Di era di mana inflasi tinggi dan suku bunga rendah bergantian, investor tradisional menghadapi situasi yang memalukan: bunga deposito bank tidak mampu mengimbangi kenaikan harga, ambang investasi obligasi terlalu tinggi, sementara saham biasa sangat fluktuatif dan sulit diprediksi. Pada saat ini, saham preferen yang merupakan instrumen investasi di antara obligasi dan saham mulai mendapatkan perhatian. Apakah ini bisa menjadi pilihan untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil?
Apa Itu Saham Preferen? Perbedaan Esensial dengan Saham Biasa
Pertama, perlu membedakan dua konsep ini. Saham biasa mewakili kepemilikan atas perusahaan, di mana pemegang saham dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan (hak suara), tetapi dividen tergantung pada laba perusahaan—ketika ekonomi baik, dividen besar, jika tidak, bisa nol.
Saham preferen memiliki aturan berbeda. Saat perusahaan menerbitkan saham preferen, biasanya diumumkan terlebih dahulu jumlah atau rasio dividen tahunan, yang berarti bahwa terlepas dari kinerja perusahaan, pemegang saham preferen memiliki hak prioritas dalam pembagian laba. Ketika laba terbatas, dividen saham preferen harus dibayar terlebih dahulu, baru kemudian dividen saham biasa.
Namun, perlu diingat, jika perusahaan mengalami kerugian, pemegang saham preferen juga mungkin tidak menerima dividen. Tetapi jika investor membeli saham preferen kumulatif, dividen yang belum dibayar akan dikumpulkan setiap tahun dan dibayarkan setelah perusahaan kembali memperoleh laba.
Ringkasan Karakteristik Utama Saham Preferen
Karakteristik
Saham Biasa
Saham Preferen
Distribusi Dividen
Diputuskan oleh dewan direksi berdasarkan laba
Sudah ditetapkan jumlah/rasio tetap saat penerbitan
Hak Suara Pemegang Saham
Biasanya memiliki
Biasanya tidak memiliki
Potensi Apresiasi Modal
Dipengaruhi pertumbuhan perusahaan, fleksibel
Dipengaruhi tingkat dividen, ruang terbatas
Urutan Pembayaran
Terakhir
Prioritas di atas saham biasa
Stabilitas Harga
Fluktuasi besar
Relatif stabil
Tingkat Risiko
Lebih tinggi
Lebih rendah
Singkatnya, saham preferen menggabungkan karakteristik saham dan obligasi—seperti obligasi yang menawarkan arus kas stabil, tetapi juga memiliki likuiditas seperti saham yang terdaftar.
Varian Bentuk Saham Preferen
Berdasarkan ketentuan, saham preferen dapat dibagi menjadi beberapa tipe:
Perpetual vs Terbatas Waktu
Saham preferen perpetual tidak memiliki tanggal jatuh tempo atau masa pelunasan, sehingga investor dapat menerima dividen dalam jangka panjang. Sebaliknya, beberapa saham preferen diterbitkan dengan masa tertentu, dan perusahaan dapat membeli kembali sesuai harga penerbitan, yang dapat memutus rencana arus kas jangka panjang investor.
Kumulatif vs Non-Kumulatif
Saham preferen kumulatif memungkinkan perusahaan menunda pembayaran dividen tahun tertentu dan membayar kembali di masa mendatang; saham non-kumulatif tidak memiliki hak ini, dividen tahun tersebut akan hangus.
Partisipasi
Beberapa saham preferen dapat menerima bagian dari laba lebih dari dividen tetap, misalnya berbagi laba lebih saat tahun laba perusahaan sangat tinggi; kebanyakan tidak memiliki mekanisme ini.
Konversi
Sebagian kecil saham preferen memungkinkan konversi ke saham biasa sesuai kondisi tertentu, dan harga saham preferen ini cenderung mengikuti pergerakan saham biasa.
Kondisi Pasar dan Contoh Saham Preferen di Taiwan
Jumlah saham preferen di pasar saham Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan saham biasa, sehingga pilihan investor terbatas. Berdasarkan data dari platform findbillion, saat ini saham preferen yang terdaftar di Taiwan meliputi:
Shin Kong Financial Holding (2888A) dan Shin Kong Financial (2888B): Kedua saham ini memiliki tingkat dividen lebih dari 5%, meskipun harga saham Shin Kong Financial tidak terlalu baik, namun kondisi bisnisnya stabil, dan tidak ada kerugian jangka pendek, sehingga risiko distribusi dividen relatif terkendali.
Saham preferen Taiwan Cement: Diterbitkan tahun 2018, nominal 50 yuan, bunga tetap 1,75 yuan per tahun, dengan tingkat dividen 3,5%.
Sebagian besar saham ini diterbitkan oleh grup keuangan besar atau industri utama, dengan risiko relatif rendah.
Dua Strategi Investasi Saham Preferen
Strategi 1: Memilih Saham Tertentu
Cocok untuk investor yang memiliki waktu dan kemampuan riset. Fokus pada dua aspek: apakah saham dapat ditebus kembali lebih awal (pengaruh terhadap jangka waktu pengembalian), dan apakah dapat dikonversi ke saham biasa (dipengaruhi fluktuasi harga saham biasa).
Strategi 2: ETF Saham Preferen
Bagi yang sibuk atau pemula, lebih praktis melalui dana indeks bertema saham preferen (misalnya, Yuanta Taiwan High Dividend 20 Index ETF〈020008〉). ETF secara otomatis mendiversifikasi risiko, dan investor tidak perlu mempelajari satu per satu ketentuan penebusan atau konversi.
Kelebihan dan Kekurangan Investasi Saham Preferen
Kelebihan
Dividen Stabil: Rasio dividen tetap memudahkan perencanaan keuangan, cocok untuk pensiunan atau investor konservatif
Harga Stabil: Karena dividen jelas, fluktuasi harga biasanya lebih kecil dibanding saham biasa, disukai institusi
Dukungan Kredit Perusahaan: Banyak diterbitkan oleh perusahaan besar yang stabil, risiko kebangkrutan relatif rendah
Kekurangan
Terbatas pada Pertumbuhan: Saat perusahaan berkembang pesat, pemegang saham preferen sulit berbagi keuntungan lebih
Batasan kenaikan harga: Meskipun prospek perusahaan cerah, harga saham preferen cenderung mengikuti tingkat dividen, ruang kenaikan terbatas
Risiko Pelunasan Dini: Jika penerbit melakukan pelunasan lebih awal, rencana jangka panjang bisa terganggu, dan sulit mencari pengganti yang setara
Siapa yang Cocok Menginvestasikan di Saham Preferen?
Kandidat terbaik
Pensiunan atau yang mendekati pensiun, membutuhkan pendapatan pasif stabil
Risiko rendah, mengutamakan perlindungan modal
Ingin diversifikasi aset, mengurangi volatilitas portofolio secara keseluruhan
Yang kurang cocok
Investor muda, dengan horizon waktu panjang dan mencari pertumbuhan tinggi
Trader aktif, karena likuiditas saham preferen yang rendah dan spread kecil tidak cocok untuk trading jangka pendek
Penutup
Esensi dari saham preferen adalah “arus kas yang stabil” dan “volatilitas rendah”, sebagai aset defensif di era inflasi. Ia tidak mampu memberikan imbal hasil tinggi seperti saham biasa, tetapi dapat menyediakan pendapatan bunga yang relatif pasti di pasar yang tidak pasti.
Sebelum berinvestasi, tanyakan tiga hal: apakah kondisi fundamental perusahaan stabil (pengaruh terhadap kepastian dividen), apakah saham dapat ditebus kembali (pengaruh terhadap jangka waktu), dan apakah profil risiko Anda sesuai (jangan berharap pertumbuhan tinggi). Dengan melakukan riset dan memilih saham preferen yang tepat, atau melalui ETF secara sederhana, aset Anda dapat meningkat secara perlahan di era inflasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penghasilan yang tidak tergerus oleh inflasi—Memahami Investasi Saham Preferen di Taiwan
Mengapa Perlu Memperhatikan Saham Preferen?
Di era di mana inflasi tinggi dan suku bunga rendah bergantian, investor tradisional menghadapi situasi yang memalukan: bunga deposito bank tidak mampu mengimbangi kenaikan harga, ambang investasi obligasi terlalu tinggi, sementara saham biasa sangat fluktuatif dan sulit diprediksi. Pada saat ini, saham preferen yang merupakan instrumen investasi di antara obligasi dan saham mulai mendapatkan perhatian. Apakah ini bisa menjadi pilihan untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil?
Apa Itu Saham Preferen? Perbedaan Esensial dengan Saham Biasa
Pertama, perlu membedakan dua konsep ini. Saham biasa mewakili kepemilikan atas perusahaan, di mana pemegang saham dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan (hak suara), tetapi dividen tergantung pada laba perusahaan—ketika ekonomi baik, dividen besar, jika tidak, bisa nol.
Saham preferen memiliki aturan berbeda. Saat perusahaan menerbitkan saham preferen, biasanya diumumkan terlebih dahulu jumlah atau rasio dividen tahunan, yang berarti bahwa terlepas dari kinerja perusahaan, pemegang saham preferen memiliki hak prioritas dalam pembagian laba. Ketika laba terbatas, dividen saham preferen harus dibayar terlebih dahulu, baru kemudian dividen saham biasa.
Namun, perlu diingat, jika perusahaan mengalami kerugian, pemegang saham preferen juga mungkin tidak menerima dividen. Tetapi jika investor membeli saham preferen kumulatif, dividen yang belum dibayar akan dikumpulkan setiap tahun dan dibayarkan setelah perusahaan kembali memperoleh laba.
Ringkasan Karakteristik Utama Saham Preferen
Singkatnya, saham preferen menggabungkan karakteristik saham dan obligasi—seperti obligasi yang menawarkan arus kas stabil, tetapi juga memiliki likuiditas seperti saham yang terdaftar.
Varian Bentuk Saham Preferen
Berdasarkan ketentuan, saham preferen dapat dibagi menjadi beberapa tipe:
Perpetual vs Terbatas Waktu
Saham preferen perpetual tidak memiliki tanggal jatuh tempo atau masa pelunasan, sehingga investor dapat menerima dividen dalam jangka panjang. Sebaliknya, beberapa saham preferen diterbitkan dengan masa tertentu, dan perusahaan dapat membeli kembali sesuai harga penerbitan, yang dapat memutus rencana arus kas jangka panjang investor.
Kumulatif vs Non-Kumulatif
Saham preferen kumulatif memungkinkan perusahaan menunda pembayaran dividen tahun tertentu dan membayar kembali di masa mendatang; saham non-kumulatif tidak memiliki hak ini, dividen tahun tersebut akan hangus.
Partisipasi
Beberapa saham preferen dapat menerima bagian dari laba lebih dari dividen tetap, misalnya berbagi laba lebih saat tahun laba perusahaan sangat tinggi; kebanyakan tidak memiliki mekanisme ini.
Konversi
Sebagian kecil saham preferen memungkinkan konversi ke saham biasa sesuai kondisi tertentu, dan harga saham preferen ini cenderung mengikuti pergerakan saham biasa.
Kondisi Pasar dan Contoh Saham Preferen di Taiwan
Jumlah saham preferen di pasar saham Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan saham biasa, sehingga pilihan investor terbatas. Berdasarkan data dari platform findbillion, saat ini saham preferen yang terdaftar di Taiwan meliputi:
Sebagian besar saham ini diterbitkan oleh grup keuangan besar atau industri utama, dengan risiko relatif rendah.
Dua Strategi Investasi Saham Preferen
Strategi 1: Memilih Saham Tertentu
Cocok untuk investor yang memiliki waktu dan kemampuan riset. Fokus pada dua aspek: apakah saham dapat ditebus kembali lebih awal (pengaruh terhadap jangka waktu pengembalian), dan apakah dapat dikonversi ke saham biasa (dipengaruhi fluktuasi harga saham biasa).
Strategi 2: ETF Saham Preferen
Bagi yang sibuk atau pemula, lebih praktis melalui dana indeks bertema saham preferen (misalnya, Yuanta Taiwan High Dividend 20 Index ETF〈020008〉). ETF secara otomatis mendiversifikasi risiko, dan investor tidak perlu mempelajari satu per satu ketentuan penebusan atau konversi.
Kelebihan dan Kekurangan Investasi Saham Preferen
Kelebihan
Kekurangan
Siapa yang Cocok Menginvestasikan di Saham Preferen?
Kandidat terbaik
Yang kurang cocok
Penutup
Esensi dari saham preferen adalah “arus kas yang stabil” dan “volatilitas rendah”, sebagai aset defensif di era inflasi. Ia tidak mampu memberikan imbal hasil tinggi seperti saham biasa, tetapi dapat menyediakan pendapatan bunga yang relatif pasti di pasar yang tidak pasti.
Sebelum berinvestasi, tanyakan tiga hal: apakah kondisi fundamental perusahaan stabil (pengaruh terhadap kepastian dividen), apakah saham dapat ditebus kembali (pengaruh terhadap jangka waktu), dan apakah profil risiko Anda sesuai (jangan berharap pertumbuhan tinggi). Dengan melakukan riset dan memilih saham preferen yang tepat, atau melalui ETF secara sederhana, aset Anda dapat meningkat secara perlahan di era inflasi.