Ketika membahas proyek kripto dari Thailand, sedikit yang tahu bahwa Alpha Venture DAO sedang membangun pengaruh di industri DeFi tingkat dunia. Dengan tim pengembang berpengalaman, token ALPHA menjadi salah satu platform yang mampu bekerja lintas rantai (Cross-chain) dengan lancar, di atas Ethereum dan BNB Smart Chain, dilengkapi sistem Smart Contract yang cerdas untuk memilih peluang investasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah.
Asal Usul Alpha: Dari Platform DeFi Menuju Pusat Inovasi Web3
Kembali ke tahun 2020, Alpha Finance Lab muncul dari ide tim pengembang Thailand, dipimpin oleh Tascha Punyaneramitdee, mantan kepala strategi di Band Protocol. Platform ini bertujuan menciptakan produk DeFi yang memungkinkan pengguna melakukan yield farming dan pinjaman melalui Smart Contract secara efisien.
Pada awal 2022, Alpha melakukan rebranding menjadi Alpha Venture DAO untuk mengubah peran dari platform DeFi murni menjadi pusat bagi pengembang, investor, dan pakar Web3 yang ingin mewujudkan proyek inovatif. Tim DAO ini terbagi menjadi dua cabang:
Build: Tim pengembangan produk Alpha sendiri dengan teknologi mutakhir dan stabil
Incubate: Tim inkubasi proyek baru dari luar, didukung mitra terkemuka seperti AVA Labs, Multicoin Capital, SCB10X
Token ALPHA: Mau tahu apa saja kegunaannya?
ALPHA bukan sekadar token spekulasi, melainkan Governance Token dan Utility Token sekaligus. Pemegang token dapat:
Memberikan suara dan berpartisipasi dalam pengembangan platform
Melakukan Staking untuk mendapatkan imbal hasil
Menjadi jaminan dalam pengajuan pinjaman
Menukarnya di pasar saat dibutuhkan
Menurut data terbaru (per 6 Januari 2026), ALPHA dihargai minimal $0.01, naik 38.23% dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan sekitar $444.57K, dan modal kerja sebesar $7.57M dengan total 961 juta token beredar.
Siapa di balik tim ini?
Keberhasilan Alpha bukan kebetulan. Tim ini terdiri dari:
Tascha Punyaneramitdee - Pendiri dan kepala proyek, berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri kripto, mantan kepala strategi Band Protocol
Nipun Pitimanaaree - Insinyur blockchain utama, pemenang Olimpiade Matematika Internasional selama 4 tahun berturut-turut
Arin Trongsantipong - Manajer produk yang mampu mengakses pinjaman dari dana tier-1 global
Nattariya Wittayatanaseth - Ahli manajemen dan investasi kripto tingkat awal dari Thailand
Produk favorit Alpha
Alpha Homora - Produk DeFi pertama yang diluncurkan Oktober 2020, memungkinkan pengguna melakukan yield farming di Ethereum. Setelah masalah, diperbarui ke versi v2 untuk menambah likuiditas, memberi pinjaman bunga tinggi, farm dengan APY menarik, dan fee untuk Liquidity Provider.
AlphaX - Platform derivatif (Derivatives) berupa Orderbook Perpetual Swap, memungkinkan pengguna bertransaksi tanpa khawatir likuidasi paksa.
Alpha Buy Wall - Pasar NFT yang menghubungkan karya seni dengan pembeli, menciptakan likuiditas dan Smart Contract tanpa biaya Gas.
ZAAP - Galeri NFT yang memungkinkan semua orang menjual dan mengoleksi karya, transparan dan tanpa biaya.
Provably Rare Gems - Produk kolaborasi dengan swit.eth untuk era Metaverse, mengintegrasikan teknologi NFT.
Apakah sistem Alpha hanya unggul di satu bidang? Tidak, Alpha punya identitas
Keunggulan utama Alpha Venture DAO meliputi:
Platform yang luas dan komprehensif - Tidak hanya DeFi, tetapi juga merambah ke Metaverse dan NFT dalam satu tempat, termasuk mendukung proyek Web3.0 baru.
Kecerdasan AI dalam memilih investasi - Smart Contract Alpha menghitung dan menganalisis peluang dengan risiko minimal, memastikan investor terlindungi dari kerugian.
Tim berkualitas internasional - Meski orang Thailand, tim ini didukung oleh berbagai dana global terkemuka.
Tapi tetap ada tantangan
Proyek masih muda - Baru berdiri, masih dalam tahap awal, dan investor mempertanyakan keberlanjutan.
Kurangnya kepercayaan karena asal dari Thailand - Beberapa investor belum yakin, ALPHA belum menjadi token populer secara luas.
Penggunaan Token belum lengkap - Meskipun sebagai Utility + Governance Token, penggunaannya masih terbatas dan berisiko jika sistem berubah tanpa partisipasi komunitas.
Bagaimana prospek ALPHA di tahun 2025-2026?
Ada peluang agar ALPHA menjadi yang terdepan:
Cross-chain yang lengkap di Ethereum dan BSC, memudahkan akses
DAO yang transparan memberi suara kepada pemegang token
Produk yang beragam dari yield farming hingga pasar NFT
Jika Alpha Finance merilis pembaruan baru dan menarik kembali perhatian pasar, tahun 2025-2026 bisa menjadi momen bagi token ini untuk kembali menjadi aset potensial investasi jangka panjang.
Investasi di ALPHA? Pikir-pikir dulu
ALPHA bukan produk spekulatif yang melambung tinggi, tetapi jika pengembangan Alpha terus berjalan dan menarik minat, potensi kembalinya minat tersebut cukup besar. Investor disarankan mengikuti pembaruan, memantau pasar, dan membuat keputusan dengan hati-hati karena aset digital ini memiliki risiko tinggi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
ALPHA Coin Thailand yang patut diikuti atau hanya sekadar mimpi para investor?
Ketika membahas proyek kripto dari Thailand, sedikit yang tahu bahwa Alpha Venture DAO sedang membangun pengaruh di industri DeFi tingkat dunia. Dengan tim pengembang berpengalaman, token ALPHA menjadi salah satu platform yang mampu bekerja lintas rantai (Cross-chain) dengan lancar, di atas Ethereum dan BNB Smart Chain, dilengkapi sistem Smart Contract yang cerdas untuk memilih peluang investasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah.
Asal Usul Alpha: Dari Platform DeFi Menuju Pusat Inovasi Web3
Kembali ke tahun 2020, Alpha Finance Lab muncul dari ide tim pengembang Thailand, dipimpin oleh Tascha Punyaneramitdee, mantan kepala strategi di Band Protocol. Platform ini bertujuan menciptakan produk DeFi yang memungkinkan pengguna melakukan yield farming dan pinjaman melalui Smart Contract secara efisien.
Pada awal 2022, Alpha melakukan rebranding menjadi Alpha Venture DAO untuk mengubah peran dari platform DeFi murni menjadi pusat bagi pengembang, investor, dan pakar Web3 yang ingin mewujudkan proyek inovatif. Tim DAO ini terbagi menjadi dua cabang:
Token ALPHA: Mau tahu apa saja kegunaannya?
ALPHA bukan sekadar token spekulasi, melainkan Governance Token dan Utility Token sekaligus. Pemegang token dapat:
Menurut data terbaru (per 6 Januari 2026), ALPHA dihargai minimal $0.01, naik 38.23% dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan sekitar $444.57K, dan modal kerja sebesar $7.57M dengan total 961 juta token beredar.
Siapa di balik tim ini?
Keberhasilan Alpha bukan kebetulan. Tim ini terdiri dari:
Tascha Punyaneramitdee - Pendiri dan kepala proyek, berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri kripto, mantan kepala strategi Band Protocol
Nipun Pitimanaaree - Insinyur blockchain utama, pemenang Olimpiade Matematika Internasional selama 4 tahun berturut-turut
Arin Trongsantipong - Manajer produk yang mampu mengakses pinjaman dari dana tier-1 global
Nattariya Wittayatanaseth - Ahli manajemen dan investasi kripto tingkat awal dari Thailand
Produk favorit Alpha
Alpha Homora - Produk DeFi pertama yang diluncurkan Oktober 2020, memungkinkan pengguna melakukan yield farming di Ethereum. Setelah masalah, diperbarui ke versi v2 untuk menambah likuiditas, memberi pinjaman bunga tinggi, farm dengan APY menarik, dan fee untuk Liquidity Provider.
AlphaX - Platform derivatif (Derivatives) berupa Orderbook Perpetual Swap, memungkinkan pengguna bertransaksi tanpa khawatir likuidasi paksa.
Alpha Buy Wall - Pasar NFT yang menghubungkan karya seni dengan pembeli, menciptakan likuiditas dan Smart Contract tanpa biaya Gas.
ZAAP - Galeri NFT yang memungkinkan semua orang menjual dan mengoleksi karya, transparan dan tanpa biaya.
Provably Rare Gems - Produk kolaborasi dengan swit.eth untuk era Metaverse, mengintegrasikan teknologi NFT.
Apakah sistem Alpha hanya unggul di satu bidang? Tidak, Alpha punya identitas
Keunggulan utama Alpha Venture DAO meliputi:
Platform yang luas dan komprehensif - Tidak hanya DeFi, tetapi juga merambah ke Metaverse dan NFT dalam satu tempat, termasuk mendukung proyek Web3.0 baru.
Kecerdasan AI dalam memilih investasi - Smart Contract Alpha menghitung dan menganalisis peluang dengan risiko minimal, memastikan investor terlindungi dari kerugian.
Tim berkualitas internasional - Meski orang Thailand, tim ini didukung oleh berbagai dana global terkemuka.
Tapi tetap ada tantangan
Proyek masih muda - Baru berdiri, masih dalam tahap awal, dan investor mempertanyakan keberlanjutan.
Kurangnya kepercayaan karena asal dari Thailand - Beberapa investor belum yakin, ALPHA belum menjadi token populer secara luas.
Penggunaan Token belum lengkap - Meskipun sebagai Utility + Governance Token, penggunaannya masih terbatas dan berisiko jika sistem berubah tanpa partisipasi komunitas.
Bagaimana prospek ALPHA di tahun 2025-2026?
Ada peluang agar ALPHA menjadi yang terdepan:
Jika Alpha Finance merilis pembaruan baru dan menarik kembali perhatian pasar, tahun 2025-2026 bisa menjadi momen bagi token ini untuk kembali menjadi aset potensial investasi jangka panjang.
Investasi di ALPHA? Pikir-pikir dulu
ALPHA bukan produk spekulatif yang melambung tinggi, tetapi jika pengembangan Alpha terus berjalan dan menarik minat, potensi kembalinya minat tersebut cukup besar. Investor disarankan mengikuti pembaruan, memantau pasar, dan membuat keputusan dengan hati-hati karena aset digital ini memiliki risiko tinggi.