Belakangan ini banyak bursa mulai membuka kontrak berdenominasi USDT untuk emas dan perak. Bagi trader yang terbiasa dengan operasi di dunia koin, langsung trading emas dan perak dengan stablecoin memang jauh lebih praktis.
Tapi saya harus jujur — kontrak logam mulia di bursa dan cara kerja broker forex tradisional benar-benar berbeda. Banyak orang tidak memahami perbedaan ini, lalu masuk begitu saja, hasilnya malah tersingkir oleh satu tusukan.
**Mengapa kontrak emas di bursa mudah "ditusuk"?**
Sederhananya, meskipun likuiditas di salah satu bursa terkemuka terlihat sangat bagus, kedalaman pasar kontrak USDT emas sama sekali tidak bisa menandingi pasar spot internasional.
Masalah utamanya di mana? Setelah pasar saham AS tutup atau saat waktu perdagangan sedang sepi, jika ada yang menaruh order market besar, order di dalam bursa langsung ditembus. Panjang bayangan atas dan bawahnya bahkan lebih ekstrem dari platform forex tradisional. Lebih menakutkan lagi, trader di dunia koin terbiasa menggunakan leverage 50x, 100x. Jika harga emas bergerak 1%, sistem otomatis akan memicu margin call dan likuidasi berantai, order market masuk satu demi satu, harga didorong semakin jauh dari nilai sebenarnya. Singkatnya, risiko tusukan di bursa jauh lebih tinggi daripada di platform forex, ini bukan omong kosong.
**Kontrak dan token spot, mana yang harus dipilih?**
Banyak pemula bingung antara kontrak XAUUSD dan PAXG (token emas spot), padahal standar pemilihannya sangat berbeda.
Trading kontrak: cocok untuk yang ingin cepat meraih keuntungan dan mampu menanggung fluktuasi jangka pendek. Menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, tapi risiko tusukan dan likuidasi harus ditanggung sendiri.
Token PAXG: relatif lebih aman. Kamu membeli bukti tokenisasi emas asli, volatilitasnya lebih kecil daripada kontrak, tapi likuiditasnya mungkin tidak sebaik pasar kontrak, saat dijual bisa ada slippage.
Intinya tergantung pada preferensi risiko kamu sendiri. Kalau mau cepat untung, main kontrak, tapi harus siap dengan risiko tusukan dan margin call. Kalau mau lebih aman, pilih produk emas tokenisasi.
Ingat satu hal: tidak ada instrumen trading yang sempurna, hanya yang sesuai dengan gaya operasimu. Setelah memilih, harus disiplin dalam stop loss, jangan sampai terbuai satu keinginan yang malah bikin rugi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PumpDoctrine
· 01-07 19:54
Menyisipkan jarum ini benar-benar bukan omong kosong, saya sudah melihat beberapa teman mengalami margin call di bursa emas.
Lihat AsliBalas0
GweiWatcher
· 01-07 19:44
Sekali lagi terjadi penarikan dan likuidasi, metode ini memang tidak cocok untuk logam mulia di dunia kripto
Lihat AsliBalas0
TokenomicsDetective
· 01-07 19:37
Menyisipkan pin ini benar-benar gila, bursa kripto bermain emas hanya untuk bertaruh pada suasana pasar
Lihat AsliBalas0
OnchainArchaeologist
· 01-07 19:27
Menancapkan jarum ini sudah pernah saya lihat sebelumnya, kontrak di dunia kripto tidak pernah tenang.
Belakangan ini banyak bursa mulai membuka kontrak berdenominasi USDT untuk emas dan perak. Bagi trader yang terbiasa dengan operasi di dunia koin, langsung trading emas dan perak dengan stablecoin memang jauh lebih praktis.
Tapi saya harus jujur — kontrak logam mulia di bursa dan cara kerja broker forex tradisional benar-benar berbeda. Banyak orang tidak memahami perbedaan ini, lalu masuk begitu saja, hasilnya malah tersingkir oleh satu tusukan.
**Mengapa kontrak emas di bursa mudah "ditusuk"?**
Sederhananya, meskipun likuiditas di salah satu bursa terkemuka terlihat sangat bagus, kedalaman pasar kontrak USDT emas sama sekali tidak bisa menandingi pasar spot internasional.
Masalah utamanya di mana? Setelah pasar saham AS tutup atau saat waktu perdagangan sedang sepi, jika ada yang menaruh order market besar, order di dalam bursa langsung ditembus. Panjang bayangan atas dan bawahnya bahkan lebih ekstrem dari platform forex tradisional. Lebih menakutkan lagi, trader di dunia koin terbiasa menggunakan leverage 50x, 100x. Jika harga emas bergerak 1%, sistem otomatis akan memicu margin call dan likuidasi berantai, order market masuk satu demi satu, harga didorong semakin jauh dari nilai sebenarnya. Singkatnya, risiko tusukan di bursa jauh lebih tinggi daripada di platform forex, ini bukan omong kosong.
**Kontrak dan token spot, mana yang harus dipilih?**
Banyak pemula bingung antara kontrak XAUUSD dan PAXG (token emas spot), padahal standar pemilihannya sangat berbeda.
Trading kontrak: cocok untuk yang ingin cepat meraih keuntungan dan mampu menanggung fluktuasi jangka pendek. Menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, tapi risiko tusukan dan likuidasi harus ditanggung sendiri.
Token PAXG: relatif lebih aman. Kamu membeli bukti tokenisasi emas asli, volatilitasnya lebih kecil daripada kontrak, tapi likuiditasnya mungkin tidak sebaik pasar kontrak, saat dijual bisa ada slippage.
Intinya tergantung pada preferensi risiko kamu sendiri. Kalau mau cepat untung, main kontrak, tapi harus siap dengan risiko tusukan dan margin call. Kalau mau lebih aman, pilih produk emas tokenisasi.
Ingat satu hal: tidak ada instrumen trading yang sempurna, hanya yang sesuai dengan gaya operasimu. Setelah memilih, harus disiplin dalam stop loss, jangan sampai terbuai satu keinginan yang malah bikin rugi.