上次 kita membahas tentang "kill valuation" dalam investasi pasar saham, hari ini kita lanjutkan dengan membahas senjata kedua—"kill logic".
Secara sederhana, ini merujuk pada situasi di mana cerita atau logika tertentu yang dipegang investor tiba-tiba terbantahkan. Sekilas mungkin terdengar mirip dengan "kill valuation", tapi sebenarnya sangat berbeda.
Bagaimana jika valuasi dihancurkan? Harga turun, tapi selama ceritanya masih ada, kemungkinan besar akan rebound suatu saat nanti. Tapi "kill logic" tidak seperti itu—itu seperti fondasi rumah yang runtuh, batu bata di permukaan masih utuh, tapi siapa yang berani tinggal? Tidak ada yang berani. Dampaknya bersifat permanen, kepercayaan investor benar-benar hancur.
Bayangkan saja, beberapa investor percaya pada prospek pertumbuhan sebuah perusahaan, atau percaya pada masa depan suatu industri, seperti LeEco di masa lalu, atau Enron dalam sejarah Amerika. Perusahaan-perusahaan ini bersinar dengan aura tertentu, dan berbagai logika pun diutarakan dengan meyakinkan. Masalahnya, apakah hal baru ini benar-benar bisa bertahan hidup, saat itu siapa yang tahu pasti. Kebanyakan hal baru akhirnya hanya sekilas saja—kalau tidak, dunia ini sudah penuh dengan industri baru di mana-mana.
Tapi begitu logika yang dipegang investor terbukti salah, atau mulai goyah, pasar langsung menjualnya. Perusahaan seperti ini biasanya sudah memiliki valuasi yang tidak rendah, begitu logikanya rusak, valuasi dan ekspektasi pun runtuh bersamaan. Jadi, "kill valuation" berarti harga turun, sedangkan "kill logic" adalah kehancuran dari pemahaman dan kepercayaan.
Alasan utama terjadinya "kill logic" biasanya beberapa hal. Pertama adalah serangan kebijakan……
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CoffeeOnChain
· 8jam yang lalu
LeEco itu benar-benar contoh utama dari logika penjualan yang mematikan, masih ada yang jualan rugi sekarang hahaha
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 01-10 09:39
Saya benar-benar muak dengan gelombang LeTV ini, jujur saja ceritanya terlalu bagus sehingga orang-orang terbuai, dan akhirnya sadar bahwa semuanya hanyalah udara
Lihat AsliBalas0
MaticHoleFiller
· 01-09 01:53
LeTV itu adalah pelajaran yang sangat menyakitkan, logika benar-benar hancur dan tidak bisa kembali lagi, lebih putus asa daripada jatuh 50%
Lihat AsliBalas0
OffchainWinner
· 01-09 01:51
LeTV itu benar-benar luar biasa, berapa banyak orang yang kecewa. Logika yang mati jauh lebih menyakitkan daripada batas penurunan.
Lihat AsliBalas0
GasWhisperer
· 01-09 01:39
Kebangkrutan logika terasa berbeda... rasanya seperti menyaksikan seluruh narasi menguap di rantai. valuasi bisa pulih jika ceritanya bertahan, tapi jika tesisnya hilang? mempool akan bersih secara permanen lmao
Lihat AsliBalas0
WalletWhisperer
· 01-09 01:35
Kematian logika terasa berbeda dari kompresi valuasi, jujur saja... begitu narasi pecah, perilaku di on-chain memberi tahu semuanya—perhatikan pola pengelompokan dompet selama keruntuhan, alamat akumulasi itu pun menghilang. Signifikansi statistik berubah drastis ketika para pengikut menjadi penjual.
上次 kita membahas tentang "kill valuation" dalam investasi pasar saham, hari ini kita lanjutkan dengan membahas senjata kedua—"kill logic".
Secara sederhana, ini merujuk pada situasi di mana cerita atau logika tertentu yang dipegang investor tiba-tiba terbantahkan. Sekilas mungkin terdengar mirip dengan "kill valuation", tapi sebenarnya sangat berbeda.
Bagaimana jika valuasi dihancurkan? Harga turun, tapi selama ceritanya masih ada, kemungkinan besar akan rebound suatu saat nanti. Tapi "kill logic" tidak seperti itu—itu seperti fondasi rumah yang runtuh, batu bata di permukaan masih utuh, tapi siapa yang berani tinggal? Tidak ada yang berani. Dampaknya bersifat permanen, kepercayaan investor benar-benar hancur.
Bayangkan saja, beberapa investor percaya pada prospek pertumbuhan sebuah perusahaan, atau percaya pada masa depan suatu industri, seperti LeEco di masa lalu, atau Enron dalam sejarah Amerika. Perusahaan-perusahaan ini bersinar dengan aura tertentu, dan berbagai logika pun diutarakan dengan meyakinkan. Masalahnya, apakah hal baru ini benar-benar bisa bertahan hidup, saat itu siapa yang tahu pasti. Kebanyakan hal baru akhirnya hanya sekilas saja—kalau tidak, dunia ini sudah penuh dengan industri baru di mana-mana.
Tapi begitu logika yang dipegang investor terbukti salah, atau mulai goyah, pasar langsung menjualnya. Perusahaan seperti ini biasanya sudah memiliki valuasi yang tidak rendah, begitu logikanya rusak, valuasi dan ekspektasi pun runtuh bersamaan. Jadi, "kill valuation" berarti harga turun, sedangkan "kill logic" adalah kehancuran dari pemahaman dan kepercayaan.
Alasan utama terjadinya "kill logic" biasanya beberapa hal. Pertama adalah serangan kebijakan……