Pada konferensi Bitcoin MENA di Abu Dhabi, Michael Saylor, kepala Strategy, memaparkan pendekatan yang benar-benar baru dalam memahami Bitcoin. Berbeda dari persepsi tradisional tentang cryptocurrency sebagai uang masa depan, Saylor memposisikan Bitcoin sebagai aset keras, mirip dengan minyak mentah, yang perlu diolah menjadi berbagai instrumen keuangan.
Strategy membangun jembatan antara Bitcoin dan keuangan tradisional
Strategi Strategy adalah memberikan akses kepada investor institusional ke Bitcoin melalui mekanisme korporat yang sudah mereka kenal. Perusahaan ini mengeluarkan beberapa kelas saham preferen yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli cryptocurrency secara langsung. Rata-rata nilai satu koin dalam portofolio perusahaan sekitar $75 000, sementara total pengeluaran untuk pembelian mencapai $50 miliar.
Menurut data perusahaan, per 15 Desember, Strategy telah mengumpulkan 671.268 Bitcoin, mengendalikan sekitar 3,2% dari total pasokan. Portofolio perusahaan ini 12 kali lebih besar dari portofolio pemilik perusahaan terbesar berikutnya. Nilai saat ini dari aset Bitcoin Strategy diperkirakan sekitar $60 miliar, menunjukkan kepercayaan institusi terhadap aset ini.
Aset, bukan uang: pandangan baru ekonom
Ekonom Saifeddin Ammus mengomentari posisi Saylor dalam acara Chain Reaction, menyoroti perbedaan mendasar dalam memahami peran Bitcoin. Menurutnya, pendekatan ini tidak mengubah sifat uang dari Bitcoin, tetapi membuka peluang baru untuk penggunaannya sebagai penyimpan nilai.
Ammus yakin bahwa Bitcoin secara bertahap akan beralih dari status aset keuangan menjadi uang sejati, ketika cukup banyak orang mulai menyimpannya secara langsung. Mengingat bahwa jumlah uang dunia tumbuh 7–15% setiap tahun, Bitcoin sebagai aset deflasi menjadi semakin menarik bagi bisnis dan investor pribadi.
Perhatian institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat
Pendekatan baru terhadap Bitcoin sebagai aset yang andal menarik perhatian investor global. Norges Bank Investment Management, divisi investasi dari bank sentral Norwegia, saat ini memiliki saham Strategy senilai sekitar $500 miliar per paruh kedua tahun 2024.
Ketertarikan bank sentral dan lembaga keuangan besar ini menunjukkan perubahan persepsi terhadap Bitcoin di dunia keuangan tradisional. Yang beberapa tahun lalu dianggap sebagai aset spekulatif, kini dipandang sebagai instrumen investasi yang sah dalam portofolio pemain terbesar di pasar modal global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin sebagai aset investasi: bagaimana Strategy mengubah pandangan tentang emas digital
Pada konferensi Bitcoin MENA di Abu Dhabi, Michael Saylor, kepala Strategy, memaparkan pendekatan yang benar-benar baru dalam memahami Bitcoin. Berbeda dari persepsi tradisional tentang cryptocurrency sebagai uang masa depan, Saylor memposisikan Bitcoin sebagai aset keras, mirip dengan minyak mentah, yang perlu diolah menjadi berbagai instrumen keuangan.
Strategy membangun jembatan antara Bitcoin dan keuangan tradisional
Strategi Strategy adalah memberikan akses kepada investor institusional ke Bitcoin melalui mekanisme korporat yang sudah mereka kenal. Perusahaan ini mengeluarkan beberapa kelas saham preferen yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membeli cryptocurrency secara langsung. Rata-rata nilai satu koin dalam portofolio perusahaan sekitar $75 000, sementara total pengeluaran untuk pembelian mencapai $50 miliar.
Menurut data perusahaan, per 15 Desember, Strategy telah mengumpulkan 671.268 Bitcoin, mengendalikan sekitar 3,2% dari total pasokan. Portofolio perusahaan ini 12 kali lebih besar dari portofolio pemilik perusahaan terbesar berikutnya. Nilai saat ini dari aset Bitcoin Strategy diperkirakan sekitar $60 miliar, menunjukkan kepercayaan institusi terhadap aset ini.
Aset, bukan uang: pandangan baru ekonom
Ekonom Saifeddin Ammus mengomentari posisi Saylor dalam acara Chain Reaction, menyoroti perbedaan mendasar dalam memahami peran Bitcoin. Menurutnya, pendekatan ini tidak mengubah sifat uang dari Bitcoin, tetapi membuka peluang baru untuk penggunaannya sebagai penyimpan nilai.
Ammus yakin bahwa Bitcoin secara bertahap akan beralih dari status aset keuangan menjadi uang sejati, ketika cukup banyak orang mulai menyimpannya secara langsung. Mengingat bahwa jumlah uang dunia tumbuh 7–15% setiap tahun, Bitcoin sebagai aset deflasi menjadi semakin menarik bagi bisnis dan investor pribadi.
Perhatian institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat
Pendekatan baru terhadap Bitcoin sebagai aset yang andal menarik perhatian investor global. Norges Bank Investment Management, divisi investasi dari bank sentral Norwegia, saat ini memiliki saham Strategy senilai sekitar $500 miliar per paruh kedua tahun 2024.
Ketertarikan bank sentral dan lembaga keuangan besar ini menunjukkan perubahan persepsi terhadap Bitcoin di dunia keuangan tradisional. Yang beberapa tahun lalu dianggap sebagai aset spekulatif, kini dipandang sebagai instrumen investasi yang sah dalam portofolio pemain terbesar di pasar modal global.