Ingin berpartisipasi dalam investasi IPO? Pelajari dulu apa itu IPO di pasar saham Hong Kong dan AS, serta apa perbedaan syarat pencatatan di kedua pasar tersebut
Perusahaan startup dari 0 ke 1 mengandalkan pendanaan, tetapi dari 1 ke 100 membutuhkan dukungan dana yang lebih besar. Ketika plafon pendanaan perusahaan swasta mendekati batasnya, pendiri dan investor menghadapi sebuah pilihan: apakah akan mendorong perusahaan ini ke pasar publik. Inilah latar belakang sebenarnya dari IPO.
IPO singkatan dari Initial Public Offering (Penawaran Umum Perdana), secara sederhana adalah proses di mana perusahaan swasta pertama kali menerbitkan saham secara terbuka kepada investor umum, menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa. Apa arti dari perubahan ini? Kepemilikan perusahaan tersebar dari sedikit orang ke jutaan investor, pemegang saham swasta sebelumnya dapat melakukan pencairan dana, dan investor baru mendapatkan tiket masuk ke perusahaan tersebut.
Bagi perusahaan, IPO bukan sekadar mengumpulkan dana. Melalui pencatatan di bursa, perusahaan dapat:
Mengumpulkan dana besar untuk ekspansi bisnis atau pelunasan utang
Meningkatkan kesadaran merek melalui pasar terbuka
Menggunakan saham sebagai alat insentif untuk menarik talenta terbaik
Menciptakan dasar uang untuk akuisisi dan restrukturisasi di masa depan
Bagi investor, IPO adalah peluang untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan berkualitas—jika memilih perusahaan yang tepat, sejak hari pertama pencatatan, biasanya dapat menikmati harga masuk yang paling murah.
Apa Perbedaan IPO di Pasar Hong Kong dan AS?
Kedua pasar ini adalah bursa terbesar di dunia, tetapi persyaratan pencatatan, proses audit, dan aturan investasi berbeda secara mencolok.
Proses dan Syarat IPO di Pasar Hong Kong
Langkah-langkah pencatatan di Hong Kong relatif standar:
Langkah pertama, cari perantara. Penjamin emisi, akuntan, pengacara, penilai, dan tim lengkapnya dibentuk, seperti mengorganisasi sebuah proyek besar.
Langkah kedua, due diligence. Lembaga perantara melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keuangan, bisnis, dan kepatuhan perusahaan, proses ini biasanya memakan waktu 3-6 bulan. Selain itu, harus menyiapkan dokumen prospektus, yang menentukan kesan pertama investor terhadap perusahaan di masa depan.
Langkah ketiga, restrukturisasi dan pendanaan. Beberapa perusahaan mungkin perlu menyesuaikan struktur kepemilikan atau mengundang investor strategis agar memenuhi syarat pencatatan.
Langkah keempat, pengajuan ke komisi pasar modal dan bursa Hong Kong. Setelah disetujui, masuk ke tahap roadshow.
Langkah kelima, penetapan harga dan penerbitan saham. Melalui pertemuan dengan investor institusi dan promosi keliling internasional, harga IPO dan tanggal pencatatan akhirnya ditentukan.
Persyaratan pencatatan di papan utama Hong Kong relatif longgar, cukup memenuhi salah satu dari berikut:
Laba bersih 1 tahun terakhir ≥200 juta HKD, laba kumulatif 2 tahun sebelumnya ≥300 juta HKD, dan laba saat pencatatan ≥5 miliar HKD
Kapitalisasi pasar ≥40 miliar HKD dan pendapatan tahun terakhir ≥5 miliar HKD
Kapitalisasi pasar ≥20 miliar HKD, pendapatan tahun terakhir ≥5 miliar HKD, dan arus kas operasi selama 3 tahun terakhir ≥1 miliar HKD
Proses dan Syarat IPO di Pasar AS
Proses pencatatan di AS terlihat serupa, tetapi detailnya sangat penting:
Langkah pertama, sewa bank investasi. Di AS, perlu mencari underwriter dan tim bank investasi yang berperan sebagai “pengendali” selama IPO.
Langkah kedua, ajukan pendaftaran ke SEC. Dokumen ini mencakup data keuangan, rencana bisnis, penggunaan dana, dan lain-lain. SEC akan mengajukan pertanyaan berulang, dan perusahaan harus menjawab satu per satu. Proses ini bisa memakan waktu 2-4 bulan.
Langkah ketiga, roadshow. Dua minggu sebelum IPO, manajemen perusahaan harus berkeliling ke kota-kota utama di seluruh AS untuk mempromosikan kepada investor institusi.
Langkah keempat, penetapan harga dan penentuan bursa. Berdasarkan feedback dari roadshow, harga IPO dan bursa pencatatan ditentukan.
Langkah kelima, distribusi prospektus ke publik dan pengumuman registrasi SEC. Setelah disetujui, IPO resmi dimulai.
Persyaratan di AS berbeda tergantung bursa. NYSE (New York Stock Exchange) memiliki standar lebih tinggi:
Laba sebelum pajak selama 3 tahun terakhir ≥100 juta USD, dan 2 tahun terakhir masing-masing ≥25 juta USD; atau
Kapitalisasi pasar ≥5 miliar USD, pendapatan 12 bulan terakhir ≥1 miliar USD, dan arus kas masuk selama 3 tahun terakhir ≥1 miliar USD; atau
Kapitalisasi pasar ≥7,5 miliar USD, dan pendapatan 2 tahun terakhir masing-masing ≥75 juta USD
NASDAQ relatif lebih fleksibel, mengizinkan perusahaan yang masih merugi untuk listing, asalkan memenuhi syarat kapitalisasi pasar dan ekuitas pemegang saham. Inilah mengapa banyak perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan belum menguntungkan memilih NASDAQ untuk listing.
Perbandingan Hong Kong vs AS
Dimensi
Hong Kong
AS
Siklus audit
6-12 bulan
3-6 bulan
Persyaratan laba
Lebih ketat
NASDAQ lebih fleksibel
Basis investor
Utamanya institusi Asia
Investor ritel dan institusi global
Hak penetapan harga
Bursa dan penerbit
Bank investasi dan underwriter
Apakah Saham IPO Bernilai Investasi? Tiga Keunggulan dan Dua Risiko Utama
Mengapa orang tertarik melakukan pembelian saham baru?
Keunggulan 1: Harga masuk termurah
Harga IPO perusahaan berkualitas biasanya adalah harga terendah sepanjang sejarah. Mengapa? Karena penerbit sengaja menekan harga agar penjatahan sukses, sekaligus memberi diskon kepada investor awal sebagai imbalan. Jika melewatkan IPO, berarti melewatkan harga terendah, dan untuk masuk nanti harus membayar lebih mahal. Ini seperti antre membeli tiket konser, yang paling awal antre mendapatkan tiket termurah.
Keunggulan 2: Peluang probabilitas lebih tinggi
Sebagian besar perusahaan memilih memulai IPO saat pasar sedang bullish atau dalam kondisi yang mendukung. Artinya apa? Peluang harga saham naik setelah pencatatan lebih besar. Ditambah potensi pertumbuhan perusahaan berkualitas, membeli di harga IPO biasanya bisa mendapatkan keuntungan dalam beberapa minggu pertama setelah listing.
Keunggulan 3: Informasi yang setara
Sebelum IPO, semua investor mendapatkan informasi dari prospektus, dan institusi besar tidak memiliki keunggulan informasi lebih dari retail. Kondisi “kesetaraan informasi” ini tidak ada di pasar sekunder—lembaga besar selalu punya cara mendapatkan info lebih dulu.
Risiko 1: Manipulasi dan hype saham baru
Tidak semua IPO menghasilkan keuntungan. Beberapa perusahaan meskipun lolos proses audit, model bisnis atau prospek pertumbuhannya tidak sebagus yang dipromosikan. Lebih buruk lagi, saat institusi besar mulai melakukan pencairan, investor retail seringkali terlambat bereaksi, akhirnya menjadi “penanggung risiko”.
Risiko 2: Harga sudah mencerminkan semua berita baik
Semua berita positif yang bisa dipromosikan perusahaan sebelum IPO sudah tercermin di harga. Artinya, setelah listing, sulit lagi mendapatkan “kejutan” yang mendorong kenaikan harga, dan potensi keuntungan jangka pendek bisa lebih kecil dari yang dibayangkan. Jika muncul berita negatif, harga bisa langsung jatuh tajam.
Saran Praktis untuk Investor
Sebelum ikut IPO, investor harus tanya diri sendiri beberapa hal:
Apakah saya benar-benar memahami perusahaan ini? Jangan ikut-ikutan buta, pelajari secara mendalam data keuangan, struktur bisnis, dan posisi kompetitor dari prospektus.
Bagaimana prospek industri ini? Perusahaan bagus di industri yang sedang menurun tetap berisiko.
Seberapa besar kerugian yang bisa saya tanggung? IPO sangat volatil, harus siap mental, jangan gunakan uang hidup untuk membeli saham baru.
Berapa lama periode investasi saya? Kalau cuma ingin cepat dapat keuntungan, IPO mungkin tidak cocok. Kalau mau hold jangka panjang, harga IPO seringkali adalah titik masuk terbaik.
Sudahkah saya melakukan manajemen risiko yang cukup? Jangan taruh semua dana di satu saham IPO, lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko.
Kesimpulan
IPO pada dasarnya adalah jalur win-win antara perusahaan berkualitas yang ingin mengumpulkan dana dan investor yang ingin meraih keuntungan. Meskipun syarat dan prosesnya berbeda di Hong Kong dan AS, inti logikanya sama: menggunakan sistem audit yang ketat untuk melindungi investor sekaligus membuka pintu pendanaan bagi perusahaan unggulan.
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam IPO, jangan tertarik pada cerita “kaya mendadak dalam semalam”, melainkan anggap ini sebagai peluang berinvestasi dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan berkualitas. Persiapkan diri, kelola risiko, dan tetap rasional—itulah cara yang benar dalam melakukan pembelian saham IPO.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ingin berpartisipasi dalam investasi IPO? Pelajari dulu apa itu IPO di pasar saham Hong Kong dan AS, serta apa perbedaan syarat pencatatan di kedua pasar tersebut
Apa itu IPO? Mengapa Perusahaan Perlu Melantai?
Perusahaan startup dari 0 ke 1 mengandalkan pendanaan, tetapi dari 1 ke 100 membutuhkan dukungan dana yang lebih besar. Ketika plafon pendanaan perusahaan swasta mendekati batasnya, pendiri dan investor menghadapi sebuah pilihan: apakah akan mendorong perusahaan ini ke pasar publik. Inilah latar belakang sebenarnya dari IPO.
IPO singkatan dari Initial Public Offering (Penawaran Umum Perdana), secara sederhana adalah proses di mana perusahaan swasta pertama kali menerbitkan saham secara terbuka kepada investor umum, menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa. Apa arti dari perubahan ini? Kepemilikan perusahaan tersebar dari sedikit orang ke jutaan investor, pemegang saham swasta sebelumnya dapat melakukan pencairan dana, dan investor baru mendapatkan tiket masuk ke perusahaan tersebut.
Bagi perusahaan, IPO bukan sekadar mengumpulkan dana. Melalui pencatatan di bursa, perusahaan dapat:
Bagi investor, IPO adalah peluang untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan berkualitas—jika memilih perusahaan yang tepat, sejak hari pertama pencatatan, biasanya dapat menikmati harga masuk yang paling murah.
Apa Perbedaan IPO di Pasar Hong Kong dan AS?
Kedua pasar ini adalah bursa terbesar di dunia, tetapi persyaratan pencatatan, proses audit, dan aturan investasi berbeda secara mencolok.
Proses dan Syarat IPO di Pasar Hong Kong
Langkah-langkah pencatatan di Hong Kong relatif standar:
Langkah pertama, cari perantara. Penjamin emisi, akuntan, pengacara, penilai, dan tim lengkapnya dibentuk, seperti mengorganisasi sebuah proyek besar.
Langkah kedua, due diligence. Lembaga perantara melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keuangan, bisnis, dan kepatuhan perusahaan, proses ini biasanya memakan waktu 3-6 bulan. Selain itu, harus menyiapkan dokumen prospektus, yang menentukan kesan pertama investor terhadap perusahaan di masa depan.
Langkah ketiga, restrukturisasi dan pendanaan. Beberapa perusahaan mungkin perlu menyesuaikan struktur kepemilikan atau mengundang investor strategis agar memenuhi syarat pencatatan.
Langkah keempat, pengajuan ke komisi pasar modal dan bursa Hong Kong. Setelah disetujui, masuk ke tahap roadshow.
Langkah kelima, penetapan harga dan penerbitan saham. Melalui pertemuan dengan investor institusi dan promosi keliling internasional, harga IPO dan tanggal pencatatan akhirnya ditentukan.
Persyaratan pencatatan di papan utama Hong Kong relatif longgar, cukup memenuhi salah satu dari berikut:
Proses dan Syarat IPO di Pasar AS
Proses pencatatan di AS terlihat serupa, tetapi detailnya sangat penting:
Langkah pertama, sewa bank investasi. Di AS, perlu mencari underwriter dan tim bank investasi yang berperan sebagai “pengendali” selama IPO.
Langkah kedua, ajukan pendaftaran ke SEC. Dokumen ini mencakup data keuangan, rencana bisnis, penggunaan dana, dan lain-lain. SEC akan mengajukan pertanyaan berulang, dan perusahaan harus menjawab satu per satu. Proses ini bisa memakan waktu 2-4 bulan.
Langkah ketiga, roadshow. Dua minggu sebelum IPO, manajemen perusahaan harus berkeliling ke kota-kota utama di seluruh AS untuk mempromosikan kepada investor institusi.
Langkah keempat, penetapan harga dan penentuan bursa. Berdasarkan feedback dari roadshow, harga IPO dan bursa pencatatan ditentukan.
Langkah kelima, distribusi prospektus ke publik dan pengumuman registrasi SEC. Setelah disetujui, IPO resmi dimulai.
Persyaratan di AS berbeda tergantung bursa. NYSE (New York Stock Exchange) memiliki standar lebih tinggi:
NASDAQ relatif lebih fleksibel, mengizinkan perusahaan yang masih merugi untuk listing, asalkan memenuhi syarat kapitalisasi pasar dan ekuitas pemegang saham. Inilah mengapa banyak perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan belum menguntungkan memilih NASDAQ untuk listing.
Perbandingan Hong Kong vs AS
Apakah Saham IPO Bernilai Investasi? Tiga Keunggulan dan Dua Risiko Utama
Mengapa orang tertarik melakukan pembelian saham baru?
Keunggulan 1: Harga masuk termurah
Harga IPO perusahaan berkualitas biasanya adalah harga terendah sepanjang sejarah. Mengapa? Karena penerbit sengaja menekan harga agar penjatahan sukses, sekaligus memberi diskon kepada investor awal sebagai imbalan. Jika melewatkan IPO, berarti melewatkan harga terendah, dan untuk masuk nanti harus membayar lebih mahal. Ini seperti antre membeli tiket konser, yang paling awal antre mendapatkan tiket termurah.
Keunggulan 2: Peluang probabilitas lebih tinggi
Sebagian besar perusahaan memilih memulai IPO saat pasar sedang bullish atau dalam kondisi yang mendukung. Artinya apa? Peluang harga saham naik setelah pencatatan lebih besar. Ditambah potensi pertumbuhan perusahaan berkualitas, membeli di harga IPO biasanya bisa mendapatkan keuntungan dalam beberapa minggu pertama setelah listing.
Keunggulan 3: Informasi yang setara
Sebelum IPO, semua investor mendapatkan informasi dari prospektus, dan institusi besar tidak memiliki keunggulan informasi lebih dari retail. Kondisi “kesetaraan informasi” ini tidak ada di pasar sekunder—lembaga besar selalu punya cara mendapatkan info lebih dulu.
Risiko 1: Manipulasi dan hype saham baru
Tidak semua IPO menghasilkan keuntungan. Beberapa perusahaan meskipun lolos proses audit, model bisnis atau prospek pertumbuhannya tidak sebagus yang dipromosikan. Lebih buruk lagi, saat institusi besar mulai melakukan pencairan, investor retail seringkali terlambat bereaksi, akhirnya menjadi “penanggung risiko”.
Risiko 2: Harga sudah mencerminkan semua berita baik
Semua berita positif yang bisa dipromosikan perusahaan sebelum IPO sudah tercermin di harga. Artinya, setelah listing, sulit lagi mendapatkan “kejutan” yang mendorong kenaikan harga, dan potensi keuntungan jangka pendek bisa lebih kecil dari yang dibayangkan. Jika muncul berita negatif, harga bisa langsung jatuh tajam.
Saran Praktis untuk Investor
Sebelum ikut IPO, investor harus tanya diri sendiri beberapa hal:
Apakah saya benar-benar memahami perusahaan ini? Jangan ikut-ikutan buta, pelajari secara mendalam data keuangan, struktur bisnis, dan posisi kompetitor dari prospektus.
Bagaimana prospek industri ini? Perusahaan bagus di industri yang sedang menurun tetap berisiko.
Seberapa besar kerugian yang bisa saya tanggung? IPO sangat volatil, harus siap mental, jangan gunakan uang hidup untuk membeli saham baru.
Berapa lama periode investasi saya? Kalau cuma ingin cepat dapat keuntungan, IPO mungkin tidak cocok. Kalau mau hold jangka panjang, harga IPO seringkali adalah titik masuk terbaik.
Sudahkah saya melakukan manajemen risiko yang cukup? Jangan taruh semua dana di satu saham IPO, lakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko.
Kesimpulan
IPO pada dasarnya adalah jalur win-win antara perusahaan berkualitas yang ingin mengumpulkan dana dan investor yang ingin meraih keuntungan. Meskipun syarat dan prosesnya berbeda di Hong Kong dan AS, inti logikanya sama: menggunakan sistem audit yang ketat untuk melindungi investor sekaligus membuka pintu pendanaan bagi perusahaan unggulan.
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam IPO, jangan tertarik pada cerita “kaya mendadak dalam semalam”, melainkan anggap ini sebagai peluang berinvestasi dalam pertumbuhan jangka panjang perusahaan berkualitas. Persiapkan diri, kelola risiko, dan tetap rasional—itulah cara yang benar dalam melakukan pembelian saham IPO.