Memahami Pergerakan Pasar Emas: Pembaruan 15 Desember dari Arab Saudi

Mengapa Investor Cenderung Beralih ke Emas Saat Masa Tidak Pasti

Emas terus berfungsi sebagai aset utama bagi investor individu maupun pelaku institusi. Menurut data pasar, logam mulia ini menunjukkan hubungan terbalik yang kuat dengan Dolar AS dan pasar saham—pola yang biasanya dipantau ketat oleh investor saat menghadapi kondisi ekonomi yang turbulen. Pada 15 Desember, dinamika ini terlihat jelas di pasar logam mulia Saudi Arabia.

Ikhtisar Pasar Saat Ini: Harga 15 Desember

Pasar emas Saudi Arabia menunjukkan momentum positif, dengan harga yang meningkat dari level hari Jumat sebelumnya. Pengukuran berikut menangkap kondisi terkini:

Pengukuran Harga (SAR) Perubahan dibanding Jumat
Per Gram 521,91 +3,24 dari 518,67
Per Tola 6.087,57 +37,95 dari 6.049,62
Per Ons Troy 16.233,20 Peningkatan yang sesuai

Angka-angka ini, dikumpulkan dari data pasar FXStreet, mewakili harga internasional yang dikonversi dan disesuaikan dengan standar mata uang dan pengukuran lokal Saudi.

Peran Sentral Bank dalam Dinamika Harga Emas

Lembaga-lembaga di seluruh dunia cenderung mengakumulasi cadangan emas sebagai mekanisme kepercayaan selama masa tekanan ekonomi. Bank sentral muncul sebagai pemegang emas terbesar di dunia, dengan pola pembelian yang sangat agresif di antara ekonomi pasar berkembang. China, India, dan Turki secara signifikan meningkatkan cadangan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Besarnya permintaan institusional menjadi jelas pada 2022, ketika bank sentral menambahkan sekitar 1.136 ton emas—dengan nilai sekitar $70 miliar—ke cadangan kolektif mereka. Ini merupakan akuisisi tahunan terkuat sejak pencatatan modern dimulai, mencerminkan bagaimana pemerintah cenderung memprioritaskan akumulasi emas saat stabilitas mata uang dipertanyakan.

Faktor-Faktor yang Membentuk Pergerakan Harga Emas

Berbagai variabel mempengaruhi jalur harga emas secara real-time:

Dinamika Mata Uang: Harga emas cenderung bergerak berlawanan dengan kekuatan Dolar AS. Ketika dolar melemah, emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional, menciptakan tekanan naik pada harga. Sebaliknya, dolar yang menguat biasanya membatasi kenaikan harga.

Kondisi Suku Bunga: Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas cenderung mengapresiasi saat bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih rendah. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang aset non-produktif, menciptakan tekanan turun.

Korelasi dengan Aset Risiko: Rally pasar saham sering beriringan dengan melemahnya emas, karena investor beralih ke peluang dengan hasil lebih tinggi. Sebaliknya, penjualan di pasar saham biasanya memicu pembelian safe-haven yang mendukung harga emas.

Faktor Geopolitik: Ketidakstabilan dan ketakutan resesi dengan cepat mendorong investor ke sifat protektif emas, menunjukkan mengapa investor cenderung menganggapnya sebagai asuransi terhadap gangguan sistemik.

Catatan Metodologi

Harga yang tercantum di sini mengintegrasikan tingkat konversi USD/SAR internasional dengan konvensi pengukuran pasar lokal. Pembaruan harian disesuaikan dengan tingkat pasar saat publikasi. Pengecer lokal Saudi mungkin menawarkan harga yang sedikit berbeda dari level referensi ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)