Trading Divergence untuk Mendapatkan Keuntungan: Teknik yang Harus Diketahui Trader

Divergence berarti deviasi atau sinyal konflik antara pergerakan harga dengan indikator teknikal. Ketika harga bergerak ke satu arah, tetapi indikator menunjukkan arah yang berbeda, ini menjadi sinyal peringatan yang berharga. Trader profesional menggunakan alat ini untuk menangkap momen pembalikan atau kelanjutan tren.

Apa itu Divergence sebenarnya dan mengapa terjadi

Jika dilihat lebih dalam, Divergence terjadi ketika momentum harga (yang diukur dari indikator) tidak seimbang dengan pergerakan yang terlihat di chart. Misalnya, harga membuat titik terendah yang semakin dalam (Lower Low), tetapi RSI atau MACD tidak turun sesuai atau malah mulai naik. Ini adalah sinyal bahwa tren turun sedang melemah dan mungkin akan berbalik.

Sebagian besar divergence muncul saat pasar berada di zona overbought (Overbought) atau oversold (Oversold). Ini adalah saat indikator RSI berada di atas 70 atau di bawah 30. Umumnya, trader menggunakan divergence untuk menangkap momen masuk dan keluar posisi. Penting untuk mengetahui bahwa divergence yang terjadi termasuk dalam dua jenis Regular Divergence (menunjukkan pembalikan) atau Hidden Divergence (menunjukkan kelanjutan tren), karena strategi trading berbeda secara signifikan.

Regular Divergence: Sinyal bahwa tren akan berbalik

Regular Divergence terjadi ketika harga membuat higher high atau lower low, tetapi indikator tidak mengonfirmasi hal yang sama. Situasi ini menunjukkan bahwa tren saat ini sedang melemah dan berpotensi berbalik.

Bullish Divergence:Momen yang baik dalam pasar bearish

Ketika harga mencapai titik terendah baru (Lower Low) secara berurutan, tetapi RSI atau MACD tidak turun sesuai atau malah naik, ini disebut Bullish Divergence. Artinya, meskipun harga tampak kuat, volume pergerakan (yang diukur dari momentum) sudah berkurang. Ini adalah peringatan bahwa tren turun mulai melemah.

Cara masuk posisi: Tunggu harga menunjukkan pembalikan yang jelas, seperti candlestick hijau besar. Tempatkan Stop Loss di bawah low sebelumnya, lalu masuk posisi Long mengikuti tren baru.

Bearish Divergence:Peringatan saat tren naik mulai jenuh

Berbeda dengan Bullish Divergence, jika harga membuat higher high (Higher High) tetapi RSI atau MACD tidak naik sesuai atau malah keluar dari tren, maka sistem Bearish Divergence memberi tahu bahwa tren naik mulai melemah. Risiko pembalikan cukup tinggi.

Cara masuk posisi: Saat sinyal koreksi turun terlihat jelas (candlestick merah atau harga menembus resistance), kurangi posisi atau masuk Short dengan Stop Loss di atas high candlestick sebelumnya.

Hidden Divergence: Ketika tren belum berakhir

Hidden Divergence menunjukkan hal yang berlawanan dengan Regular Divergence. Terjadi saat harga berayun dengan lemah (untuk tren saat ini), tetapi indikator menunjukkan sinyal yang tidak sejalan. Ini berarti tren yang sedang berlangsung belum selesai dan akan berlanjut.

Hidden Bullish Divergence:Saat harga turun dengan lemah

Ketika harga sedang naik atau naik lagi, tetapi saat berayun turun sedikit (Lower Low dengan magnitude lebih kecil), RSI atau MACD tetap menunjukkan tren turun yang kuat. Sistem ini menunjukkan bahwa penurunan hanyalah rebound sementara, dan tren naik akan berlanjut.

Cara menggunakan: Jika harga menembus resistance sebelumnya, masuk posisi Long dan harapkan harga terus naik.

Hidden Bearish Divergence:Saat harga naik dengan lemah

Dalam tren turun, jika harga rebound sedikit (Higher High yang lemah), tetapi MACD atau RSI tetap menunjukkan kekuatan penurunan, ini menandakan rebound hanyalah pullback. Tren turun akan berlanjut.

Cara menggunakan: Jika harga menembus support di bawah, masuk posisi Short dan targetkan harga lebih rendah.

Indikator yang membantu mendeteksi Divergence dengan baik

RSI (Relative Strength Index)

RSI mengukur kekuatan kenaikan dan penurunan harga. RSI di atas 70 menunjukkan overbought, di bawah 30 menunjukkan oversold. Area ini sering menjadi tempat munculnya divergence. Trader biasanya mencari saat RSI berada di zona ini, tetapi harga tidak mengikuti pergerakan tersebut.

MACD (Moving Average Convergence Divergence)

MACD melihat tren melalui perbandingan dua garis rata-rata bergerak. Ketika MACD naik, menunjukkan tren naik; turun, menunjukkan tren turun. Jika harga naik tetapi MACD turun (atau sebaliknya), ini adalah divergence yang jelas.

Williams Percent Range (%R)

%R bekerja mirip RSI, mengukur overbought/oversold dengan level 0–100. -80 ke bawah berarti oversold, -20 ke atas berarti overbought. Di area ini, divergence sering muncul.

Cara trading divergence agar efektif

Langkah 1:Konfirmasi tren saat ini

Sebelum mencari sinyal divergence, periksa dulu apakah tren sedang naik atau turun. Lihat Higher High/Lower Low atau Lower High/Lower Low.

Langkah 2:Amati indikator

Perhatikan apakah indikator seperti RSI, MACD, atau %R berada di zona Overbought/Oversold. Di sinilah divergence sering muncul.

Langkah 3:Tentukan waktu masuk dan keluar

  • Regular Divergence: Jika sinyal sudah jelas, tunggu harga berbalik, lalu masuk posisi berlawanan arah.
  • Hidden Divergence: Jika harga menembus batas, masuk posisi mengikuti tren utama.

Langkah 4:Kelola risiko

Selalu pasang Stop Loss, meskipun sinyal terlihat sangat bagus. Divergence tidak 100% akurat, dan sering terjadi false signal. Banyak divergence muncul tanpa perubahan tren yang nyata.

Contoh nyata

Regular Bullish Divergence dalam pasar bearish

Harga BTC/USD turun ke 30.000 (Lower Low), RSI mencapai 25, tetapi saat turun lagi ke 28.000 (lebih rendah), RSI malah naik ke 35, tidak lebih rendah dari sebelumnya → Ini adalah Bullish Divergence. Masuk posisi Long saat candlestick hijau besar.

Hidden Bearish Divergence dalam pasar bearish

Harga ETH dalam tren turun, turun ke 2.000 (Low), MACD membuat titik terendah di -150. Kemudian, harga rebound ke 2.100 (Higher High), MACD naik ke -80 (tetapi tetap negatif dan menunjukkan kekuatan tren turun. Ini sinyal bahwa rebound hanyalah ayunan, dan masuk posisi Short saat harga turun lagi.

Tips agar tidak terlewat

  1. Bukan sinyal 100%: Divergence hanyalah “pengumuman” tren, bukan sinyal pasti.
  2. Gunakan bersama alat lain: Gabungkan divergence dengan support/resistance dan trendline untuk akurasi lebih tinggi.
  3. Timeframe penting: Divergence di Daily Chart lebih kuat daripada di 4H Chart.
  4. Tunggu sinyal konfirmasi: Tidak perlu masuk langsung, biarkan pembalikan atau breakout berjalan normal dulu sebelum masuk.

Kesimpulan

Divergence berarti “berpaling arah” antara harga dan momentum. Ini adalah alat yang membantu trader melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh mata biasa. Baik menggunakan Regular Divergence untuk mendeteksi pembalikan, maupun Hidden Divergence untuk mengikuti tren, kunci keberhasilan adalah memahami jenis divergence yang muncul dan mencari sinyal pendukung lainnya. Dengan begitu, + pengelolaan risiko yang baik = formula untuk profit berkelanjutan.

BTC-0,5%
ETH-0,8%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)