Ada fenomena yang sangat menarik di pasar trading—99% orang sibuk bergerak, sedangkan 1% orang menghasilkan uang besar dengan "diam".
Pernahkah kamu berpikir, mengapa akunmu selalu mengalami kerugian? Buka grafik candlestick, tangan sudah di atas mouse, setiap beberapa menit ingin masuk pasar. Kalau naik, ikut beli; kalau turun, beli di dasar; seharian memantau grafik sampai mata pegal. Hasilnya, biaya transaksi banyak terkuras, keuntungan malah terkuras habis.
Trader profesional yang sesungguhnya berbeda. Mereka meraih keuntungan dari menunggu—menunggu dengan tepat dan disiplin. Bukan malas, tetapi memahami irama pasar secara mendalam. Saatnya keluar, keluar; saatnya tidak bergerak, duduk saja dengan tenang. Tampaknya sederhana, tetapi kurang dari 1% orang yang mampu melakukannya.
Kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan trader ritel sangat jelas: tidak sabar menunggu sinyal pasar muncul, langsung order; aturan trading yang sudah ditetapkan, saat praktik malah diubah-ubah; mengalami kerugian beruntun lalu berganti strategi, sehingga sistem tidak pernah matang; melihat keuntungan sementara ingin mengunci, akhirnya melewatkan gelombang besar berikutnya; terjebak emosi, sembarangan mengikuti rumor kecil.
Perilaku ini seperti cermin, memantulkan semua kelemahan manusia di pasar. Keserakahan, ketakutan, kesabaran yang hilang, mengikuti arus—semuanya ada. Lalu, bagaimana dengan para pemenang? Mereka berdiri di sisi berlawanan dari cermin ini. Orang lain tidak sabar, dia bisa menunggu. Orang lain tidak mampu menjalankan aturan, dia tetap teguh. Orang lain tidak tahan dengan drawdown, dia mampu bertahan dari fluktuasi normal.
Untuk mencapai keuntungan berkelanjutan, trader profesional menekankan satu hal yang sama—menjaga tiga garis dasar. Pertama, manajemen risiko yang ketat, agar satu kesalahan tidak menghancurkan akun. Kedua, sabar menunggu sinyal, bukan berlomba dengan pasar, tetapi berlomba dengan kesabaran. Ketiga, eksekusi yang tegas, begitu aturan ditetapkan, tidak diubah lagi; saat pasar memberi sinyal, langsung bertindak.
Tiga hal ini mungkin terlihat membosankan, tetapi praktik dari banyak trader ahli telah membuktikan bahwa ini adalah satu-satunya jalan dari kerugian menuju keuntungan stabil. Pasar selalu ada di sana, peluang juga selalu tersedia. Yang dipertaruhkan bukan seberapa cepat kamu merespons, tetapi apakah kamu mampu tetap rasional dan disiplin di depan pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
10
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AllInAlice
· 2jam yang lalu
Benar sekali, tetapi saya menemukan satu masalah — sebagian besar orang sama sekali tidak bisa "diam", termasuk saya sendiri kadang-kadang juga
Yaitu sensasi melihat chart, jari-jari bahkan bergetar... biaya transaksi benar-benar luar biasa
Lihat AsliBalas0
MoonlightGamer
· 14jam yang lalu
Tidak ada yang salah dengan penjelasan itu, hanya saja eksekusinya terlalu sulit. Saya sekarang termasuk 99% itu, setiap hari merasa ingin mencoba, melihat grafik K-line sebentar saja ingin melakukan trading.
Lihat AsliBalas0
NestedFox
· 01-08 23:52
Jujur saja, saya sekarang adalah tipe 99% yang suka iseng, setiap hari berjuang melawan pasar, hasilnya biaya transaksi sangat besar, dan yang saya dapatkan hanyalah uang yang sia-sia.
Benar-benar, melihat kalimat dalam artikel ini "Tidak bergerak, dapat uang besar" saya langsung takjub, berapa kali saya harus berhenti tapi tidak bisa, harus melakukan satu lagi transaksi.
Sebenarnya, ini masalah disiplin diri, aturan sudah ditetapkan tapi langsung diubah begitu saja, seperti itu selamanya tidak akan bisa bermain dengan baik.
Sial, ingat lagi dengan tren kemarin, padahal seharusnya menunggu, saya malah ikut-ikutan, langsung rugi.
Sudah melakukan ini selama begitu lama, pengalaman paling dalam adalah—menghasilkan uang itu sulit, tidak menghasilkan uang malah lebih mudah.
Hanya dengan mengendalikan kedua tangan ini saja, mungkin bisa menghemat biaya transaksi yang besar.
Lihat AsliBalas0
WinterWarmthCat
· 01-08 00:54
Benar sekali, saya termasuk 99% itu... Saat tangan gatal ingin beraksi, hasilnya selalu menjadi korban biaya transaksi yang besar
Lihat AsliBalas0
MoonWaterDroplets
· 01-08 00:54
Tidak salah, intinya adalah tangan saya selalu gatal, melihat hijau saya langsung ingin membeli di bawah harga hahaha
Lihat AsliBalas0
gaslight_gasfeez
· 01-08 00:50
Benar sekali, tapi aku tetap tidak bisa menahan rasa ingin mencoba haha
Lihat AsliBalas0
LadderToolGuy
· 01-08 00:48
Membuat hati terasa sakit, saya adalah orang yang setiap hari memantau pasar sampai mata sakit dan malah rugi, orang yang tidak beruntung
Lihat AsliBalas0
JustAnotherWallet
· 01-08 00:46
Benar sekali, saya memang termasuk 99% orang yang setiap hari ceroboh, setiap kali ingin membeli saat harga turun, malah kehilangan semuanya.
Lihat AsliBalas0
LuckyHashValue
· 01-08 00:41
Benar sekali, cuma tangan terlalu jahil, lihat grafik lilin saja langsung pengen bergerak
Lihat AsliBalas0
DegenWhisperer
· 01-08 00:35
Membuat hati terasa sakit, saya adalah orang yang mengklik mouse seratus kali sehari😅
Bukan karena saya ingin bergerak, tapi mata saya sama sekali tidak bisa lepas dari grafik K, bahkan satu menit pun terasa menyiksa
Ada fenomena yang sangat menarik di pasar trading—99% orang sibuk bergerak, sedangkan 1% orang menghasilkan uang besar dengan "diam".
Pernahkah kamu berpikir, mengapa akunmu selalu mengalami kerugian? Buka grafik candlestick, tangan sudah di atas mouse, setiap beberapa menit ingin masuk pasar. Kalau naik, ikut beli; kalau turun, beli di dasar; seharian memantau grafik sampai mata pegal. Hasilnya, biaya transaksi banyak terkuras, keuntungan malah terkuras habis.
Trader profesional yang sesungguhnya berbeda. Mereka meraih keuntungan dari menunggu—menunggu dengan tepat dan disiplin. Bukan malas, tetapi memahami irama pasar secara mendalam. Saatnya keluar, keluar; saatnya tidak bergerak, duduk saja dengan tenang. Tampaknya sederhana, tetapi kurang dari 1% orang yang mampu melakukannya.
Kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan trader ritel sangat jelas: tidak sabar menunggu sinyal pasar muncul, langsung order; aturan trading yang sudah ditetapkan, saat praktik malah diubah-ubah; mengalami kerugian beruntun lalu berganti strategi, sehingga sistem tidak pernah matang; melihat keuntungan sementara ingin mengunci, akhirnya melewatkan gelombang besar berikutnya; terjebak emosi, sembarangan mengikuti rumor kecil.
Perilaku ini seperti cermin, memantulkan semua kelemahan manusia di pasar. Keserakahan, ketakutan, kesabaran yang hilang, mengikuti arus—semuanya ada. Lalu, bagaimana dengan para pemenang? Mereka berdiri di sisi berlawanan dari cermin ini. Orang lain tidak sabar, dia bisa menunggu. Orang lain tidak mampu menjalankan aturan, dia tetap teguh. Orang lain tidak tahan dengan drawdown, dia mampu bertahan dari fluktuasi normal.
Untuk mencapai keuntungan berkelanjutan, trader profesional menekankan satu hal yang sama—menjaga tiga garis dasar. Pertama, manajemen risiko yang ketat, agar satu kesalahan tidak menghancurkan akun. Kedua, sabar menunggu sinyal, bukan berlomba dengan pasar, tetapi berlomba dengan kesabaran. Ketiga, eksekusi yang tegas, begitu aturan ditetapkan, tidak diubah lagi; saat pasar memberi sinyal, langsung bertindak.
Tiga hal ini mungkin terlihat membosankan, tetapi praktik dari banyak trader ahli telah membuktikan bahwa ini adalah satu-satunya jalan dari kerugian menuju keuntungan stabil. Pasar selalu ada di sana, peluang juga selalu tersedia. Yang dipertaruhkan bukan seberapa cepat kamu merespons, tetapi apakah kamu mampu tetap rasional dan disiplin di depan pasar.