Kinerja pasar internasional yang kokoh memberikan sinyal positif untuk saham India, berpotensi membuka hari Selasa dengan langkah stabil. Investor memantau secara ketat momentum pasar global sambil mencerna pembaruan laba Q3 dari bank swasta utama termasuk Axis Bank dan IndusInd Bank.
Latar belakang dari pasar luar negeri menunjukkan lingkungan yang campur aduk tetapi umumnya mendukung. Saham AS melonjak semalam, dengan Dow naik 1,2 persen ke level tertinggi baru, sementara S&P 500 menguat 0,6 persen dan Nasdaq Composite naik 0,7 persen. Rally ini mencerminkan optimisme investor setelah perkembangan geopolitik di Venezuela dan komentar positif dari sektor energi dari Gedung Putih. Namun, data manufaktur yang menunjukkan bulan ke-10 berturut-turut mengalami kontraksi hampir tidak mempengaruhi sentimen bullish.
Bursa Eropa juga memperpanjang kenaikan, dengan Stoxx 600 menguat 0,9 persen. DAX Jerman memimpin sinyal regional dengan lonjakan 1,3 persen, sementara CAC 40 Prancis naik 0,2 persen dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,5 persen. Pasar Asia melanjutkan momentum rekor mereka, dengan China, Hong Kong, dan Jepang memberikan kenaikan regional yang kuat.
Di dalam negeri, indeks benchmark India menutup hari Senin di bawah tekanan meskipun didukung oleh sinyal global ini. Sensex turun 0,4 persen sementara Nifty menurun 0,3 persen, terbebani oleh kehati-hatian terhadap aksi militer AS dan ketidakpastian tarif baru. Rupee melemah sedikit menjadi 90,2775 per dolar, menandai penurunan harian keempat berturut-turut.
Arus modal menunjukkan gambaran yang berbeda. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rs 36 crore sementara investor institusional domestik menunjukkan keyakinan dengan membeli saham senilai Rs 1.764 crore. Emas tetap stabil di atas $4.450 per ons sementara minyak mentah sedikit mundur setelah kenaikan $1 per barel hari Senin.
Pandangan jangka pendek tetap tertutup oleh ketegangan geopolitik dan negosiasi perdagangan, meskipun dimulainya musim laba Q3 yang penting memberikan potensi katalis untuk volatilitas ke arah mana pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal Pasar Global yang Kuat Bisa Dukung Rally Ekuitas India
Kinerja pasar internasional yang kokoh memberikan sinyal positif untuk saham India, berpotensi membuka hari Selasa dengan langkah stabil. Investor memantau secara ketat momentum pasar global sambil mencerna pembaruan laba Q3 dari bank swasta utama termasuk Axis Bank dan IndusInd Bank.
Latar belakang dari pasar luar negeri menunjukkan lingkungan yang campur aduk tetapi umumnya mendukung. Saham AS melonjak semalam, dengan Dow naik 1,2 persen ke level tertinggi baru, sementara S&P 500 menguat 0,6 persen dan Nasdaq Composite naik 0,7 persen. Rally ini mencerminkan optimisme investor setelah perkembangan geopolitik di Venezuela dan komentar positif dari sektor energi dari Gedung Putih. Namun, data manufaktur yang menunjukkan bulan ke-10 berturut-turut mengalami kontraksi hampir tidak mempengaruhi sentimen bullish.
Bursa Eropa juga memperpanjang kenaikan, dengan Stoxx 600 menguat 0,9 persen. DAX Jerman memimpin sinyal regional dengan lonjakan 1,3 persen, sementara CAC 40 Prancis naik 0,2 persen dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,5 persen. Pasar Asia melanjutkan momentum rekor mereka, dengan China, Hong Kong, dan Jepang memberikan kenaikan regional yang kuat.
Di dalam negeri, indeks benchmark India menutup hari Senin di bawah tekanan meskipun didukung oleh sinyal global ini. Sensex turun 0,4 persen sementara Nifty menurun 0,3 persen, terbebani oleh kehati-hatian terhadap aksi militer AS dan ketidakpastian tarif baru. Rupee melemah sedikit menjadi 90,2775 per dolar, menandai penurunan harian keempat berturut-turut.
Arus modal menunjukkan gambaran yang berbeda. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rs 36 crore sementara investor institusional domestik menunjukkan keyakinan dengan membeli saham senilai Rs 1.764 crore. Emas tetap stabil di atas $4.450 per ons sementara minyak mentah sedikit mundur setelah kenaikan $1 per barel hari Senin.
Pandangan jangka pendek tetap tertutup oleh ketegangan geopolitik dan negosiasi perdagangan, meskipun dimulainya musim laba Q3 yang penting memberikan potensi katalis untuk volatilitas ke arah mana pun.