Menurut penelitian terbaru dari sebuah lembaga keuangan besar, data non-pertanian bulan Desember yang dirilis pada 9 Januari diperkirakan tidak akan memberikan dampak besar terhadap pandangan pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian sekitar 70.000 orang, yang secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar.
Pengamatan utama adalah, meskipun data mengalami fluktuasi kecil, hal itu sulit untuk mengubah logika penetapan harga pasar saat ini. Saat ini, investor sudah memusatkan perhatian pada satu jalur yang jelas—Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin, dan kemungkinan besar pemotongan pertama akan dimulai pada akhir April. Kecuali data non-pertanian menunjukkan fluktuasi yang "sangat dramatis", jadwal ini pada dasarnya tidak akan berubah.
Dari sudut pandang pasar saham, kisaran pertumbuhan lapangan kerja antara 70.000 hingga 100.000 dianggap sebagai hasil yang paling ideal. Mengapa? Karena ini mencerminkan bahwa ekonomi masih dalam ekspansi, tetapi tidak akan memicu kembali ekspektasi inflasi, sekaligus mendukung siklus pemotongan suku bunga berjalan sesuai jadwal. Dengan kata lain, data seperti ini dapat membuktikan bahwa ekonomi sedang melambat secara stabil, bukan mengalami perlambatan mendadak.
Sebaliknya, jika data lapangan kerja turun di bawah 50.000, situasinya akan berbeda. Ini akan diartikan sebagai sinyal tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mungkin memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi, dan investor akan menjadi lebih berhati-hati.
Secara keseluruhan, pasar telah menetapkan kisaran yang wajar untuk kinerja data non-pertanian. Selama tidak terjadi situasi ekstrem, jalur kebijakan longgar Federal Reserve pada dasarnya sudah menjadi keputusan akhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
just_another_wallet
· 01-10 13:07
Ini lagi-lagi argumen yang sama, entah bagaimana data keluar tetap harus menurunkan suku bunga, kan?
Lihat AsliBalas0
SignatureDenied
· 01-09 06:00
Itu lagi lagi argumen yang sama, harga pasar sudah diputuskan sejak awal, apa lagi yang membuat non-farm payroll menjadi misteri?
Lihat AsliBalas0
SchroedingersFrontrun
· 01-09 06:00
Sekali lagi, sebuah laporan penelitian yang "sudah pasti", apakah pasar yang begitu yakin benar-benar tidak takut dipermalukan?
Lihat AsliBalas0
SoliditySurvivor
· 01-09 05:56
Sekali lagi, logika "asal tidak meledak ya selesai" ini, sepertinya pasar sudah menganggap penurunan suku bunga sebagai hal yang pasti
Lihat AsliBalas0
SchrodingerPrivateKey
· 01-09 05:51
Lagi nonfarm, lagi rate cut, pasar udah tulis skenarionya duluan ya
Dua kali penurunan suku bunga? Aku ngerasa gak sesederhana itu...
70 ribu orang angka ini bisa tentuin semuanya? Rada aneh deh
Di bawah 50 ribu baru namanya berita, sekarang bilang apa juga udah sesuai ekspektasi, membosankan
Fed beneran bakal turunin apa enggak, tergantung inflasi gimana narikin
25 basis poin dua kali, kedengeran jelas sih, cuma takut tengah jalan berubah lagi
Nunggu data 9 Januari aja deh, paling juga gak bakal ubah tren besarnya
Menurut penelitian terbaru dari sebuah lembaga keuangan besar, data non-pertanian bulan Desember yang dirilis pada 9 Januari diperkirakan tidak akan memberikan dampak besar terhadap pandangan pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian sekitar 70.000 orang, yang secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar.
Pengamatan utama adalah, meskipun data mengalami fluktuasi kecil, hal itu sulit untuk mengubah logika penetapan harga pasar saat ini. Saat ini, investor sudah memusatkan perhatian pada satu jalur yang jelas—Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin, dan kemungkinan besar pemotongan pertama akan dimulai pada akhir April. Kecuali data non-pertanian menunjukkan fluktuasi yang "sangat dramatis", jadwal ini pada dasarnya tidak akan berubah.
Dari sudut pandang pasar saham, kisaran pertumbuhan lapangan kerja antara 70.000 hingga 100.000 dianggap sebagai hasil yang paling ideal. Mengapa? Karena ini mencerminkan bahwa ekonomi masih dalam ekspansi, tetapi tidak akan memicu kembali ekspektasi inflasi, sekaligus mendukung siklus pemotongan suku bunga berjalan sesuai jadwal. Dengan kata lain, data seperti ini dapat membuktikan bahwa ekonomi sedang melambat secara stabil, bukan mengalami perlambatan mendadak.
Sebaliknya, jika data lapangan kerja turun di bawah 50.000, situasinya akan berbeda. Ini akan diartikan sebagai sinyal tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mungkin memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi, dan investor akan menjadi lebih berhati-hati.
Secara keseluruhan, pasar telah menetapkan kisaran yang wajar untuk kinerja data non-pertanian. Selama tidak terjadi situasi ekstrem, jalur kebijakan longgar Federal Reserve pada dasarnya sudah menjadi keputusan akhir.