Jangan Terjebak dengan Istilah, Left Leverage Semudah Ini
Leverage (leverage) secara sederhana adalah menggunakan uang pinjaman untuk memperbesar kemampuan menghasilkan uang Anda. Anda punya 1000 rupiah, tapi ingin melakukan transaksi sebesar 10000 rupiah—begitulah intinya.
Ambil contoh paling sederhana dalam kehidupan: Anda ingin membeli ponsel seharga 8 juta rupiah, tapi hanya punya 2 juta rupiah. Pinjam 6 juta dari teman, beli ponsel, satu bulan kemudian jual kembali seharga 10 juta rupiah. Setelah bayar hutang, Anda mendapatkan keuntungan 4 juta rupiah—ini adalah 200% dari investasi awal 2 juta rupiah. Kalau tidak meminjam, Anda cuma bisa mendapatkan 2 juta (100% keuntungan). Mekanisme “menggunakan modal kecil untuk mendapatkan keuntungan besar” ini adalah inti dari left leverage.
Di pasar trading juga sama prinsipnya. Anda punya 500 dolar, tapi exchange memungkinkan Anda trading dengan leverage 10x untuk Bitcoin. Jadi, posisi nyata yang bisa Anda ambil adalah sebesar 5000 dolar. Jika BTC naik 5%, Anda untung 250 dolar (5% dari 5000); tapi jika turun 5%, Anda rugi 250 dolar. Keuntungan dan kerugian keduanya diperbesar—itulah mengapa leverage bisa sangat menyakitkan.
Mengapa Trader Sangat Terpikat dengan Left Leverage?
Memperbesar Keuntungan: Modal kecil pun bisa melakukan trading besar. Volatilitas di dunia crypto cepat, kenaikan 2% dengan leverage 10x bisa jadi 20% keuntungan.
Fleksibilitas Pengaturan: Bisa membuka beberapa posisi sekaligus, menyebar risiko sekaligus melakukan strategi komprehensif.
Senjata untuk Bottom Fishing: Saat kondisi ekstrem muncul, trader yang cepat merespons bisa memanfaatkan leverage untuk menangkap peluang dengan cepat.
Ramah Pemula: Ini satu-satunya cara agar trader kecil bisa ikut dalam trading level besar.
Tapi, kebalikannya dari keuntungan ini adalah—risiko juga diperbesar berkali-kali lipat.
Bagaimana Cara Main Leverage di Trading Kripto?
Misalnya Anda membuka posisi di exchange. Anda punya 1000 dolar, pilih leverage 5x, sistem akan memberi tambahan 4000 dolar. Jadi, Anda bisa trading dengan posisi sebesar 5000 dolar.
Kalau naik 10%: dapat keuntungan 500 dolar, ROI 50%.
Kalau turun 10%: rugi 500 dolar, langsung likuidasi.
Inilah mengapa ada yang bisa kaya dalam semalam dengan leverage, tapi juga ada yang bangkrut dalam semalam.
Bisa Trading Long dan Short
Long: bertaruh harga naik. Dengan leverage, keuntungan dari kenaikan ini diperbesar.
Short: bertaruh harga turun. Dengan leverage, keuntungan dari short juga bisa diperbesar.
Banyak trader yang menggabungkan keduanya—misalnya, melakukan long BTC dan short altcoin secara bersamaan, menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan di kedua arah.
Tiga Bentuk Leverage
Leverage Finansial
Bentuk paling umum. Meminjam uang dari exchange atau broker untuk memperbesar posisi. Dengan margin kecil, bisa menggerakkan dana besar.
Contoh nyata: Anda punya 1 juta rupiah, exchange pinjamkan 9 juta rupiah, jadi bisa trading sebesar 10 juta rupiah.
Leverage Operasional
Ini konsep dari sisi perusahaan. Perusahaan punya biaya tetap (sewa, peralatan, gaji karyawan), seiring penjualan meningkat, laba tumbuh lebih cepat dari penjualan.
Contoh: platform e-commerce dengan biaya tetap 1 juta per bulan. Saat penjualan 1 juta, laba 0. Saat penjualan 2 juta, laba 1 juta. Penjualan dua kali lipat, laba juga dua kali lipat lebih. Tapi kalau penjualan turun ke 500 ribu, langsung rugi.
Leverage Gabungan
Mempertimbangkan efek penguatan dari sisi keuangan dan operasional sekaligus. Risiko dan potensi keuntungan jadi lebih ekstrem.
Cara Menghitung Koefisien Leverage
Debt-to-Equity Ratio adalah indikator umum.
Perusahaan punya utang 10 juta, modal sendiri 5 juta → rasio 2.0
Ini menunjukkan setiap 1 rupiah modal sendiri didukung utang 2 rupiah. Semakin tinggi rasio, semakin besar risiko, tapi potensi keuntungan juga lebih tinggi.
Rasio di atas 2.0 sudah mulai berbahaya.
Situasi Praktis 1: Trader Pemula di Dunia Kripto dengan Leverage Pertama
Saldo akun: 2000 dolar
Pilih leverage: 20x
Posisi nyata: 40.000 dolar (beli Ethereum)
Harga naik 3%: untung 1200 dolar ✓
Harga turun 5%: rugi 2000 dolar, langsung likuidasi ✗
Kenyataan pahit: Penurunan 5% saja bisa bikin modal hilang. Makanya disebut “leverage tampak seperti alat ajaib penghasil uang, kenyataannya adalah kaca pembesar risiko.”
Situasi Praktis 2: Trader Berpengalaman dengan Manajemen Risiko
Saldo akun: 50.000 dolar
Leverage: 5x (lebih konservatif)
Setiap posisi: margin 5000 dolar × 5 = 25.000 dolar
Kalau kerugian mencapai batas margin tertentu, exchange akan menutup posisi Anda, meskipun Anda tetap ingin bertahan.
Dengan leverage 10x, jika harga turun 10%, posisi langsung dilikuidasi. Tidak ada kompromi.
Biaya Dana (Sering Terabaikan)
Memegang posisi leverage dalam jangka panjang harus bayar bunga. Setiap hari menggerogoti keuntungan.
Kegagalan Psikologis
Melihat angka di layar yang berfluktuasi antara modal dan likuidasi. Kebanyakan orang akan membuat keputusan salah.
Black Swan Market (Tak Terduga)
Berita mendadak, perubahan kebijakan, gangguan exchange—semua bisa langsung menghancurkan posisi Anda.
Kapan Waktu Tepat Menggunakan Leverage, Kapan Jangan Sama Sekali
Situasi yang cocok:
Tren naik yang jelas (misalnya BTC didukung oleh kebijakan Federal Reserve AS)
Anda berpengalaman minimal 3 tahun
Modal cukup (kerugian tidak mempengaruhi hidup)
Waktu cukup (bisa monitor pasar kapan saja)
Situasi yang harus dihindari:
Harga kripto di posisi tinggi, risiko black swan tinggi
Anda pemula (jangan pakai biaya pendidikan untuk belajar leverage)
Modal terbatas (jangan mempertaruhkan uang yang tidak bisa kehilangan)
Pasar sangat tidak pasti (masa vakum kebijakan, kondisi ekstrem)
Cara Benar Pemula Memulai
Langkah pertama: Latihan di akun demo (atau akun nyata dengan modal kecil) selama 2-3 bulan, gunakan leverage 3-5x.
Langkah kedua: Bangun disiplin stop loss. Tentukan harga tertentu di mana harus langsung tutup posisi tanpa terkecuali.
Langkah ketiga: Mulai dari modal kecil. Coba pakai 500 dolar, kalau sudah profit 200 dolar, baru tambah posisi.
Langkah keempat: Catat setiap transaksi. Analisis penyebab keberhasilan dan kegagalan.
Langkah kelima: Baru pertimbangkan leverage di atas 10x.
Tentang “Leverage” atau “Lieverich”
Dalam bahasa Rusia biasanya tertulis “левередж”, mendekati pengucapan Inggris. “леверидж” juga bisa ditemui, tapi kurang profesional.
Dokumen resmi dan media profesional pakai “левередж”.
Pilih yang mana pun tidak masalah, tapi konsistensi penting.
Leverage Tidak Sama dengan Short Selling
Short: bertaruh harga turun.
Leverage: memperbesar posisi apapun, baik long maupun short.
Jangan sampai salah pengertian.
Apakah Bisa Menghindari Risiko Leverage Sepenuhnya?
Jawabannya: Tidak.
Tapi bisa mengurangi secara signifikan:
Pakai leverage 3-5x, bukan 100x
Pasang stop loss dan patuhi
Hanya pakai di aset utama dengan likuiditas tinggi
Diversifikasi posisi, jangan taruh semua dalam satu posisi
Rutin review dan segera kurangi posisi saat risiko muncul
Penutup
Leverage bukan surga maupun neraka.
Ini adalah pedang bermata dua—dipakai pemula bisa bunuh diri, dipakai trader berpengalaman bisa menghasilkan uang.
Perbedaannya tergantung seberapa dalam pemahaman Anda tentang pasar, disiplin manajemen risiko, dan kekuatan mental.
Disarankan semua orang mulai dari leverage konservatif (3-5x), perlahan kumpulkan pengalaman. Setelah stabil profit, baru pertimbangkan strategi yang lebih agresif.
Ingat: bertahan dulu, baru cari untung. Selamatkan akun dulu, baru bisa bangkit lagi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa sebenarnya leverage kiri itu? Jawaban yang paling dicari oleh trader ada di sini
Jangan Terjebak dengan Istilah, Left Leverage Semudah Ini
Leverage (leverage) secara sederhana adalah menggunakan uang pinjaman untuk memperbesar kemampuan menghasilkan uang Anda. Anda punya 1000 rupiah, tapi ingin melakukan transaksi sebesar 10000 rupiah—begitulah intinya.
Ambil contoh paling sederhana dalam kehidupan: Anda ingin membeli ponsel seharga 8 juta rupiah, tapi hanya punya 2 juta rupiah. Pinjam 6 juta dari teman, beli ponsel, satu bulan kemudian jual kembali seharga 10 juta rupiah. Setelah bayar hutang, Anda mendapatkan keuntungan 4 juta rupiah—ini adalah 200% dari investasi awal 2 juta rupiah. Kalau tidak meminjam, Anda cuma bisa mendapatkan 2 juta (100% keuntungan). Mekanisme “menggunakan modal kecil untuk mendapatkan keuntungan besar” ini adalah inti dari left leverage.
Di pasar trading juga sama prinsipnya. Anda punya 500 dolar, tapi exchange memungkinkan Anda trading dengan leverage 10x untuk Bitcoin. Jadi, posisi nyata yang bisa Anda ambil adalah sebesar 5000 dolar. Jika BTC naik 5%, Anda untung 250 dolar (5% dari 5000); tapi jika turun 5%, Anda rugi 250 dolar. Keuntungan dan kerugian keduanya diperbesar—itulah mengapa leverage bisa sangat menyakitkan.
Mengapa Trader Sangat Terpikat dengan Left Leverage?
Memperbesar Keuntungan: Modal kecil pun bisa melakukan trading besar. Volatilitas di dunia crypto cepat, kenaikan 2% dengan leverage 10x bisa jadi 20% keuntungan.
Fleksibilitas Pengaturan: Bisa membuka beberapa posisi sekaligus, menyebar risiko sekaligus melakukan strategi komprehensif.
Senjata untuk Bottom Fishing: Saat kondisi ekstrem muncul, trader yang cepat merespons bisa memanfaatkan leverage untuk menangkap peluang dengan cepat.
Ramah Pemula: Ini satu-satunya cara agar trader kecil bisa ikut dalam trading level besar.
Tapi, kebalikannya dari keuntungan ini adalah—risiko juga diperbesar berkali-kali lipat.
Bagaimana Cara Main Leverage di Trading Kripto?
Misalnya Anda membuka posisi di exchange. Anda punya 1000 dolar, pilih leverage 5x, sistem akan memberi tambahan 4000 dolar. Jadi, Anda bisa trading dengan posisi sebesar 5000 dolar.
Kalau naik 10%: dapat keuntungan 500 dolar, ROI 50%.
Kalau turun 10%: rugi 500 dolar, langsung likuidasi.
Inilah mengapa ada yang bisa kaya dalam semalam dengan leverage, tapi juga ada yang bangkrut dalam semalam.
Bisa Trading Long dan Short
Long: bertaruh harga naik. Dengan leverage, keuntungan dari kenaikan ini diperbesar.
Short: bertaruh harga turun. Dengan leverage, keuntungan dari short juga bisa diperbesar.
Banyak trader yang menggabungkan keduanya—misalnya, melakukan long BTC dan short altcoin secara bersamaan, menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan di kedua arah.
Tiga Bentuk Leverage
Leverage Finansial
Bentuk paling umum. Meminjam uang dari exchange atau broker untuk memperbesar posisi. Dengan margin kecil, bisa menggerakkan dana besar.
Contoh nyata: Anda punya 1 juta rupiah, exchange pinjamkan 9 juta rupiah, jadi bisa trading sebesar 10 juta rupiah.
Leverage Operasional
Ini konsep dari sisi perusahaan. Perusahaan punya biaya tetap (sewa, peralatan, gaji karyawan), seiring penjualan meningkat, laba tumbuh lebih cepat dari penjualan.
Contoh: platform e-commerce dengan biaya tetap 1 juta per bulan. Saat penjualan 1 juta, laba 0. Saat penjualan 2 juta, laba 1 juta. Penjualan dua kali lipat, laba juga dua kali lipat lebih. Tapi kalau penjualan turun ke 500 ribu, langsung rugi.
Leverage Gabungan
Mempertimbangkan efek penguatan dari sisi keuangan dan operasional sekaligus. Risiko dan potensi keuntungan jadi lebih ekstrem.
Cara Menghitung Koefisien Leverage
Debt-to-Equity Ratio adalah indikator umum.
Perusahaan punya utang 10 juta, modal sendiri 5 juta → rasio 2.0
Ini menunjukkan setiap 1 rupiah modal sendiri didukung utang 2 rupiah. Semakin tinggi rasio, semakin besar risiko, tapi potensi keuntungan juga lebih tinggi.
Rasio di atas 2.0 sudah mulai berbahaya.
Situasi Praktis 1: Trader Pemula di Dunia Kripto dengan Leverage Pertama
Kenyataan pahit: Penurunan 5% saja bisa bikin modal hilang. Makanya disebut “leverage tampak seperti alat ajaib penghasil uang, kenyataannya adalah kaca pembesar risiko.”
Situasi Praktis 2: Trader Berpengalaman dengan Manajemen Risiko
Perbedaannya adalah: leverage konservatif + manajemen risiko ilmiah = peluang profit stabil. Sedangkan leverage agresif = mental petarung judi.
Apa Saja Lubang Besar Leverage?
Risiko Likuidasi (Paling Mematikan)
Kalau kerugian mencapai batas margin tertentu, exchange akan menutup posisi Anda, meskipun Anda tetap ingin bertahan.
Dengan leverage 10x, jika harga turun 10%, posisi langsung dilikuidasi. Tidak ada kompromi.
Biaya Dana (Sering Terabaikan)
Memegang posisi leverage dalam jangka panjang harus bayar bunga. Setiap hari menggerogoti keuntungan.
Kegagalan Psikologis
Melihat angka di layar yang berfluktuasi antara modal dan likuidasi. Kebanyakan orang akan membuat keputusan salah.
Black Swan Market (Tak Terduga)
Berita mendadak, perubahan kebijakan, gangguan exchange—semua bisa langsung menghancurkan posisi Anda.
Kapan Waktu Tepat Menggunakan Leverage, Kapan Jangan Sama Sekali
Situasi yang cocok:
Situasi yang harus dihindari:
Cara Benar Pemula Memulai
Langkah pertama: Latihan di akun demo (atau akun nyata dengan modal kecil) selama 2-3 bulan, gunakan leverage 3-5x.
Langkah kedua: Bangun disiplin stop loss. Tentukan harga tertentu di mana harus langsung tutup posisi tanpa terkecuali.
Langkah ketiga: Mulai dari modal kecil. Coba pakai 500 dolar, kalau sudah profit 200 dolar, baru tambah posisi.
Langkah keempat: Catat setiap transaksi. Analisis penyebab keberhasilan dan kegagalan.
Langkah kelima: Baru pertimbangkan leverage di atas 10x.
Tentang “Leverage” atau “Lieverich”
Dalam bahasa Rusia biasanya tertulis “левередж”, mendekati pengucapan Inggris. “леверидж” juga bisa ditemui, tapi kurang profesional.
Dokumen resmi dan media profesional pakai “левередж”.
Pilih yang mana pun tidak masalah, tapi konsistensi penting.
Leverage Tidak Sama dengan Short Selling
Short: bertaruh harga turun.
Leverage: memperbesar posisi apapun, baik long maupun short.
Jangan sampai salah pengertian.
Apakah Bisa Menghindari Risiko Leverage Sepenuhnya?
Jawabannya: Tidak.
Tapi bisa mengurangi secara signifikan:
Penutup
Leverage bukan surga maupun neraka.
Ini adalah pedang bermata dua—dipakai pemula bisa bunuh diri, dipakai trader berpengalaman bisa menghasilkan uang.
Perbedaannya tergantung seberapa dalam pemahaman Anda tentang pasar, disiplin manajemen risiko, dan kekuatan mental.
Disarankan semua orang mulai dari leverage konservatif (3-5x), perlahan kumpulkan pengalaman. Setelah stabil profit, baru pertimbangkan strategi yang lebih agresif.
Ingat: bertahan dulu, baru cari untung. Selamatkan akun dulu, baru bisa bangkit lagi.