WTI Mengalami Penurunan pada Pemulihan West Qurna 2 di Irak, Meski Ketegangan Geopolitik Menawarkan Batas Bawah

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

WTI minyak mentah mundur ke arah $58,50 saat Irak mengembalikan operasi ladang minyak West Qurna 2 secara online.

West Texas Intermediate diperdagangkan di dekat $58,65 selama sesi Asia awal hari Selasa, setelah mengembalikan sebagian dari kenaikan hari Senin. Penurunan ini terjadi karena Irak berhasil melanjutkan produksi di fasilitas West Qurna 2 setelah pekerjaan pemeliharaan pada pipa ekspor. Ladang minyak ini, yang dioperasikan oleh Lukoil, memompa lebih dari 460.000 barel per hari dan mewakili sekitar 0,5% dari produksi minyak global—menegaskan peran produsen terbesar kedua OPEC dalam pasar energi internasional.

Pemulihan Pasokan Tekan Harga Meski Ada Hambatan Geopolitik

Pemulihan produksi Irak memberi tekanan bearish pada WTI di saat trader sudah bersiap menghadapi laporan inventaris stok minyak mentah terbaru dari American Petroleum Institute, yang akan dirilis nanti hari ini. Pemulihan pasokan ini merupakan tekanan bearish yang langsung, namun lanskap geopolitik yang lebih luas memberikan dukungan penyangga.

Ketegangan Ukraina-Rusia Membuat Pasar Energi Tetap Waspada

Ketidakpastian yang berlangsung mengenai negosiasi damai AS-Ukraina terus mempengaruhi sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan frustrasinya terhadap tanggapan kepemimpinan Ukraina terhadap proposal Amerika untuk menyelesaikan konflik empat tahun, sementara pejabat Ukraina menyatakan bahwa belum ada kesepakatan konkret mengenai penghentian permusuhan. Kondisi kebuntuan seperti ini biasanya membuat premi risiko tetap melekat pada penilaian crude, karena pelaku pasar energi khawatir akan potensi gangguan terhadap aliran pasokan Rusia.

Keputusan Suku Bunga Fed Menunggu dan Menjadi Faktor Harga Lainnya

Trader minyak juga fokus pada keputusan suku bunga Federal Reserve AS yang dijadwalkan pada hari Rabu. Ekspektasi pasar condong ke pemotongan suku bunga seperempat poin, yang dapat memperkuat proyeksi permintaan untuk tahun depan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya melemahkan Dolar AS, membuat harga minyak mentah—yang dihargai dalam USD—lebih terjangkau bagi pembeli internasional dan berpotensi mendorong harga WTI lebih tinggi ke depan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)