Ketika memasuki dunia investasi kripto, dua kata yaitu APR dan APY sering membingungkan investor pemula. Keduanya berkaitan dengan tingkat pengembalian, tetapi mekanisme kerjanya berbeda secara mendalam. Pemahaman yang keliru dapat menyebabkan Anda melewatkan peluang keuntungan yang baik atau membayar biaya lebih tinggi.
Perbedaan utama antara APY dan APR adalah apa
APR (Annual Percentage Rate) adalah tingkat bunga biasa yang dihitung dari pokok saja, tanpa memperhitungkan bunga berbunga. Sedangkan APY (Annual Percentage Yield) adalah pengembalian sebenarnya karena sudah termasuk efek bunga berbunga, yang biasanya menghasilkan angka yang lebih tinggi dari APR pada tingkat bunga yang sama.
Perbedaan ini sangat penting terutama di dunia kripto, karena bunga berbunga bisa terjadi setiap hari atau bahkan setiap jam.
Untuk perbandingan
APY
APR
Penggabungan bunga
Termasuk
Tidak termasuk
Pengembalian
Lebih tinggi
Lebih rendah
Cocok untuk siapa
Investor/pemberi pinjaman
Peminjam uang
Pertumbuhan modal
Lebih cepat
Lebih lambat
APR dalam kripto: arti dan penggunaannya
APR dalam konteks aset digital merujuk pada total bunga yang diperoleh dari staking atau pinjaman token selama satu tahun.
Contohnya, jika Anda memasukkan 10 Bitcoin (BTC) ke Lending Pool dengan APR 6% dan menguncinya selama 1 tahun, Anda akan mendapatkan 0.6 BTC di luar pokok. Setelah satu tahun, saldo Anda menjadi 10.6 BTC.
Keuntungan dari APR di kripto adalah tanpa biaya tersembunyi. Bunga dihitung hanya dari jumlah uang yang disetor, berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang mungkin mengenakan biaya tambahan.
APR memiliki 2 tipe
APR tetap (Fixed):
Suku bunga tidak berubah selama masa kontrak, sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan secara pasti.
APR variabel (Variable):
Suku bunga berubah sesuai kondisi pasar dan kebijakan platform. Jika pasar sangat fluktuatif, APY bisa naik atau turun.
APY dalam kripto: kekuatan bunga berbunga
APY memperhitungkan bunga berbunga, artinya Anda mendapatkan bunga dari bunga yang sudah diperoleh sebelumnya.
Kembali ke contoh sebelumnya, jika menginvestasikan 10 BTC dengan APR 6% dan menghitung APY dengan bunga berbunga harian, pengembalian nyata akan menjadi 6.18% di tahun pertama, sehingga mendapatkan 0.618 BTC bukan hanya 0.6 BTC.
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, tetapi seiring waktu, perbedaan ini akan semakin besar. Berikut contohnya:
Jika bunga berbunga dilakukan lebih sering, hasilnya akan lebih tinggi:
Bunga berbunga semi-tahunan: 6.09% APY
Bunga berbunga kuartalan: 6.14% APY
Bunga berbunga bulanan: 6.17% APY
Bunga berbunga harian: 6.18% APY
Cara menghitung APR dan APY
Rumus menghitung APR
APR menggunakan rumus paling sederhana:
APR = P × T
di mana:
P = tingkat bunga per periode (misalnya per bulan)
T = periode waktu (dalam tahun)
Contoh: Jika tingkat bunga bulanan adalah 0.5%, maka APR = 0.5% × 12 bulan = 6%
Rumus menghitung APY
APY menggunakan rumus yang memperhitungkan bunga berbunga:
APY = ((1 + r/n)^n - 1)
di mana:
r = tingkat bunga per periode (dalam bentuk desimal)
n = jumlah penggabungan bunga dalam setahun
Contoh perhitungan APY dengan tingkat 6% berbunga harian:
APY = @(1 + 0.06/365)^365 - 1 = 0.0618 atau 6.18%
Penerapan APR dan APY dalam dunia kripto
( Staking: Mendapatkan pendapatan dari memegang token
Staking adalah menyetor token Anda ke blockchain untuk mendukung proses validasi transaksi )Proof-of-Stake### dan mendapatkan bunga sebagai imbalan.
Contohnya, staking Ethereum (ETH) dengan APR 4% di platform DeFi akan memberi Anda penghasilan bunga tahunan. Beberapa platform juga memungkinkan pengambilan bunga setiap hari, yang berarti Anda mendapatkan APY lebih tinggi dari APR.
( Yield Farming: Menyediakan likuiditas dan mendapatkan hadiah
Yield Farming adalah aktivitas investasi pasif di mana Anda memasukkan token ke dalam Liquidity Pool di protokol DeFi untuk menyediakan likuiditas, dan platform akan memberi Anda imbalan berupa APR atau APY.
APY dari Yield Farming biasanya lebih tinggi dari staking biasa, tetapi juga memiliki risiko lebih besar, seperti risiko slippage )slippage### atau risiko protokol.
APY vs APR: Siapa yang lebih diuntungkan?
Untuk investor: APY menawarkan pengembalian yang lebih baik karena bunga berbunga mempercepat pertumbuhan uang Anda. Misalnya, dengan uang 10.000 rupiah di APY 5% berbunga harian selama 3 tahun, Anda akan mendapatkan bunga sebesar 1.576,25 rupiah.
Untuk peminjam: APR lebih menguntungkan karena biasanya lebih rendah, sehingga bunga yang harus dibayar lebih sedikit.
Dalam konteks kripto: Karena tingkat bunga biasanya lebih tinggi dari pasar uang konvensional, investor harus memperhatikan APY dan risiko yang menyertainya. Pengembalian tinggi ≠ tanpa risiko.
Contoh perbandingan APR dan APY dalam situasi nyata
Situasi: Anda menginvestasikan 100.000 rupiah dengan tingkat 5% per tahun.
Jika hanya menggunakan APR:
Tahun 1: menerima 5.000 rupiah → total 105.000 rupiah
Tahun 2: menerima 5.000 rupiah → total 110.000 rupiah
Tahun 3: menerima 5.000 rupiah → total 115.000 rupiah
Jika menggunakan APY (dengan bunga berbunga bulanan ≈ 5.12%):
Tahun 1: menerima 5.120 rupiah → total 105.120 rupiah
Tahun 2: menerima 5.252 rupiah → total 110.372 rupiah
Tahun 3: menerima 5.388 rupiah → total 115.760 rupiah
Perbedaan sekitar 760 rupiah dalam 3 tahun, tetapi semakin lama, keunggulan APY akan semakin nyata. Semakin sering bunga berbunga dilakukan, hasilnya akan semakin meningkat:
Bunga berbunga semi-tahunan: 6.09% APY
Bunga berbunga kuartalan: 6.14% APY
Bunga berbunga bulanan: 6.17% APY
Bunga berbunga harian: 6.18% APY
Peringatan: Tinggi bunga = risiko tinggi
Di dunia kripto, tingkat APR atau APY yang lebih dari 10% per tahun harus diwaspadai. Pastikan untuk memeriksa:
Kepercayaan platform
Risiko protokol
Volatilitas harga token
Memilih antara APR dan APY tergantung pada tujuan investasi Anda, tetapi prinsip utama adalah memahami secara jelas agar tidak menjadi korban bunga yang terlihat menarik tetapi berisiko tinggi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
APY dan APR dalam dunia kripto: Pilih yang mana yang baik, harus memahami perbedaan terlebih dahulu
Ketika memasuki dunia investasi kripto, dua kata yaitu APR dan APY sering membingungkan investor pemula. Keduanya berkaitan dengan tingkat pengembalian, tetapi mekanisme kerjanya berbeda secara mendalam. Pemahaman yang keliru dapat menyebabkan Anda melewatkan peluang keuntungan yang baik atau membayar biaya lebih tinggi.
Perbedaan utama antara APY dan APR adalah apa
APR (Annual Percentage Rate) adalah tingkat bunga biasa yang dihitung dari pokok saja, tanpa memperhitungkan bunga berbunga. Sedangkan APY (Annual Percentage Yield) adalah pengembalian sebenarnya karena sudah termasuk efek bunga berbunga, yang biasanya menghasilkan angka yang lebih tinggi dari APR pada tingkat bunga yang sama.
Perbedaan ini sangat penting terutama di dunia kripto, karena bunga berbunga bisa terjadi setiap hari atau bahkan setiap jam.
APR dalam kripto: arti dan penggunaannya
APR dalam konteks aset digital merujuk pada total bunga yang diperoleh dari staking atau pinjaman token selama satu tahun.
Contohnya, jika Anda memasukkan 10 Bitcoin (BTC) ke Lending Pool dengan APR 6% dan menguncinya selama 1 tahun, Anda akan mendapatkan 0.6 BTC di luar pokok. Setelah satu tahun, saldo Anda menjadi 10.6 BTC.
Keuntungan dari APR di kripto adalah tanpa biaya tersembunyi. Bunga dihitung hanya dari jumlah uang yang disetor, berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang mungkin mengenakan biaya tambahan.
APR memiliki 2 tipe
APR tetap (Fixed): Suku bunga tidak berubah selama masa kontrak, sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan secara pasti.
APR variabel (Variable): Suku bunga berubah sesuai kondisi pasar dan kebijakan platform. Jika pasar sangat fluktuatif, APY bisa naik atau turun.
APY dalam kripto: kekuatan bunga berbunga
APY memperhitungkan bunga berbunga, artinya Anda mendapatkan bunga dari bunga yang sudah diperoleh sebelumnya.
Kembali ke contoh sebelumnya, jika menginvestasikan 10 BTC dengan APR 6% dan menghitung APY dengan bunga berbunga harian, pengembalian nyata akan menjadi 6.18% di tahun pertama, sehingga mendapatkan 0.618 BTC bukan hanya 0.6 BTC.
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, tetapi seiring waktu, perbedaan ini akan semakin besar. Berikut contohnya:
Jika bunga berbunga dilakukan lebih sering, hasilnya akan lebih tinggi:
Cara menghitung APR dan APY
Rumus menghitung APR
APR menggunakan rumus paling sederhana:
APR = P × T
di mana:
Contoh: Jika tingkat bunga bulanan adalah 0.5%, maka APR = 0.5% × 12 bulan = 6%
Rumus menghitung APY
APY menggunakan rumus yang memperhitungkan bunga berbunga:
APY = ((1 + r/n)^n - 1)
di mana:
Contoh perhitungan APY dengan tingkat 6% berbunga harian: APY = @(1 + 0.06/365)^365 - 1 = 0.0618 atau 6.18%
Penerapan APR dan APY dalam dunia kripto
( Staking: Mendapatkan pendapatan dari memegang token
Staking adalah menyetor token Anda ke blockchain untuk mendukung proses validasi transaksi )Proof-of-Stake### dan mendapatkan bunga sebagai imbalan.
Contohnya, staking Ethereum (ETH) dengan APR 4% di platform DeFi akan memberi Anda penghasilan bunga tahunan. Beberapa platform juga memungkinkan pengambilan bunga setiap hari, yang berarti Anda mendapatkan APY lebih tinggi dari APR.
( Yield Farming: Menyediakan likuiditas dan mendapatkan hadiah
Yield Farming adalah aktivitas investasi pasif di mana Anda memasukkan token ke dalam Liquidity Pool di protokol DeFi untuk menyediakan likuiditas, dan platform akan memberi Anda imbalan berupa APR atau APY.
APY dari Yield Farming biasanya lebih tinggi dari staking biasa, tetapi juga memiliki risiko lebih besar, seperti risiko slippage )slippage### atau risiko protokol.
APY vs APR: Siapa yang lebih diuntungkan?
Untuk investor: APY menawarkan pengembalian yang lebih baik karena bunga berbunga mempercepat pertumbuhan uang Anda. Misalnya, dengan uang 10.000 rupiah di APY 5% berbunga harian selama 3 tahun, Anda akan mendapatkan bunga sebesar 1.576,25 rupiah.
Untuk peminjam: APR lebih menguntungkan karena biasanya lebih rendah, sehingga bunga yang harus dibayar lebih sedikit.
Dalam konteks kripto: Karena tingkat bunga biasanya lebih tinggi dari pasar uang konvensional, investor harus memperhatikan APY dan risiko yang menyertainya. Pengembalian tinggi ≠ tanpa risiko.
Contoh perbandingan APR dan APY dalam situasi nyata
Situasi: Anda menginvestasikan 100.000 rupiah dengan tingkat 5% per tahun.
Jika hanya menggunakan APR:
Jika menggunakan APY (dengan bunga berbunga bulanan ≈ 5.12%):
Perbedaan sekitar 760 rupiah dalam 3 tahun, tetapi semakin lama, keunggulan APY akan semakin nyata. Semakin sering bunga berbunga dilakukan, hasilnya akan semakin meningkat:
Peringatan: Tinggi bunga = risiko tinggi
Di dunia kripto, tingkat APR atau APY yang lebih dari 10% per tahun harus diwaspadai. Pastikan untuk memeriksa:
Memilih antara APR dan APY tergantung pada tujuan investasi Anda, tetapi prinsip utama adalah memahami secara jelas agar tidak menjadi korban bunga yang terlihat menarik tetapi berisiko tinggi.