Belakangan ini, dunia politik Amerika Serikat sedang memicu badai kekuasaan keuangan. Trump, untuk mendorong penurunan suku bunga, malah menuding langsung kepada Ketua Federal Reserve Powell, bahkan meminta penyelidikan terhadapnya. Ini bukan sekadar perang kata-kata politik, melainkan konflik mendalam yang menyentuh dasar sistem keuangan Amerika.
CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon secara tegas menyatakan bahwa ini adalah "merusak independensi bank sentral," dengan kata-kata yang keras. Tanggapan Trump juga tegas: "Dia salah, Federal Reserve sangat buruk!" Kedua belah pihak saling berhadapan. Tiga mantan pejabat tinggi Federal Reserve yang pernah melayani enam presiden Amerika Serikat secara kolektif mengeluarkan peringatan—begitu kekuasaan politik menyentuh bank sentral, iblis inflasi yang ganas akan dilepaskan, dan akhirnya setiap orang akan kehilangan uang di dompetnya.
Langkah yang lebih agresif pun muncul. Trump mengumumkan akan membatasi suku bunga kartu kredit pada 10%, langsung menyentuh bagian paling menyakitkan bagi konsumen biasa. Keputusan ini membuat raksasa bank tidak tenang. Berakhirnya era kredit murah berarti apa? Poin reward kartu kredit akan menjadi sejarah, biaya pinjaman akan meningkat secara signifikan. Keluarga yang sudah tertekan oleh bunga 28% akan menghadapi situasi yang semakin sulit.
Pertarungan antara "Presiden rakyat" dan "Elit Wall Street" ini pada dasarnya mencerminkan sebuah masalah mendasar: apakah kekuasaan politik bisa sembarangan campur tangan dalam aturan pasar? Ketika independensi bank sentral terancam, dan pengawasan keuangan menjadi alat politik, seluruh sistem akan jatuh ke dalam ketidakstabilan. Tidak ada yang bisa tetap di luar pengaruhnya.
Momen penting dalam sejarah telah tiba. Apakah independensi bank sentral Amerika akan benar-benar runtuh, atau Wall Street akhirnya akan mengalah? Badai keuangan ini akan berdampak seperti apa terhadap pasar dan aset Anda? Pertanyaan ini layak untuk dipikirkan dengan matang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BlindBoxVictim
· 3jam yang lalu
Independensi bank sentral jika hancur, para investor ritel seperti kita akan semakin menderita, inflasi naik siapa yang bisa lari
---
Batas suku bunga 10%? Bank harus menangis mati, akhirnya kita yang terluka
---
Politikus bermain keuangan adalah mimpi buruk, saat itu dompet benar-benar akan kosong
---
Damon benar, begitu politik campur tangan bank sentral, inflasi yang merusak bisa datang dalam sekejap
---
Suku bunga dikunci di 10%, hak kartu kredit hilang, bunga pinjaman malah lebih keras... logika ini benar-benar brilian
---
Siapa yang menang atau kalah antara Wall Street dan Trump, bagaimanapun juga kita para investor ritel tidak bisa mendapatkan kemenangan mudah
---
Jika bank sentral jatuh, pasar saham, properti, dan kripto semuanya akan berguncang, permainan ini terlalu besar
---
Kematian kredit murah berarti segala sesuatu menjadi lebih mahal, bagaimana kita bisa bertahan
---
Campur tangan politik di bank sentral, tidak pernah membawa hal baik, sejarah sudah membuktikannya
---
Rencana penyelamatan "rakyat biasa" yang sebenarnya malah mempercepat ketimpangan kekayaan?
Sial, batas atas suku bunga ini benar-benar akan jatuh? Kalau begitu, poin kartu kredit saya langsung hilang dong
Lihat AsliBalas0
ChainDetective
· 3jam yang lalu
Sial, datang lagi, apakah independensi bank sentral benar-benar akan GG?
---
Batas suku bunga 10%? Bro, ini seperti menggali lubang untuk bank-bank
---
Tunggu, apakah Wall Street benar-benar panik kali ini? Saya belum pernah melihat Damo seaktif ini
---
Jika demon inflasi dilepaskan, apakah stablecoin saya masih bisa dipercaya?
---
Singkatnya, ini adalah pertarungan antara kekuasaan politik dan kekuasaan keuangan, dan yang terakhir terluka tetap kita para investor kecil
---
Suku bunga 28% yang tinggi benar-benar gila, tapi apakah batas suku bunga 10% benar-benar bisa memperbaiki keadaan? Rasanya ada yang tidak beres
---
Jika independensi bank sentral runtuh, apa yang akan terjadi pada dunia kripto? Ini yang saya khawatirkan
Lihat AsliBalas0
ProbablyNothing
· 3jam yang lalu
Bikin tertawa, semuanya berebut kekuasaan bank sentral, akhirnya yang menderita tetap kita para orang biasa
Lihat AsliBalas0
SnapshotLaborer
· 3jam yang lalu
Independensi Federal Reserve, jujur saja, tergantung siapa yang punya kekuatan lebih, haha
---
Sekali lagi permainan kekuasaan, kalau saya sih langsung lihat naik turunnya, yang lain semua omong kosong
---
Batas suku bunga 10%? Kedengarannya cukup keren, tapi bank pasti punya cara untuk mengatasinya, jangan terlalu naif
---
Ini adalah pertarungan klasik antara kekuasaan dan kekuasaan, akhirnya yang rugi bukanlah investor kecil seperti kita, bikin ngakak
---
Rasanya monster inflasi ini benar-benar dilepaskan, dompet siapa pun tidak akan bisa bertahan
---
Kredit murah mati? Lalu poin kartu kredit saya gimana, hari-hari makin sulit
---
Bank sentral sudah rusak, apakah pasar masih bisa stabil? Saya khawatir dengan aset saya
---
Wall Street vs Presiden rakyat, hasilnya sudah jelas, kekuasaan selalu menang
Belakangan ini, dunia politik Amerika Serikat sedang memicu badai kekuasaan keuangan. Trump, untuk mendorong penurunan suku bunga, malah menuding langsung kepada Ketua Federal Reserve Powell, bahkan meminta penyelidikan terhadapnya. Ini bukan sekadar perang kata-kata politik, melainkan konflik mendalam yang menyentuh dasar sistem keuangan Amerika.
CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon secara tegas menyatakan bahwa ini adalah "merusak independensi bank sentral," dengan kata-kata yang keras. Tanggapan Trump juga tegas: "Dia salah, Federal Reserve sangat buruk!" Kedua belah pihak saling berhadapan. Tiga mantan pejabat tinggi Federal Reserve yang pernah melayani enam presiden Amerika Serikat secara kolektif mengeluarkan peringatan—begitu kekuasaan politik menyentuh bank sentral, iblis inflasi yang ganas akan dilepaskan, dan akhirnya setiap orang akan kehilangan uang di dompetnya.
Langkah yang lebih agresif pun muncul. Trump mengumumkan akan membatasi suku bunga kartu kredit pada 10%, langsung menyentuh bagian paling menyakitkan bagi konsumen biasa. Keputusan ini membuat raksasa bank tidak tenang. Berakhirnya era kredit murah berarti apa? Poin reward kartu kredit akan menjadi sejarah, biaya pinjaman akan meningkat secara signifikan. Keluarga yang sudah tertekan oleh bunga 28% akan menghadapi situasi yang semakin sulit.
Pertarungan antara "Presiden rakyat" dan "Elit Wall Street" ini pada dasarnya mencerminkan sebuah masalah mendasar: apakah kekuasaan politik bisa sembarangan campur tangan dalam aturan pasar? Ketika independensi bank sentral terancam, dan pengawasan keuangan menjadi alat politik, seluruh sistem akan jatuh ke dalam ketidakstabilan. Tidak ada yang bisa tetap di luar pengaruhnya.
Momen penting dalam sejarah telah tiba. Apakah independensi bank sentral Amerika akan benar-benar runtuh, atau Wall Street akhirnya akan mengalah? Badai keuangan ini akan berdampak seperti apa terhadap pasar dan aset Anda? Pertanyaan ini layak untuk dipikirkan dengan matang.