Kenapa selalu merasa diri sendiri sedang merugi, sementara teman di sebelah malah mendapatkan keuntungan? Baru-baru ini pasar sangat kompetitif, ada yang mengikuti tren dan langsung melipatgandakan modalnya, ada juga yang terjebak di posisi tinggi dan terpaksa menunggu. Mengapa perbedaan ini begitu besar? Sama pasar, sama jenis koin, tetapi perubahan dalam strategi operasi dan pengelolaan mental bisa membuat perbedaan besar. Kadang-kadang bukan pasar yang tidak memberi peluang, tetapi waktu masuk yang kurang tepat, atau mental yang tidak stabil, sehingga panik saat harga turun tajam. Melihat orang lain dengan mudah mendapatkan keuntungan, sementara kita sering mengalami kerugian, perasaan ini memang sangat tidak nyaman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Ramen_Until_Rich
· 23jam yang lalu
Benar-benar, hanya butuh satu momen, hidup akan berubah.
Titik masuk benar-benar luar biasa, aku setiap kali selalu membeli di puncak tertinggi.
Kalau soal mental, mental aku apa-apaan, langsung jual saat harga turun.
Kenapa saudara di sebelah begitu tenang, aku kok begitu terburu-buru.
Pasar sama saja, kenapa orang lain bisa tahan?
Bukan aku tidak mampu, cuma aku terlalu serakah.
Melihat mereka santai menghasilkan uang aku jadi pengen muntah darah.
Sebenarnya hanya kurang sabar dan keberuntungan saja.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterWang
· 01-10 05:57
Ini benar-benar masalah mental, saya sendiri sudah diajari berkali-kali tentang hal ini
Lihat AsliBalas0
MetaMuskRat
· 01-10 05:56
Bangunlah, tidak ada yang bisa mendapatkan keuntungan pasti, semuanya adalah analisis setelah kejadian
Lihat AsliBalas0
FUD_Vaccinated
· 01-10 05:53
Benar-benar, inilah saya, setiap kali selalu melewatkan atau membeli di puncak, siapa yang harus disalahkan?
Lihat AsliBalas0
FloorSweeper
· 01-10 05:50
nah fr, ini hanya tangan lemah yang diguncang saat fase akumulasi berjalan diam-diam. timing bukan keberuntungan, ini membaca psikologi pasar—kebanyakan orang panik jual di titik capitulation di mana alpha sejati mulai.
Lihat AsliBalas0
SchrodingerProfit
· 01-10 05:32
Benar, waktu masuk pasar hampir saja semuanya berakhir, saya sangat mengerti keputusasaan ini
Takutnya orang lain sedang mengonsumsi obat sementara saya malah minum racun
Mental ini sulit dikendalikan, saat melonjak tiba-tiba otak saya kosong
Kenapa saudara di sebelah selalu bisa memprediksi waktu yang tepat, benar-benar menyebalkan
Perasaan menjual dengan rugi bisa dilupakan? Kalau melihat mata uang ini lagi, mungkin akan gemetaran
Kenapa selalu merasa diri sendiri sedang merugi, sementara teman di sebelah malah mendapatkan keuntungan? Baru-baru ini pasar sangat kompetitif, ada yang mengikuti tren dan langsung melipatgandakan modalnya, ada juga yang terjebak di posisi tinggi dan terpaksa menunggu. Mengapa perbedaan ini begitu besar? Sama pasar, sama jenis koin, tetapi perubahan dalam strategi operasi dan pengelolaan mental bisa membuat perbedaan besar. Kadang-kadang bukan pasar yang tidak memberi peluang, tetapi waktu masuk yang kurang tepat, atau mental yang tidak stabil, sehingga panik saat harga turun tajam. Melihat orang lain dengan mudah mendapatkan keuntungan, sementara kita sering mengalami kerugian, perasaan ini memang sangat tidak nyaman.