Industri luar angkasa Rusia menghadapi ujian: Program Soyuz 5 ditunda lagi, tantangan berturut-turut di basis luar angkasa Baikonur

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam tengah meningkatnya kompetisi internasional dalam pengembangan luar angkasa, proyek roket Soyuz 5 Rusia kembali menunda peluncurannya karena kebutuhan verifikasi tambahan. Program ini seharusnya bersaing dengan bisnis luar angkasa komersial SpaceX, namun menghadapi penundaan selama beberapa tahun.

Tantangan Teknis Berkelanjutan di Pangkalan Luar Angkasa Baikonur

Pangkalan luar angkasa Baikonur di wilayah Kazakhstan telah berfungsi sebagai pusat utama aktivitas luar angkasa Rusia, namun dalam beberapa bulan terakhir, beberapa masalah serius telah muncul. Pada akhir November, fasilitas peluncuran sendiri mengalami kerusakan selama operasi roket pengangkut manusia, yang menyebabkan penghentian sementara program penerbangan manusia. Menurut pengumuman Roscosmos (perusahaan luar angkasa nasional Rusia), perkiraan penyelesaian perbaikan adalah akhir Februari 2026, mengalami keterlambatan 12 bulan dari rencana awal.

Masalah yang memperumit situasi adalah gangguan saat peluncuran kapal luar angkasa Soyuz MS-28 pada 27 November. Kerusakan mekanis pada modul layanan menyebabkan insiden ini, yang langsung menghentikan semua misi manusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Latar Belakang Penundaan Berulang Proyek Soyuz 5

Awalnya, peluncuran perdana Soyuz 5 dari fasilitas gabungan Baiterek, yang merupakan proyek bersama Rusia dan Kazakhstan, dijadwalkan akhir 2024. Namun, diketahui bahwa verifikasi tambahan terhadap peralatan onboard dan sistem dasar di darat diperlukan, dan evaluasi ulang oleh lembaga terkait sedang berlangsung. Tanggal peluncuran baru akan ditentukan setelah semua pengujian selesai dan setelah penyesuaian akhir oleh tim program.

Proyek ini sendiri telah menghadapi berbagai kesulitan selama bertahun-tahun. Setelah aneksasi Krimea pada 2014, sanksi ekonomi dari Barat secara signifikan membatasi akses Rusia terhadap teknologi canggih dan komponen penting untuk pengembangan sistem luar angkasa mereka. Selanjutnya, invasi Ukraina pada Februari 2022 memperkuat sanksi tersebut, yang secara besar-besaran menghambat kemampuan industri luar angkasa Rusia untuk inovasi teknologi.

Tantangan pada Seri Proton M

Seri roket Proton M yang menjadi tulang punggung peluncuran satelit komersial dan satelit pemerintah juga menghadapi masalah. Peluncuran yang dijadwalkan dari Pangkalan Luar Angkasa Baikonur pada 15 Desember tidak terlaksana.

Namun, ada juga perkembangan positif. Pada 25 Desember, peluncuran roket Soyuz 2.1a dari Pangkalan Luar Angkasa Plesetsk berhasil, dan pada 28 Desember, peluncuran Soyuz lain dari Pangkalan Luar Angkasa Vostochny dijadwalkan.

Dampak terhadap Kepercayaan Internasional

Serangkaian kegagalan teknis ini menimbulkan keraguan terhadap kemampuan Rusia dalam kontribusi ke ISS dan merusak posisi negara tersebut sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam penerbangan luar angkasa manusia. Pembatasan akses teknologi dan masalah fasilitas semakin memperburuk tantangan Rusia dalam mempertahankan daya saingnya sebagai negara luar angkasa yang pernah menjadi kekuatan utama.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)