Survei terbaru mengungkapkan pola yang menarik—individu kaya semakin mempertimbangkan pro dan kontra tetap tinggal di AS, dengan pergeseran politik menjadi faktor yang mencolok. Kembalinya pemerintahan Trump ke kantor telah memicu percakapan baru di kalangan jutawan tentang pindah ke luar negeri, mencari lingkungan pajak yang menguntungkan, kejelasan regulasi, atau sekadar diversifikasi geografis.
Tren ini menyentuh sesuatu yang diketahui oleh penggemar crypto dengan baik: aliran modal. Ketika individu dengan kekayaan bersih tinggi mulai menjelajahi yurisdiksi alternatif, mereka sering mempertimbangkan wilayah yang ramah crypto seperti Singapura, Dubai, atau El Salvador. Beberapa sedang melihat negara dengan kerangka regulasi yang lebih transparan untuk aset digital dan investasi alternatif.
Alasannya bervariasi—optimisasi pajak, fleksibilitas regulasi, atau lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan domestik. Bagi mereka yang memegang portofolio crypto besar atau aset alternatif, pilihan yurisdiksi menjadi strategis. Negara-negara yang memposisikan diri sebagai pusat Web3 sudah menarik demografis ini.
Apa yang patut dicatat? Ini bukan kepanikan, melainkan pragmatisme. Uang pintar selalu bersifat mobile. Percakapan tentang relokasi mencerminkan strategi pengelolaan kekayaan yang lebih luas, termasuk diversifikasi portofolio di berbagai wilayah dan kelas aset. Baik melalui kepemilikan crypto, properti, maupun investasi tradisional, orang-orang super kaya berpikir secara global—dan mobilitas ini membentuk ulang pola modal internasional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVHunterZhang
· 5jam yang lalu
Uang pintar memang suka kabur, kali ini sangat jelas terlihat
Lihat AsliBalas0
just_another_wallet
· 5jam yang lalu
Uang pintar memang mengalir ke Web3, aksi ini benar-benar keren
Lihat AsliBalas0
NoodlesOrTokens
· 6jam yang lalu
Uang pintar memang akan pergi, gelombang ini memang bukan panik tetapi sadar.
Lihat AsliBalas0
SignatureAnxiety
· 6jam yang lalu
Orang kaya kabur, sebenarnya tidak lain adalah mencari surga penghindaran pajak.
Singapura dan Dubai sudah menjadi target, setelah ekosistem Web3 berkembang menjadi lebih gila.
Apa yang dikatakan pragmatism, bukankah itu hanya takut kebijakan berubah?
Apa dampak dari operasi ini terhadap stablecoin?
Arus modal tetap mengalir, batas negara bagi uang hanyalah ilusi.
Uang pintar sejati sudah lama kabur.
Terdengar seperti sedang membela beberapa orang, agak ironis.
Dilihat dari sini, orang yang memegang koin memang harus mulai memikirkan tentang yurisdiksi.
Para bos secara kolektif bermigrasi, bagaimana dengan para investor kecil?
Kuncinya adalah bagaimana menangkap peluang dalam arus ini, bukan tertinggal.
Survei terbaru mengungkapkan pola yang menarik—individu kaya semakin mempertimbangkan pro dan kontra tetap tinggal di AS, dengan pergeseran politik menjadi faktor yang mencolok. Kembalinya pemerintahan Trump ke kantor telah memicu percakapan baru di kalangan jutawan tentang pindah ke luar negeri, mencari lingkungan pajak yang menguntungkan, kejelasan regulasi, atau sekadar diversifikasi geografis.
Tren ini menyentuh sesuatu yang diketahui oleh penggemar crypto dengan baik: aliran modal. Ketika individu dengan kekayaan bersih tinggi mulai menjelajahi yurisdiksi alternatif, mereka sering mempertimbangkan wilayah yang ramah crypto seperti Singapura, Dubai, atau El Salvador. Beberapa sedang melihat negara dengan kerangka regulasi yang lebih transparan untuk aset digital dan investasi alternatif.
Alasannya bervariasi—optimisasi pajak, fleksibilitas regulasi, atau lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan domestik. Bagi mereka yang memegang portofolio crypto besar atau aset alternatif, pilihan yurisdiksi menjadi strategis. Negara-negara yang memposisikan diri sebagai pusat Web3 sudah menarik demografis ini.
Apa yang patut dicatat? Ini bukan kepanikan, melainkan pragmatisme. Uang pintar selalu bersifat mobile. Percakapan tentang relokasi mencerminkan strategi pengelolaan kekayaan yang lebih luas, termasuk diversifikasi portofolio di berbagai wilayah dan kelas aset. Baik melalui kepemilikan crypto, properti, maupun investasi tradisional, orang-orang super kaya berpikir secara global—dan mobilitas ini membentuk ulang pola modal internasional.