Setiap bulan terkejut oleh tagihan penyimpanan awan? Jika Anda menggunakan platform tradisional seperti AWS, Azure, mungkin sudah terbiasa dengan biaya yang mahal. Sebuah protokol baru-baru ini melakukan satu hal—menggunakan pendekatan teknologi untuk langsung memotong masalah biaya ini.
Prinsipnya sebenarnya tidak rumit, tetapi ide dasarnya berbeda. Dengan teknologi kode koreksi eror untuk memecah data menjadi bagian-bagian kecil lalu menyebarkannya, kemudian memanfaatkan sumber daya penyimpanan yang tidak terpakai di seluruh dunia, struktur biaya secara alami direkonstruksi. Tapi murah hanyalah permukaannya, pengalaman pengguna adalah kuncinya. Bayangkan, Anda menyimpan 660 file kecil, dan masih bisa menemukan salah satu dari mereka dalam hitungan detik seperti di folder lokal—ini bukan hal yang bisa dilakukan oleh penyimpanan terdistribusi konvensional.
Yang lebih menarik adalah "pengaktifan" data. Melalui alat khusus, Anda dapat mengatur berbagai kondisi untuk data: "Laporan ini hanya bisa dilihat dengan membayar 0.1 token" atau "Simpan game ini harus sampai akhir musim baru bisa dibuka." Data dari objek penyimpanan statis berubah menjadi aset yang dapat berinteraksi, dapat mengalir, dan dapat menghasilkan nilai.
Saat ini, sudah ada data bisnis nyata sebesar PB yang dipindahkan ke jaringan ini, mencakup dari konten NFT, identitas digital, model AI, hingga data iklan. Lebih maju lagi, ekosistem ini sedang berkembang ke bidang data kendaraan listrik, kredit karbon, dan lainnya, didukung oleh kemitraan yang ada. Ini berarti token tidak hanya alat pengelolaan, tetapi juga sebagai media peredaran dan penanda nilai dalam seluruh sistem ekonomi data.
Dari daftar mitra dan skala bisnis yang telah direalisasikan, ini bukan sekadar konsep. Diskusi komunitas sangat aktif, dan kemajuan pengembangan terus berlangsung. Jika pada tahun 2026 Anda masih khawatir tentang biaya cloud, mungkin saatnya untuk mempertimbangkan kembali solusi penyimpanan data.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Setiap bulan terkejut oleh tagihan penyimpanan awan? Jika Anda menggunakan platform tradisional seperti AWS, Azure, mungkin sudah terbiasa dengan biaya yang mahal. Sebuah protokol baru-baru ini melakukan satu hal—menggunakan pendekatan teknologi untuk langsung memotong masalah biaya ini.
Prinsipnya sebenarnya tidak rumit, tetapi ide dasarnya berbeda. Dengan teknologi kode koreksi eror untuk memecah data menjadi bagian-bagian kecil lalu menyebarkannya, kemudian memanfaatkan sumber daya penyimpanan yang tidak terpakai di seluruh dunia, struktur biaya secara alami direkonstruksi. Tapi murah hanyalah permukaannya, pengalaman pengguna adalah kuncinya. Bayangkan, Anda menyimpan 660 file kecil, dan masih bisa menemukan salah satu dari mereka dalam hitungan detik seperti di folder lokal—ini bukan hal yang bisa dilakukan oleh penyimpanan terdistribusi konvensional.
Yang lebih menarik adalah "pengaktifan" data. Melalui alat khusus, Anda dapat mengatur berbagai kondisi untuk data: "Laporan ini hanya bisa dilihat dengan membayar 0.1 token" atau "Simpan game ini harus sampai akhir musim baru bisa dibuka." Data dari objek penyimpanan statis berubah menjadi aset yang dapat berinteraksi, dapat mengalir, dan dapat menghasilkan nilai.
Saat ini, sudah ada data bisnis nyata sebesar PB yang dipindahkan ke jaringan ini, mencakup dari konten NFT, identitas digital, model AI, hingga data iklan. Lebih maju lagi, ekosistem ini sedang berkembang ke bidang data kendaraan listrik, kredit karbon, dan lainnya, didukung oleh kemitraan yang ada. Ini berarti token tidak hanya alat pengelolaan, tetapi juga sebagai media peredaran dan penanda nilai dalam seluruh sistem ekonomi data.
Dari daftar mitra dan skala bisnis yang telah direalisasikan, ini bukan sekadar konsep. Diskusi komunitas sangat aktif, dan kemajuan pengembangan terus berlangsung. Jika pada tahun 2026 Anda masih khawatir tentang biaya cloud, mungkin saatnya untuk mempertimbangkan kembali solusi penyimpanan data.