Sinyal rebound setelah penurunan tajam, pembentukan support teknikal
XAG/USD( sedang menunjukkan kenaikan di kisaran $64.95 selama sesi Asia. Setelah rekor tertinggi baru tercapai, pesanan ambil keuntungan menjadi lebih aktif, tetapi para ahli pasar menilai bahwa kedalaman koreksi mungkin terbatas. Terutama, garis psikologis utama di sekitar $63 berfungsi sebagai support, sehingga situasi di mana penurunan lebih lanjut dapat ditahan sedang terbentuk.
Inflasi AS melemah, skenario ‘FOMC tambahan’ kembali mengemuka
Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS) (BLS() yang dirilis hari Kamis lalu, indeks harga konsumen) (CPI() bulan November hanya meningkat sebesar 2.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah konsensus pasar sebesar 3.1%. Yang lebih menarik adalah CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi yang sangat volatil, tercatat sebesar 2.6%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan 3.0%, dan merupakan tingkat kenaikan terendah sejak tahun 2021.
Dampak perlambatan inflasi yang lebih dari perkiraan meningkatkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan. Pendapatan dari bunga yang tidak ada pada aset tanpa hasil seperti XAG/USD) akan berkurang biaya kepemilikan saat suku bunga turun, sehingga berperan sebagai faktor utama dalam kenaikan harga. Pergerakan koreksi saat ini dipandang sebagai proses istirahat sejenak setelah lonjakan jangka pendek, bukan perubahan arah tren.
Ketegangan AS-Venezuela meningkat, penguatan preferensi aset aman
Risiko geopolitik juga mulai menjadi faktor pendukung pasar emas(. Menurut laporan dari The New York Times, pemerintah Venezuela telah menginstruksikan pengawalan militer terhadap kapal minyak. Langkah ini dinilai sebagai tindakan yang dapat meningkatkan risiko bentrokan antara kedua negara, setelah pemerintahan Trump menginstruksikan kebijakan “blokade)blockade” terhadap industri minyak Venezuela.
Semakin tidak stabilnya situasi internasional, semakin besar kecenderungan investor untuk menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke aset aman. Logam mulia termasuk emas berfungsi sebagai aset safe haven secara klasik, sehingga ketidakpastian geopolitik yang meningkat dapat memperkuat daya tahan harga. Akhirnya, sinyal pelonggaran dari The Fed dan ketegangan geopolitik yang kompleks menciptakan kondisi di mana support teknikal di sekitar $63 tetap terjaga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perak mengamati level psikologis $63 di tengah pelemahan pasar spot… Harapan 'pelonggaran Fed' membatasi tingkat penurunan
Sinyal rebound setelah penurunan tajam, pembentukan support teknikal
XAG/USD( sedang menunjukkan kenaikan di kisaran $64.95 selama sesi Asia. Setelah rekor tertinggi baru tercapai, pesanan ambil keuntungan menjadi lebih aktif, tetapi para ahli pasar menilai bahwa kedalaman koreksi mungkin terbatas. Terutama, garis psikologis utama di sekitar $63 berfungsi sebagai support, sehingga situasi di mana penurunan lebih lanjut dapat ditahan sedang terbentuk.
Inflasi AS melemah, skenario ‘FOMC tambahan’ kembali mengemuka
Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS) (BLS() yang dirilis hari Kamis lalu, indeks harga konsumen) (CPI() bulan November hanya meningkat sebesar 2.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah konsensus pasar sebesar 3.1%. Yang lebih menarik adalah CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi yang sangat volatil, tercatat sebesar 2.6%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan 3.0%, dan merupakan tingkat kenaikan terendah sejak tahun 2021.
Dampak perlambatan inflasi yang lebih dari perkiraan meningkatkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan. Pendapatan dari bunga yang tidak ada pada aset tanpa hasil seperti XAG/USD) akan berkurang biaya kepemilikan saat suku bunga turun, sehingga berperan sebagai faktor utama dalam kenaikan harga. Pergerakan koreksi saat ini dipandang sebagai proses istirahat sejenak setelah lonjakan jangka pendek, bukan perubahan arah tren.
Ketegangan AS-Venezuela meningkat, penguatan preferensi aset aman
Risiko geopolitik juga mulai menjadi faktor pendukung pasar emas(. Menurut laporan dari The New York Times, pemerintah Venezuela telah menginstruksikan pengawalan militer terhadap kapal minyak. Langkah ini dinilai sebagai tindakan yang dapat meningkatkan risiko bentrokan antara kedua negara, setelah pemerintahan Trump menginstruksikan kebijakan “blokade)blockade” terhadap industri minyak Venezuela.
Semakin tidak stabilnya situasi internasional, semakin besar kecenderungan investor untuk menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke aset aman. Logam mulia termasuk emas berfungsi sebagai aset safe haven secara klasik, sehingga ketidakpastian geopolitik yang meningkat dapat memperkuat daya tahan harga. Akhirnya, sinyal pelonggaran dari The Fed dan ketegangan geopolitik yang kompleks menciptakan kondisi di mana support teknikal di sekitar $63 tetap terjaga.