CF Benchmarks Penanggung Jawab Riset Gaben Selby baru-baru ini memberikan prediksi harga Bitcoin yang cukup optimis: didorong oleh kondisi makroekonomi yang membaik dan pembelian institusional secara ganda, Bitcoin diperkirakan akan naik 15% dari level harga saat ini menjadi 102.000 USD. Di balik angka yang tampaknya sederhana ini, sebenarnya mencerminkan beberapa variabel kunci pasar kripto tahun 2026.
Rantai Logika Makro: Dari Biaya Tenaga Kerja ke Aset Risiko
Prediksi Gaben Selby didasarkan pada rantai logika makro yang jelas:
Penurunan biaya tenaga kerja → Tekanan inflasi berkurang → Federal Reserve melanjutkan penurunan suku bunga → Likuiditas mengalir ke aset risiko
Lingkungan ekonomi yang disebut “Goldilocks” (tidak terlalu panas maupun terlalu dingin), secara historis paling ramah terhadap aset risiko seperti Bitcoin
Dari data nyata, logika ini bukan sekadar angan-angan. Berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin saat ini sekitar 90.417 USD, dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,81 triliun USD, mewakili 58,44% dari seluruh pasar kripto. Jika Federal Reserve benar-benar melanjutkan kebijakan longgar pada 2026, aset risiko semacam ini memang berpotensi mendapatkan peningkatan valuasi.
Kondisi Pasar Saat Ini: Peluang atau Jerat?
Untuk memahami makna prediksi ini, perlu dilihat posisi pasar saat ini:
Titik Kunci Harga
Nilai
Catatan
Puncak Sejarah
126.000 USD
Oktober 2025
Harga Saat Ini
90.417 USD
9 Januari 2026
Target Prediksi
102.000 USD
Naik 15%
Penurunan dari Puncak
Sekitar 30%
Kondisi Saat Ini
Perbandingan ini menarik. Bitcoin turun sekitar 30% dari puncaknya, namun diperkirakan akan naik lagi 15%. Ini bukan berarti akan mencetak rekor tertinggi baru, melainkan memperbaiki sebagian kerugian. Prediksi yang relatif konservatif ini justru meningkatkan kepercayaan—Gabe Selby tidak memprediksi harga akan mencapai rekor tertinggi, melainkan memperkirakan rebound yang moderat.
Adopsi Institusional: Variabel Utama Tahun 2026
Faktor paling penting dalam prediksi ini sebenarnya adalah adopsi institusional, bukan sekadar kondisi makroekonomi. Beberapa data penting yang perlu diperhatikan:
14 ETF Bitcoin spot di AS telah mengelola lebih dari 100 miliar USD aset
BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust memimpin dengan AUM sebesar 67 miliar USD
Morgan Stanley sedang bersiap meluncurkan ETF baru yang mendukung Bitcoin dan kripto lainnya
Tahap selanjutnya, institusi akan mengintegrasikan aset digital ke dalam strategi pengelolaan penuh dan model otorisasi
Apa artinya ini? Bitcoin secara perlahan bertransformasi dari aset milik retail menjadi bagian dari portofolio institusional. Ketika strategi pengelolaan penuh dan model otorisasi memasukkan Bitcoin sebagai aset alternatif, skala kepemilikan institusional bisa mengalami lonjakan signifikan. Ini bukan spekulasi jangka pendek, melainkan penyesuaian kerangka alokasi aset secara sistematis.
Ketegangan Antara Tekanan Jangka Pendek dan Logika Jangka Panjang
Menariknya, berita juga menyebutkan bahwa investor menarik lebih dari 400 juta USD dari ETF Bitcoin spot pada hari Kamis. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tren adopsi institusional, sentimen pasar jangka pendek tetap fluktuatif. Ketegangan ini sebenarnya sangat wajar—logika makro dan tren institusional adalah kekuatan pendorong jangka panjang, sementara fluktuasi harga jangka pendek sering dipicu oleh sentimen dan analisis teknikal.
Kesimpulan
Prediksi Gaben Selby sebesar 102.000 USD pada dasarnya adalah penilaian terhadap dua tren: pertama, perbaikan kondisi makro di bawah kebijakan longgar Federal Reserve; kedua, peningkatan bobot Bitcoin dalam kerangka alokasi aset institusional. Kedua tren ini didukung data, tetapi tidak pasti. Kebijakan makro bisa berubah, dan adopsi institusional juga bisa menghadapi hambatan regulasi.
Dari sudut pandang investasi, prediksi ini tidak bermaksud membesar-besarkan potensi kenaikan harga, maupun menyarankan untuk langsung membeli secara agresif. Lebih tepatnya, ini menunjukkan arah: jika kondisi makro dan tren institusional berkembang sesuai harapan, rebound 15% dari level saat ini adalah hal yang masuk akal. Yang penting adalah memantau kebijakan Federal Reserve dan perubahan posisi ETF institusional—dua faktor ini akan menentukan apakah prediksi ini bisa terwujud.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari 90.000 menjadi 102.000: Logika makro dan kekuatan institusi di balik prediksi kenaikan Bitcoin
CF Benchmarks Penanggung Jawab Riset Gaben Selby baru-baru ini memberikan prediksi harga Bitcoin yang cukup optimis: didorong oleh kondisi makroekonomi yang membaik dan pembelian institusional secara ganda, Bitcoin diperkirakan akan naik 15% dari level harga saat ini menjadi 102.000 USD. Di balik angka yang tampaknya sederhana ini, sebenarnya mencerminkan beberapa variabel kunci pasar kripto tahun 2026.
Rantai Logika Makro: Dari Biaya Tenaga Kerja ke Aset Risiko
Prediksi Gaben Selby didasarkan pada rantai logika makro yang jelas:
Dari data nyata, logika ini bukan sekadar angan-angan. Berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin saat ini sekitar 90.417 USD, dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,81 triliun USD, mewakili 58,44% dari seluruh pasar kripto. Jika Federal Reserve benar-benar melanjutkan kebijakan longgar pada 2026, aset risiko semacam ini memang berpotensi mendapatkan peningkatan valuasi.
Kondisi Pasar Saat Ini: Peluang atau Jerat?
Untuk memahami makna prediksi ini, perlu dilihat posisi pasar saat ini:
Perbandingan ini menarik. Bitcoin turun sekitar 30% dari puncaknya, namun diperkirakan akan naik lagi 15%. Ini bukan berarti akan mencetak rekor tertinggi baru, melainkan memperbaiki sebagian kerugian. Prediksi yang relatif konservatif ini justru meningkatkan kepercayaan—Gabe Selby tidak memprediksi harga akan mencapai rekor tertinggi, melainkan memperkirakan rebound yang moderat.
Adopsi Institusional: Variabel Utama Tahun 2026
Faktor paling penting dalam prediksi ini sebenarnya adalah adopsi institusional, bukan sekadar kondisi makroekonomi. Beberapa data penting yang perlu diperhatikan:
Apa artinya ini? Bitcoin secara perlahan bertransformasi dari aset milik retail menjadi bagian dari portofolio institusional. Ketika strategi pengelolaan penuh dan model otorisasi memasukkan Bitcoin sebagai aset alternatif, skala kepemilikan institusional bisa mengalami lonjakan signifikan. Ini bukan spekulasi jangka pendek, melainkan penyesuaian kerangka alokasi aset secara sistematis.
Ketegangan Antara Tekanan Jangka Pendek dan Logika Jangka Panjang
Menariknya, berita juga menyebutkan bahwa investor menarik lebih dari 400 juta USD dari ETF Bitcoin spot pada hari Kamis. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tren adopsi institusional, sentimen pasar jangka pendek tetap fluktuatif. Ketegangan ini sebenarnya sangat wajar—logika makro dan tren institusional adalah kekuatan pendorong jangka panjang, sementara fluktuasi harga jangka pendek sering dipicu oleh sentimen dan analisis teknikal.
Kesimpulan
Prediksi Gaben Selby sebesar 102.000 USD pada dasarnya adalah penilaian terhadap dua tren: pertama, perbaikan kondisi makro di bawah kebijakan longgar Federal Reserve; kedua, peningkatan bobot Bitcoin dalam kerangka alokasi aset institusional. Kedua tren ini didukung data, tetapi tidak pasti. Kebijakan makro bisa berubah, dan adopsi institusional juga bisa menghadapi hambatan regulasi.
Dari sudut pandang investasi, prediksi ini tidak bermaksud membesar-besarkan potensi kenaikan harga, maupun menyarankan untuk langsung membeli secara agresif. Lebih tepatnya, ini menunjukkan arah: jika kondisi makro dan tren institusional berkembang sesuai harapan, rebound 15% dari level saat ini adalah hal yang masuk akal. Yang penting adalah memantau kebijakan Federal Reserve dan perubahan posisi ETF institusional—dua faktor ini akan menentukan apakah prediksi ini bisa terwujud.