Jujur saja, selama bertahun-tahun berurusan dengan penyimpanan terdesentralisasi, banyak proyek yang saya coba selalu mengecewakan. Ada yang lambat banget sampai bikin ragu hidup, kirim file bisa nunggu setengah hari; ada yang biayanya malah lebih mahal dari cloud storage biasa; ada juga yang fiturnya setengah-setengah, cuma bisa simpan tapi nggak bisa kelola. Setelah beberapa kali coba-coba, saya akhirnya menyerah dan kembali ke pelukan Alibaba Cloud dan Tencent Cloud, selalu merasa bahwa ini cuma gimmick belaka.
Hingga setengah tahun yang lalu, pandangan saya mulai berubah. Kebetulan saya mengenal proyek Walrus, awalnya cuma coba-coba dengan niat sekadar nyoba, simpan beberapa file kecil-kecil. Tapi semakin saya pakai, semakin ketagihan, sampai sekarang semua data penting sudah dipindahkan ke sana, bahkan saya rekomendasikan ke teman-teman yang bikin proyek. Baru saya benar-benar merasakan bahwa penyimpanan terdesentralisasi memang bisa direalisasikan, bukan sekadar hype belaka.
Yang paling mengesankan saya adalah teknologi encoding Red Stuff-nya. Hal yang paling ditakuti saat menyimpan data adalah kehilangan data. Sebelumnya, proyek-proyek yang saya gunakan untuk toleransi kesalahan sering kali harus menggandakan faktor 10 kali lipat, yang membuat biaya jadi sangat mahal. Saat itu saya berpikir, siapa yang mampu menanggung biaya seperti ini? Proyek kecil dan menengah pun nggak sanggup, apalagi skala besar.
Tapi solusi dari Walrus berbeda. Mereka menekan faktor penggandaan menjadi 4-5 kali, biaya hampir sama dengan cloud storage terpusat, dan yang terpenting, keamanannya tetap terjaga. Data dipecah menjadi shard utama dan cadangan, disebar di seluruh node jaringan. Bahkan jika dua pertiga node bermasalah, sisa shard tetap bisa mengembalikan data asli secara lengkap. Inilah yang benar-benar menyelesaikan konflik antara biaya dan keamanan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasGuzzler
· 01-12 03:06
Haha, akhirnya ada yang membuat penyimpanan terdesentralisasi menjadi layak, sebelumnya proyek-proyek itu benar-benar merepotkan
Lihat AsliBalas0
DefiPlaybook
· 01-10 00:55
Faktor penggandaan dikurangi dari 10 kali menjadi 4-5 kali, perbedaan data ini memang patut diperhatikan. Namun, semuanya tergantung pada data operasional nyata yang mendukung.
Lihat AsliBalas0
ValidatorViking
· 01-10 00:55
ngl, pengkodean bahan merah sebenarnya terdengar sudah teruji... replikasi 4-5x vs 10x? itu jenis ekonomi taruhan yang akhirnya masuk akal. sebagian besar proyek hanya menyalin arsitektur yang gagal lalu bertanya-tanya mengapa adopsi menurun lol
Lihat AsliBalas0
MissedTheBoat
· 01-10 00:55
Akhirnya ada yang terpercaya, sebelumnya benar-benar takut tertipu, kali ini Walrus benar-benar berbeda.
Lihat AsliBalas0
ILCollector
· 01-10 00:49
Benar, proyek-proyek sebelumnya memang benar-benar buruk... Walrus ini malah tidak membuat saya kecewa, malah sedikit mengejutkan
Jujur saja, selama bertahun-tahun berurusan dengan penyimpanan terdesentralisasi, banyak proyek yang saya coba selalu mengecewakan. Ada yang lambat banget sampai bikin ragu hidup, kirim file bisa nunggu setengah hari; ada yang biayanya malah lebih mahal dari cloud storage biasa; ada juga yang fiturnya setengah-setengah, cuma bisa simpan tapi nggak bisa kelola. Setelah beberapa kali coba-coba, saya akhirnya menyerah dan kembali ke pelukan Alibaba Cloud dan Tencent Cloud, selalu merasa bahwa ini cuma gimmick belaka.
Hingga setengah tahun yang lalu, pandangan saya mulai berubah. Kebetulan saya mengenal proyek Walrus, awalnya cuma coba-coba dengan niat sekadar nyoba, simpan beberapa file kecil-kecil. Tapi semakin saya pakai, semakin ketagihan, sampai sekarang semua data penting sudah dipindahkan ke sana, bahkan saya rekomendasikan ke teman-teman yang bikin proyek. Baru saya benar-benar merasakan bahwa penyimpanan terdesentralisasi memang bisa direalisasikan, bukan sekadar hype belaka.
Yang paling mengesankan saya adalah teknologi encoding Red Stuff-nya. Hal yang paling ditakuti saat menyimpan data adalah kehilangan data. Sebelumnya, proyek-proyek yang saya gunakan untuk toleransi kesalahan sering kali harus menggandakan faktor 10 kali lipat, yang membuat biaya jadi sangat mahal. Saat itu saya berpikir, siapa yang mampu menanggung biaya seperti ini? Proyek kecil dan menengah pun nggak sanggup, apalagi skala besar.
Tapi solusi dari Walrus berbeda. Mereka menekan faktor penggandaan menjadi 4-5 kali, biaya hampir sama dengan cloud storage terpusat, dan yang terpenting, keamanannya tetap terjaga. Data dipecah menjadi shard utama dan cadangan, disebar di seluruh node jaringan. Bahkan jika dua pertiga node bermasalah, sisa shard tetap bisa mengembalikan data asli secara lengkap. Inilah yang benar-benar menyelesaikan konflik antara biaya dan keamanan.