➢ Rasio TVL terhadap Kapitalisasi Pasar adalah metrik penilaian yang digunakan untuk menilai apakah sebuah protokol DeFi atau blockchain dinilai terlalu rendah atau terlalu tinggi relatif terhadap modal aktual yang dideploy dalam kontrak pintarnya.
➢ Cara Kerjanya
Rasio ini dihitung dengan membagi Kapitalisasi Pasar sebuah protokol (nilai total token yang diterbitkan) oleh Total Nilai Terkunci (TVL) (nilai aset yang disetor oleh pengguna) 1 3.
> Rasio di bawah 1.0: Umumnya menunjukkan bahwa sebuah proyek dinilai terlalu rendah. Ini menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar lebih kecil dari modal yang sebenarnya dipercayakan pengguna kepada protokol
> Rasio di atas 1.0: Sering menunjukkan overvaluasi, di mana harga pasar token melebihi nilai fundamental aset yang terkunci dalam ekosistem
misalnya Arbitrum memiliki rasio 2.6 yang berarti memiliki TVL lebih dari 2.6 kali lipat dari kapitalisasi pasarnya, yang sering diartikan sebagai penilaian yang sangat rendah atau efisiensi modal yang tinggi.
➢ Manfaat: Ini memberikan gambaran cepat tentang "utilitas vs. harga," membantu investor mengidentifikasi protokol yang memiliki adopsi tinggi tetapi belum melihat lonjakan harga yang sesuai.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
TVL Tertinggi : Kapitalisasi Pasar untuk Layer1s
𝘿𝘢𝘵𝘢 𝘧𝘳𝘰𝘮 𝘋𝘦𝘧𝘪𝘭𝘭𝘢𝘮𝘢
1️⃣ $ARB
2️⃣ $POL
3️⃣ $HASH
4️⃣ $APT
5️⃣ $HYPE
6️⃣ $AVAX
7️⃣ $TRON
8️⃣ $SUI
9️⃣ $MNT
🔟 $CRO
Mengapa ini penting untuk Anda? 👇
➢ Rasio TVL terhadap Kapitalisasi Pasar adalah metrik penilaian yang digunakan untuk menilai apakah sebuah protokol DeFi atau blockchain dinilai terlalu rendah atau terlalu tinggi relatif terhadap modal aktual yang dideploy dalam kontrak pintarnya.
➢ Cara Kerjanya
Rasio ini dihitung dengan membagi Kapitalisasi Pasar sebuah protokol (nilai total token yang diterbitkan) oleh Total Nilai Terkunci (TVL) (nilai aset yang disetor oleh pengguna) 1 3.
> Rasio di bawah 1.0: Umumnya menunjukkan bahwa sebuah proyek dinilai terlalu rendah. Ini menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar lebih kecil dari modal yang sebenarnya dipercayakan pengguna kepada protokol
> Rasio di atas 1.0: Sering menunjukkan overvaluasi, di mana harga pasar token melebihi nilai fundamental aset yang terkunci dalam ekosistem
misalnya Arbitrum memiliki rasio 2.6 yang berarti memiliki TVL lebih dari 2.6 kali lipat dari kapitalisasi pasarnya, yang sering diartikan sebagai penilaian yang sangat rendah atau efisiensi modal yang tinggi.
➢ Manfaat: Ini memberikan gambaran cepat tentang "utilitas vs. harga," membantu investor mengidentifikasi protokol yang memiliki adopsi tinggi tetapi belum melihat lonjakan harga yang sesuai.