Logam perak (Silver): Mengapa harganya melonjak tajam dan bagaimana memilih investasi yang tepat

Bulan lalu, pasar logam mulia bahkan mengatakan bahwa tren Silver (batang perak) kembali naik. Salah satu faktor utama adalah penilaian ulang terhadap nilai relatif terhadap emas, yang menunjukkan bahwa saat ini batang perak mungkin dinilai terlalu rendah. Mari kita lihat alasan apa yang mendorong Silver menjadi peluang investasi yang menarik dan metode mana yang cocok untuk investor Thailand dalam memasuki pasar ini.

Permintaan Industri vs Masalah Pasokan: Fakta yang Menggerakkan Harga

Kenaikan harga Silver yang kita lihat bukanlah kebetulan semata. Data dari laporan terbaru lembaga riset logam mulia global menunjukkan gambaran yang jelas: pasar Silver sedang menghadapi defisit struktural yang signifikan.

Pada tahun 2024, permintaan Silver dari sektor industri mencapai rekor tertinggi sebesar 680,5 juta ons, sementara pasokan dari produksi dan daur ulang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Situasi ini telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut.

Tiga faktor industri ini mendorong permintaan:

Energi surya membutuhkan batang perak dalam jumlah besar karena perak adalah konduktor listrik dan panas terbaik secara alami. Kendaraan listrik membutuhkan Silver untuk komponen umum. Jaringan 5G dan sistem AI juga memerlukan Silver dalam proses pertambangan mereka.

Itulah sebabnya para pelaku industri mengatakan bahwa Silver bukan hanya logam mulia tradisional, tetapi juga merupakan “sumber bahaya” dari teknologi masa depan.

Mengapa Silver Lebih Menarik daripada Emas Saat Ini

Rasio Emas/Silver: Indikator yang Mengungkapkan Kebenaran

Alat yang digunakan untuk menilai apakah Silver murah atau mahal dibandingkan emas adalah “rasio emas terhadap perak” atau Gold/Silver Ratio (GSR), yang menunjukkan berapa ons Silver yang diperlukan untuk membeli 1 ons emas.

Saat ini, GSR masih tinggi sekitar 84:1, membuat banyak investor melihat bahwa pasar belum memberi harga yang adil terhadap Silver dibandingkan dengan karakteristik industri yang tak tergantikan.

Pasar Silver 10 Kali Lebih Kecil dari Emas

Ukuran pasar Silver sekitar 2,7 triliun dolar AS, dibandingkan dengan emas sebesar 30 triliun dolar AS. Pasar yang lebih kecil ini berarti bahwa ketika dana mengalir masuk, dampaknya terhadap harga Silver akan 2-3 kali lebih besar daripada emas, yang bisa menjadi pedang bermata dua bagi investor.

Faktor Makroekonomi yang Mempengaruhi Harga Silver

Kebijakan Moneter dan Suku Bunga

Ketika suku bunga turun, aset yang tidak memberikan bunga seperti Silver akan lebih diminati. Penurunan suku bunga pada tahun 2025 menjadi faktor pendorong yang akan meningkatkan harga Silver.

Dolar AS

Secara umum, harga Silver bergerak berlawanan arah dengan dolar. Ketika dolar melemah, investor yang memegang mata uang lain dapat membeli Silver dengan harga lebih murah, yang mendorong permintaan.

Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi

Silver dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi (Inflation Hedge). Dalam masa ketidakpastian, investor berbondong-bondong mencari aset berharga untuk menjaga kekayaan mereka.

Sejarah Silver dan Perannya di Era Baru Dunia

Sejarah Silver sebagai uang kuno telah berlangsung lebih dari 4.000 tahun, mulai dari digunakan sebagai media pertukaran kuno hingga menjadi “mata uang pertama di dunia” yang diakui di seluruh benua. Pada abad ke-16, peran ini berakhir ketika sistem standar logam perak dihapuskan. Namun, Silver tetap diproduksi dalam bentuk batang dan koin untuk investasi.

Karakteristik yang menjadikan Silver sebagai logam penting era baru:

  • Konduktor listrik dan panas terbaik (lebih baik dari emas), menjadikannya komponen penting dalam semua elektronik.
  • Refleksi cahaya tertinggi, meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi listrik.
  • Sifat antibakteri, digunakan secara luas di bidang medis.
  • Fleksibel dan mudah diproses, cocok untuk mikroelektronik kecil.

Semua ini menjelaskan mengapa Silver menjadi bagian dari teknologi yang akan menentukan masa depan.

Perbandingan Karakteristik Investasi: Emas vs Batang Perak

Karakteristik Emas Silver
Ukuran pasar Sekitar 30 triliun dolar AS Sekitar 2,7 triliun dolar AS
Permintaan industri 10-15% dari total permintaan 55-60% dari total permintaan
Cadangan bank sentral Aset cadangan utama Tidak signifikan
Volatilitas Lebih rendah 2-3 kali lebih tinggi
GSR (Saat ini) - Sekitar 84:1 (lebih tinggi dari rata-rata)
Peran utama Aset aman Campuran (aman + industri)

Fakta penting: Bank sentral memegang emas sebagai cadangan, tetapi tidak Silver, sehingga harga Silver lebih berkaitan dengan siklus ekonomi. Namun, Silver juga didorong oleh faktor pertumbuhan dari sektor industri yang tidak dimiliki emas.

Cara Investasi Silver untuk Investor Thailand

1. Memegang Silver Fisik

Cara paling tradisional adalah membeli batang atau koin Silver.

Kelebihan: Memiliki aset nyata, tidak berisiko dari pihak ketiga, tingkat privasi tinggi.

Kekurangan: Modal awal tinggi, spread harga (Premium) tinggi, biaya penyimpanan dan asuransi, likuiditas rendah.

2. Investasi melalui dana dan saham pertambangan

Cara tidak langsung yang hemat biaya.

Investasi melalui reksa dana: Modal minimum lebih rendah, likuiditas tinggi, tidak perlu khawatir soal penyimpanan.

Saham pertambangan: Untuk investor yang dapat mengakses pasar saham luar negeri.

Kekurangan: Risiko spesifik perusahaan, harga mungkin tidak sejalan dengan harga Silver di pasar global.

3. Pasar futures

Untuk investor berpengalaman di pasar derivatif.

Kelebihan: Modal awal kecil (Leverage).

Kekurangan: Risiko sangat tinggi, kompleks, ada tanggal kadaluarsa kontrak.

4. Kontrak selisih (CFD)

Cara yang fleksibel dan mudah diakses untuk spekulasi jangka pendek hingga menengah.

Kelebihan: Modal kecil, tidak perlu menyimpan fisik, bisa mendapatkan keuntungan dari pasar turun, likuiditas tinggi.

Kekurangan: Risiko leverage tinggi, pilih broker terpercaya.

Peluang dan Risiko Investasi Silver

Peluang yang Terlihat

Potensi imbal hasil tinggi: Volatilitas tinggi dan GSR yang tinggi memberi peluang Silver menghasilkan imbal hasil lebih besar daripada emas dalam kondisi pasar yang baik.

Permintaan industri yang stabil: Transisi ke energi bersih dan dunia digital adalah tren utama yang akan mendukung permintaan Silver selama bertahun-tahun.

Harga terjangkau: Harga per ons lebih rendah dari emas, memudahkan investor ritel untuk berpartisipasi.

Lindung nilai terhadap inflasi: Sejarah panjang dalam menjaga nilai.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Volatilitas tinggi: Bisa menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat.

Rentan terhadap kondisi ekonomi: Saat ekonomi melambat, permintaan dari sektor industri menurun, harga Silver bisa turun.

Tidak ada hasil kedua: Tidak ada bunga atau dividen, keuntungan berasal dari selisih harga saja.

Kesimpulan: Silver untuk Siapa?

Untuk investor jangka panjang yang menginginkan stabilitas tertinggi, emas tetap menjadi pilihan standar.

Namun, untuk investor yang bersedia menanggung risiko lebih tinggi demi imbal hasil lebih baik, faktor saat ini menunjukkan bahwa Silver menarik: harga murah dibandingkan emas, permintaan industri meningkat, dan pasokan tidak mencukupi.

Intinya: Pilih metode investasi yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko Anda, baik itu memegang fisik, berinvestasi melalui dana, atau trading kontrak.

Silver bisa menjadi nilai tersembunyi dalam portofolio Anda, tetapi ingat bahwa setiap investasi memiliki risiko. Pengambilan keputusan yang bijak dan edukasi lengkap adalah kunci keberhasilan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)