Bilang sebuah kebenaran yang menyakitkan: setiap operasi keuangan yang kamu lakukan di blockchain pada akhirnya tidak bisa lepas dari beberapa isu inti regulasi—siapa yang bisa berpartisipasi, sampai sejauh mana mereka bisa berpartisipasi, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah, bagaimana jejak transaksi disimpan, dan bagaimana proses pelaporan dilakukan.
Banyak orang melihat MiCA, MiFID II dan langsung ingin melewati, menganggap ini urusan departemen hukum. Tapi kenyataannya, titik kunci bukan pada "apakah menggunakan blockchain" tetapi pada "apakah blockchain ini bisa mengubah kepatuhan menjadi proses transaksi yang dapat dieksekusi."
Gagasan Dusk sangat jelas: memindahkan alur kerja keuangan tradisional yang masih berjalan dalam sistem kotak hitam ke blockchain, sambil tetap mempertahankan kepatuhan regulasi, privasi mitra transaksi, efisiensi eksekusi, dan kepastian penyelesaian akhir. Yang lebih penting lagi—aturan kepatuhan langsung tertulis di lapisan protokol, sehingga lembaga dapat menegakkan pengungkapan, KYC/AML, laporan audit secara paksa, tanpa perlu perbaikan setelahnya.
Jika kamu membongkar "kepatuhan di atas blockchain", esensinya adalah mengkodekan kewajiban nyata menjadi aturan di blockchain.
**Dimensi Akses**: siapa yang berhak masuk pasar, siapa yang bisa membeli kategori aset tertentu, siapa yang hanya bisa melihat data.
**Dimensi Pembatasan**: batas posisi, periode penguncian transfer, batas wilayah, tingkat hak akses berbeda sesuai kategori investor.
**Dimensi Pasca Transaksi**: data apa yang harus dilaporkan ke pihak tertentu dalam jangka waktu tertentu setelah transaksi selesai, bagaimana memastikan standar pelaporan konsisten, dapat diverifikasi, dan sepenuhnya dapat dilacak.
Inilah yang disebut sebagai "kepatuhan tertulis dalam protokol"—bukan sekadar menempelkan disclaimer, tetapi menjadikan kepatuhan bagian dari logika transaksi itu sendiri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasDevourer
· 2jam yang lalu
Memasukkan kepatuhan ke dalam kode, terdengar bagus, tapi apakah benar-benar bisa berjalan sepenuhnya otomatis? Atau akhirnya masih harus mengandalkan pemeriksaan manual untuk menutup celah
Lihat AsliBalas0
ReverseTradingGuru
· 01-09 05:54
Kepatuhan benar-benar sulit untuk dimasukkan, tidak peduli sebaik apa pun penjelasannya, tak bisa menghindari takdir terpusat.
Lihat AsliBalas0
BlockchainTherapist
· 01-09 05:49
Meskipun bahasanya kasar, intinya tetap benar, kepatuhan seharusnya sudah dimasukkan ke dalam kode sejak awal, jangan selalu berharap bisa memperbaikinya setelah kejadian.
Lihat AsliBalas0
HalfPositionRunner
· 01-09 05:47
Singkatnya, tidak bisa lagi menampung, akhirnya harus patuh dan dikurung dalam sangkar
Lihat AsliBalas0
SingleForYears
· 01-09 05:46
Sial, ini baru benar-benar bikin keributan
Lihat AsliBalas0
MeltdownSurvivalist
· 01-09 05:40
Saya setuju bahwa kepatuhan harus dimasukkan ke dalam lapisan protokol, tetapi pada akhirnya tergantung pada apakah otoritas pengatur di berbagai negara menerima atau tidak.
Bilang sebuah kebenaran yang menyakitkan: setiap operasi keuangan yang kamu lakukan di blockchain pada akhirnya tidak bisa lepas dari beberapa isu inti regulasi—siapa yang bisa berpartisipasi, sampai sejauh mana mereka bisa berpartisipasi, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah, bagaimana jejak transaksi disimpan, dan bagaimana proses pelaporan dilakukan.
Banyak orang melihat MiCA, MiFID II dan langsung ingin melewati, menganggap ini urusan departemen hukum. Tapi kenyataannya, titik kunci bukan pada "apakah menggunakan blockchain" tetapi pada "apakah blockchain ini bisa mengubah kepatuhan menjadi proses transaksi yang dapat dieksekusi."
Gagasan Dusk sangat jelas: memindahkan alur kerja keuangan tradisional yang masih berjalan dalam sistem kotak hitam ke blockchain, sambil tetap mempertahankan kepatuhan regulasi, privasi mitra transaksi, efisiensi eksekusi, dan kepastian penyelesaian akhir. Yang lebih penting lagi—aturan kepatuhan langsung tertulis di lapisan protokol, sehingga lembaga dapat menegakkan pengungkapan, KYC/AML, laporan audit secara paksa, tanpa perlu perbaikan setelahnya.
Jika kamu membongkar "kepatuhan di atas blockchain", esensinya adalah mengkodekan kewajiban nyata menjadi aturan di blockchain.
**Dimensi Akses**: siapa yang berhak masuk pasar, siapa yang bisa membeli kategori aset tertentu, siapa yang hanya bisa melihat data.
**Dimensi Pembatasan**: batas posisi, periode penguncian transfer, batas wilayah, tingkat hak akses berbeda sesuai kategori investor.
**Dimensi Pasca Transaksi**: data apa yang harus dilaporkan ke pihak tertentu dalam jangka waktu tertentu setelah transaksi selesai, bagaimana memastikan standar pelaporan konsisten, dapat diverifikasi, dan sepenuhnya dapat dilacak.
Inilah yang disebut sebagai "kepatuhan tertulis dalam protokol"—bukan sekadar menempelkan disclaimer, tetapi menjadikan kepatuhan bagian dari logika transaksi itu sendiri.