Seiring dengan melampaui harga emas internasional per ons 4.300 dolar AS, semakin banyak investor muda mulai memperhatikan emas. Di era ketidakpastian ekonomi yang meningkat dan volatilitas aset tradisional yang semakin tinggi, membeli emas telah menjadi pilihan alokasi aset bagi banyak orang. Tetapi bagi mereka yang baru pertama kali terjun ke investasi emas, bagaimana sebenarnya memulai? Artikel ini membawamu memahami inti pengetahuan tentang investasi emas secara cepat.
Mengapa harus menaruh uang di emas?
Senjata melawan inflasi
Harga barang naik, gaji tidak mengikuti. Menaruh uang tunai di bank, daya beli hanya akan menurun setiap tahun. Keunggulan emas terletak pada kemampuannya untuk menjaga nilai secara stabil dalam jangka panjang.
Melihat data lima tahun terakhir sudah cukup untuk melihat tren. Setelah pandemi 2020 meletus, bank-bank sentral di seluruh dunia melakukan pelonggaran moneter besar-besaran untuk merangsang ekonomi, sehingga ekspektasi inflasi melonjak. Saat itu harga emas sekitar 1.500 dolar AS, dan pada 2025 sudah menembus di atas 4.000 dolar AS, kenaikan lebih dari 100%. Pada periode yang sama, banyak mata uang mengalami depresiasi akibat perubahan kebijakan, tetapi nilai emas relatif tetap stabil.
Mengurangi risiko portofolio
Jika asetmu seluruhnya ditempatkan di saham atau kripto, saat pasar bergejolak hebat, kekayaanmu akan menyusut secara signifikan. Emas seperti “asuransi” bagi portofolio investasi.
Dalam sejarah, setiap krisis besar selalu disambut oleh pembelian emas. Saat perang Rusia-Ukraina pecah, hal yang sama terjadi, dan baru-baru ini karena ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meningkat, harga emas kembali mencatat rekor tertinggi. Inilah mengapa para ahli investasi umumnya menyarankan alokasi 5%-15% dari aset di emas—dapat melindungi dari risiko sekaligus tidak mengurangi total imbal hasil.
Alat investasi semakin beragam
Dulu membeli emas hanya bisa melalui batangan emas, sekarang pilihan sudah sangat beragam. Rekening emas, ETF, kontrak selisih harga, futures, bahkan kalangan kecil pun bisa berpartisipasi. Terutama dengan munculnya ETF emas, transaksi emas menjadi semudah membeli saham. Pada 2024, volume transaksi harian emas mencapai 227 miliar dolar AS, menempati posisi kedua setelah indeks S&P 500, menunjukkan likuiditas pasar yang sangat cukup.
Rasa aman secara psikologis
Jarang orang membahas ini, tetapi sangat penting—memiliki emas dapat memberikan rasa aman secara psikologis. Bahkan jika tidak berencana menjual dalam waktu dekat, melihat kepemilikan emas atau ETF emas di tangan, hati akan merasa lebih tenang. Terutama saat masa gejolak keuangan, “ketenangan hati” ini sendiri memiliki nilai.
Apakah emas benar-benar bisa menjaga nilai? Pandanglah dengan tenang
Tentang menjaga nilai, beredar anggapan di masyarakat bahwa “kalau inflasi tinggi, beli emas, uang tidak akan terdepresiasi.” Secara teori, tidak salah, karena emas sebagai aset fisik, logam mulia yang diakui secara global, tidak akan mengalami depresiasi seperti uang kertas akibat kebijakan.
Namun kenyataannya lebih kompleks. Warren Buffett pernah menyatakan bahwa nilai emas murni berasal dari hubungan permintaan dan penawaran, dan tidak menghasilkan arus kas maupun dividen, sehingga nilai investasinya terbatas.
Dari sudut pandang sejarah, selama 50 tahun terakhir, emas mengalami dua kali pasar bullish besar, sementara waktu lainnya cenderung sideways. Pada periode yang sama, pasar saham meskipun mengalami beberapa crash, secara jangka panjang kenaikannya jauh melampaui emas. Hingga 2024, kenaikan emas lebih dari 104% adalah pencapaian yang mengesankan, tetapi jika dilihat dari jangka panjang, tingkat pengembaliannya sebenarnya tidak terlalu istimewa.
Kesalahan paling umum bagi pemula adalah takut terhadap fluktuasi jangka pendek. Cara yang benar adalah memahami esensi emas dan memilih alat investasi yang tepat, agar bisa benar-benar mendapatkan manfaat dari investasi ini.
Bagaimana cara membeli emas? Analisis satu per satu
1. Membeli emas fisik langsung
Cara paling tradisional dan “nyata”—membeli batangan emas, koin emas, atau emas batik. Bank, toko perhiasan, dan pegadaian menjualnya, sangat mudah didapat.
Keunggulan:
Uang keras, diakui secara global
Fungsi menjaga nilai jangka panjang jelas
Kekurangan:
Likuiditas rendah, sulit cepat dilepas
Biaya penyimpanan tinggi (biaya brankas, perlindungan dari pencurian)
Tidak mendapatkan bunga, hanya mengandalkan selisih harga
Untuk kalangan kecil, mungkin merasa modal besar sekaligus
Tips pembelian: Prioritaskan batangan dan koin emas. Pastikan memeriksa merek, berat (kemurnian 99,99%), kualitas, dan sertifikat, serta pilih penjual yang terpercaya. Hindari perhiasan dan koin kenang-kenangan, karena harga jual kembali biasanya jauh lebih rendah.
2. Rekening emas (emas kertas)
Juga disebut “emas kertas”, adalah layanan pencatatan elektronik dari bank, harga mengikuti harga spot. Investor dapat kapan saja mengubah rekening menjadi emas fisik untuk diambil.
Keunggulan:
Modal rendah, mulai dari 1 gram
Dijaga bank, tidak perlu khawatir soal keamanan
Pembukaan rekening mudah
Kekurangan:
Biaya transaksi relatif tinggi
Tidak mendapatkan bunga
Tidak cocok untuk transaksi jangka pendek yang sering
Saran investasi: Cocok untuk investor konservatif yang ingin menjaga nilai, tetapi malas repot. Jika ingin transaksi aktif, biaya bisa menggerogoti keuntungan.
3. ETF emas
Produk dana yang terdaftar di bursa saham, portofolionya utama terdiri dari aset emas. ETF emas terbesar di AS adalah SPDR Gold Shares (GLD.US), di pasar Taiwan ada 期元大S&P黃金反1 ETF(00674R.TW) dan lain-lain.
Keunggulan:
Modal sangat terjangkau
Biaya transaksi rendah
Mudah seperti membeli saham, bisa transaksi real-time
Cocok untuk investor rutin dan berkala
Kekurangan:
Terbatas waktu transaksi (hanya saat pasar buka)
Dikelola oleh manajer dana, biaya pengelolaan harus dibayar
Tidak memiliki hak kepemilikan fisik
Cocok untuk: Pemula yang ingin masuk ke dunia emas dengan mudah. Tidak perlu riset mendalam, cukup pilih ETF dengan skala besar dan likuiditas tinggi.
4. Saham perusahaan pertambangan emas
Investasi saham perusahaan tambang emas, seperti Barrick Gold (ABX.US), Newmont Mining (NEM.US), Goldcorp (GG.US) dan lain-lain. Bisa diperdagangkan melalui broker.
Keunggulan:
Modal terjangkau
Biaya transaksi rendah
Berpotensi mendapatkan keuntungan tambahan jika perusahaan berkinerja baik
Kekurangan:
Harga saham sangat dipengaruhi oleh harga emas, tetapi tidak selalu sinkron
Dipengaruhi kondisi operasional dan manajemen perusahaan
Risiko lebih besar
Peringatan risiko: Saham pertambangan sangat volatil, tidak disarankan untuk pemula yang ingin memegang posisi besar.
5. Futures emas
Kontrak standar yang diperdagangkan di bursa, yang paling terkenal adalah futures emas di CBOT AS. Spesifikasi kontrak 100 ons, dengan margin relatif tinggi.
Keunggulan:
Memberikan leverage, modal lebih efisien
Bisa diperdagangkan kapan saja (T+0)
Mendukung posisi long dan short
Kekurangan:
Kontrak memiliki tanggal kadaluarsa, perlu rollover atau tutup posisi
Operasi cukup kompleks, membutuhkan pembelajaran
Leverage bisa memperbesar kerugian
Tidak cocok untuk pemula
Target: Trader berpengalaman yang ingin melakukan trading jangka pendek dan bersedia belajar.
6. Kontrak selisih harga emas (CFD)
Perdagangan kontrak CFD emas melalui broker forex, biasanya berdasarkan XAUUSD (harga spot emas dalam dolar AS).
Keunggulan:
Modal sangat kecil, mulai dari 0.01 lot
Aturan trading sederhana
T+0, bisa posisi panjang dan pendek
Leverage besar (biasanya 1x sampai 100x)
Bisa trading berbagai instrumen lain seperti forex, saham, indeks
Tidak perlu rollover, posisi fleksibel
Kekurangan:
Risiko leverage harus dikelola dengan hati-hati
Membutuhkan disiplin risiko dan stop-loss
Cocok untuk: Kalangan kecil dan trader jangka pendek. Dengan sekitar 10 dolar sudah bisa mulai, tetapi harus selalu pakai stop-loss dan manajemen risiko.
Perbandingan cepat: Futures emas vs CFD emas
Item
Futures emas
CFD emas
Tanggal kadaluarsa
Ada batas waktu (bulan/kuartal)
Umumnya tanpa batas waktu
Tempat transaksi
Bursa (CBOT, CME, dll)
Platform forex/broker
Kepemilikan fisik
Tidak
Tidak
Arah transaksi
Long dan short
Long dan short
Leverage
Ditentukan bursa
Fleksibel oleh broker
Instrumen
Relatif tunggal
Beragam produk
Spesifikasi kontrak
Besar (1 kontrak standar 100 oz)
Fleksibel kecil (support 0.01 lot)
Proses pembukaan akun
Lebih rumit
Mudah dan cepat
Bagaimana memulai investasi emas? Langkah nyata
Langkah pertama: Evaluasi tujuan investasi
Apakah ingin menjaga nilai jangka panjang, atau ingin keuntungan jangka pendek? Seberapa besar toleransi risiko? Jawab pertanyaan ini dengan jelas, agar bisa memilih alat yang tepat:
Untuk menjaga nilai jangka panjang → Emas fisik, rekening emas, ETF emas
Untuk trading jangka pendek → CFD emas, futures emas
Seimbang → ETF emas + coba-coba CFD kecil
Langkah kedua: Pilih alat investasi yang sesuai
Sesuaikan dengan jumlah dana, frekuensi transaksi, dan toleransi risiko:
Modal kecil, malas repot → ETF emas
Ingin rasa aman dari fisik → Emas fisik atau rekening emas
Ingin coba trading jangka pendek → CFD emas (gunakan akun demo dulu)
Langkah ketiga: Analisis kondisi pasar
Harga emas dipengaruhi banyak faktor:
Pergerakan dolar AS — dolar kuat, emas cenderung melemah
Kebijakan suku bunga — suku bunga naik, tekanan ke emas
Ekspektasi inflasi — inflasi meningkat, emas cenderung menguat
Sentimen safe haven — saat pasar panik, emas diminati
Geopolitik — perang, ketegangan, akan mendorong permintaan emas
Pantau indikator ini secara terus-menerus agar bisa memperkirakan apakah emas akan memasuki siklus kenaikan berikutnya.
Langkah keempat: Buka akun dan mulai transaksi
Setelah memilih alat, buka akun di lembaga terkait. Jika memilih CFD, pastikan:
Pilih platform yang diawasi otoritas resmi
Latihan dulu dengan akun demo
Mulai dari modal kecil dan leverage rendah
Pasang stop-loss dan take-profit, kendalikan risiko secara disiplin
Tips jangka panjang untuk investasi emas
Kalau kamu terus-menerus memperhatikan pergerakan harga emas, hati akan naik turun mengikuti fluktuasi. Nilai investasi emas sebenarnya terletak pada tren jangka panjang, bukan fluktuasi sesaat.
Pengamatan sejarah menunjukkan bahwa emas biasanya mengalami siklus bull market sekitar 10 tahun, diikuti periode koreksi. Pola ini sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global:
Ketika pasar saham bergejolak, inflasi meningkat, tanda-tanda resesi muncul → emas cenderung naik
Ketika ekonomi stabil, pasar saham cerah, suku bunga naik → emas cenderung stagnan
Dalam pandangan yang lebih panjang, ada konsep “super cycle”—ketika struktur ekonomi global berubah besar (misalnya munculnya pasar berkembang, meningkatnya permintaan sumber daya), emas bisa mengalami tren bullish selama lebih dari satu dekade. Ini mengajarkan bahwa meskipun fluktuasi jangka pendek keras, tren jangka panjangnya tetap logis.
Saran untuk pemula:
Jangan pantau setiap saat—cukup rutin perhatikan dolar, suku bunga, dan sentimen safe haven
Mulai perlahan—dari ETF emas atau coba akun demo CFD
Kelola risiko—gunakan stop-loss, jangan terlalu leverage
Tentukan tujuan—bukan alat cepat kaya, tetapi sebagai bagian dari alokasi aset
Investasi emas tidak serumit yang dibayangkan. Dengan memilih alat yang tepat, memahami logika pasar, dan mengelola risiko, bahkan kalangan kecil sekalipun bisa secara bertahap menambah kekayaan melalui pembelian emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Pemula Membeli Emas Tahun 2025: Paket Ringkasan Investasi Emas
Seiring dengan melampaui harga emas internasional per ons 4.300 dolar AS, semakin banyak investor muda mulai memperhatikan emas. Di era ketidakpastian ekonomi yang meningkat dan volatilitas aset tradisional yang semakin tinggi, membeli emas telah menjadi pilihan alokasi aset bagi banyak orang. Tetapi bagi mereka yang baru pertama kali terjun ke investasi emas, bagaimana sebenarnya memulai? Artikel ini membawamu memahami inti pengetahuan tentang investasi emas secara cepat.
Mengapa harus menaruh uang di emas?
Senjata melawan inflasi
Harga barang naik, gaji tidak mengikuti. Menaruh uang tunai di bank, daya beli hanya akan menurun setiap tahun. Keunggulan emas terletak pada kemampuannya untuk menjaga nilai secara stabil dalam jangka panjang.
Melihat data lima tahun terakhir sudah cukup untuk melihat tren. Setelah pandemi 2020 meletus, bank-bank sentral di seluruh dunia melakukan pelonggaran moneter besar-besaran untuk merangsang ekonomi, sehingga ekspektasi inflasi melonjak. Saat itu harga emas sekitar 1.500 dolar AS, dan pada 2025 sudah menembus di atas 4.000 dolar AS, kenaikan lebih dari 100%. Pada periode yang sama, banyak mata uang mengalami depresiasi akibat perubahan kebijakan, tetapi nilai emas relatif tetap stabil.
Mengurangi risiko portofolio
Jika asetmu seluruhnya ditempatkan di saham atau kripto, saat pasar bergejolak hebat, kekayaanmu akan menyusut secara signifikan. Emas seperti “asuransi” bagi portofolio investasi.
Dalam sejarah, setiap krisis besar selalu disambut oleh pembelian emas. Saat perang Rusia-Ukraina pecah, hal yang sama terjadi, dan baru-baru ini karena ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meningkat, harga emas kembali mencatat rekor tertinggi. Inilah mengapa para ahli investasi umumnya menyarankan alokasi 5%-15% dari aset di emas—dapat melindungi dari risiko sekaligus tidak mengurangi total imbal hasil.
Alat investasi semakin beragam
Dulu membeli emas hanya bisa melalui batangan emas, sekarang pilihan sudah sangat beragam. Rekening emas, ETF, kontrak selisih harga, futures, bahkan kalangan kecil pun bisa berpartisipasi. Terutama dengan munculnya ETF emas, transaksi emas menjadi semudah membeli saham. Pada 2024, volume transaksi harian emas mencapai 227 miliar dolar AS, menempati posisi kedua setelah indeks S&P 500, menunjukkan likuiditas pasar yang sangat cukup.
Rasa aman secara psikologis
Jarang orang membahas ini, tetapi sangat penting—memiliki emas dapat memberikan rasa aman secara psikologis. Bahkan jika tidak berencana menjual dalam waktu dekat, melihat kepemilikan emas atau ETF emas di tangan, hati akan merasa lebih tenang. Terutama saat masa gejolak keuangan, “ketenangan hati” ini sendiri memiliki nilai.
Apakah emas benar-benar bisa menjaga nilai? Pandanglah dengan tenang
Tentang menjaga nilai, beredar anggapan di masyarakat bahwa “kalau inflasi tinggi, beli emas, uang tidak akan terdepresiasi.” Secara teori, tidak salah, karena emas sebagai aset fisik, logam mulia yang diakui secara global, tidak akan mengalami depresiasi seperti uang kertas akibat kebijakan.
Namun kenyataannya lebih kompleks. Warren Buffett pernah menyatakan bahwa nilai emas murni berasal dari hubungan permintaan dan penawaran, dan tidak menghasilkan arus kas maupun dividen, sehingga nilai investasinya terbatas.
Dari sudut pandang sejarah, selama 50 tahun terakhir, emas mengalami dua kali pasar bullish besar, sementara waktu lainnya cenderung sideways. Pada periode yang sama, pasar saham meskipun mengalami beberapa crash, secara jangka panjang kenaikannya jauh melampaui emas. Hingga 2024, kenaikan emas lebih dari 104% adalah pencapaian yang mengesankan, tetapi jika dilihat dari jangka panjang, tingkat pengembaliannya sebenarnya tidak terlalu istimewa.
Kesalahan paling umum bagi pemula adalah takut terhadap fluktuasi jangka pendek. Cara yang benar adalah memahami esensi emas dan memilih alat investasi yang tepat, agar bisa benar-benar mendapatkan manfaat dari investasi ini.
Bagaimana cara membeli emas? Analisis satu per satu
1. Membeli emas fisik langsung
Cara paling tradisional dan “nyata”—membeli batangan emas, koin emas, atau emas batik. Bank, toko perhiasan, dan pegadaian menjualnya, sangat mudah didapat.
Keunggulan:
Kekurangan:
Tips pembelian: Prioritaskan batangan dan koin emas. Pastikan memeriksa merek, berat (kemurnian 99,99%), kualitas, dan sertifikat, serta pilih penjual yang terpercaya. Hindari perhiasan dan koin kenang-kenangan, karena harga jual kembali biasanya jauh lebih rendah.
2. Rekening emas (emas kertas)
Juga disebut “emas kertas”, adalah layanan pencatatan elektronik dari bank, harga mengikuti harga spot. Investor dapat kapan saja mengubah rekening menjadi emas fisik untuk diambil.
Keunggulan:
Kekurangan:
Saran investasi: Cocok untuk investor konservatif yang ingin menjaga nilai, tetapi malas repot. Jika ingin transaksi aktif, biaya bisa menggerogoti keuntungan.
3. ETF emas
Produk dana yang terdaftar di bursa saham, portofolionya utama terdiri dari aset emas. ETF emas terbesar di AS adalah SPDR Gold Shares (GLD.US), di pasar Taiwan ada 期元大S&P黃金反1 ETF(00674R.TW) dan lain-lain.
Keunggulan:
Kekurangan:
Cocok untuk: Pemula yang ingin masuk ke dunia emas dengan mudah. Tidak perlu riset mendalam, cukup pilih ETF dengan skala besar dan likuiditas tinggi.
4. Saham perusahaan pertambangan emas
Investasi saham perusahaan tambang emas, seperti Barrick Gold (ABX.US), Newmont Mining (NEM.US), Goldcorp (GG.US) dan lain-lain. Bisa diperdagangkan melalui broker.
Keunggulan:
Kekurangan:
Peringatan risiko: Saham pertambangan sangat volatil, tidak disarankan untuk pemula yang ingin memegang posisi besar.
5. Futures emas
Kontrak standar yang diperdagangkan di bursa, yang paling terkenal adalah futures emas di CBOT AS. Spesifikasi kontrak 100 ons, dengan margin relatif tinggi.
Keunggulan:
Kekurangan:
Target: Trader berpengalaman yang ingin melakukan trading jangka pendek dan bersedia belajar.
6. Kontrak selisih harga emas (CFD)
Perdagangan kontrak CFD emas melalui broker forex, biasanya berdasarkan XAUUSD (harga spot emas dalam dolar AS).
Keunggulan:
Kekurangan:
Cocok untuk: Kalangan kecil dan trader jangka pendek. Dengan sekitar 10 dolar sudah bisa mulai, tetapi harus selalu pakai stop-loss dan manajemen risiko.
Perbandingan cepat: Futures emas vs CFD emas
Bagaimana memulai investasi emas? Langkah nyata
Langkah pertama: Evaluasi tujuan investasi
Apakah ingin menjaga nilai jangka panjang, atau ingin keuntungan jangka pendek? Seberapa besar toleransi risiko? Jawab pertanyaan ini dengan jelas, agar bisa memilih alat yang tepat:
Langkah kedua: Pilih alat investasi yang sesuai
Sesuaikan dengan jumlah dana, frekuensi transaksi, dan toleransi risiko:
Langkah ketiga: Analisis kondisi pasar
Harga emas dipengaruhi banyak faktor:
Pantau indikator ini secara terus-menerus agar bisa memperkirakan apakah emas akan memasuki siklus kenaikan berikutnya.
Langkah keempat: Buka akun dan mulai transaksi
Setelah memilih alat, buka akun di lembaga terkait. Jika memilih CFD, pastikan:
Tips jangka panjang untuk investasi emas
Kalau kamu terus-menerus memperhatikan pergerakan harga emas, hati akan naik turun mengikuti fluktuasi. Nilai investasi emas sebenarnya terletak pada tren jangka panjang, bukan fluktuasi sesaat.
Pengamatan sejarah menunjukkan bahwa emas biasanya mengalami siklus bull market sekitar 10 tahun, diikuti periode koreksi. Pola ini sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global:
Dalam pandangan yang lebih panjang, ada konsep “super cycle”—ketika struktur ekonomi global berubah besar (misalnya munculnya pasar berkembang, meningkatnya permintaan sumber daya), emas bisa mengalami tren bullish selama lebih dari satu dekade. Ini mengajarkan bahwa meskipun fluktuasi jangka pendek keras, tren jangka panjangnya tetap logis.
Saran untuk pemula:
Investasi emas tidak serumit yang dibayangkan. Dengan memilih alat yang tepat, memahami logika pasar, dan mengelola risiko, bahkan kalangan kecil sekalipun bisa secara bertahap menambah kekayaan melalui pembelian emas.