x 100
%D = rata-rata %K 3 hari terakhir
Kriteria penggunaannya:
Strategi 1: Mean Reversal untuk Pasar Sideways
Mean Reversal berasumsi bahwa harga tinggi dan rendah adalah sementara dan cenderung kembali ke rata-rata. Cocok digunakan saat pasar tidak menunjukkan tren yang kuat.
Langkah-langkah Mean Reversal dengan RSI:
Contoh nyata: USDJPY (2H)
Catatan penting: Mean Reversal hanya cocok saat pasar sideways, bukan tren harian.
Strategi 2: Divergence untuk Perubahan Tren
Divergence adalah ketidaksesuaian: harga membuat titik rendah baru, tetapi RSI tidak mengikuti turun, atau harga membuat titik tinggi baru, tetapi RSI tidak mengikuti naik. Ini adalah sinyal bahwa tren saat ini mungkin akan berakhir.
Langkah-langkah Divergence:
Contoh nyata: WTI )2H)
1( Harga turun ke titik Double Bottoms, Low lebih rendah, menunjukkan tren turun berlanjut 2) RSI masuk zona Oversold dan menunjukkan Bullish Divergence: harga Lower Low, RSI Higher Low 3) Beli saat harga menembus MA25, pasang Stop Loss di titik terendah sebelumnya 4) Tutup saat tren naik melemah atau muncul Bearish Divergence
Peringatan: Oversold Overbought Bukan Jaminan Menang
Indikator Oversold Overbought adalah alat yang berguna, tetapi bukan senjata rahasia. Menggunakannya sendiri bisa memberi sinyal palsu yang banyak. Perlu dikonfirmasi dengan indikator lain seperti Moving Average, Divergence, atau Price Action.
Ingat: semua alat memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting adalah menggunakannya secara sistematis dan hati-hati, jangan percaya pada satu sinyal saja.