Laporan indikator ekonomi terbaru dari Amerika Serikat mengirimkan sinyal baru ke pasar. Para analis keuangan menunjukkan bahwa lemahnya PPI( Indeks Harga Produsen) AS meningkatkan kemungkinan melemahnya CPI( Indeks Harga Konsumen). Sinyal perlambatan inflasi ini dipandang sebagai indikator utama yang dapat segera mengarah pada keputusan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.
Penurunan PPI 10 Tahun Terbesar, Sinyal Pelonggaran Inflasi
PPI AS yang tidak termasuk makanan dan energi mengalami penurunan terbesar dalam 10 tahun terakhir dibandingkan bulan sebelumnya. Ini bukan sekadar angka yang memburuk, tetapi menunjukkan bahwa tekanan harga di tingkat produksi secara signifikan melemah. Para analis menekankan bahwa tren ini berpotensi mempengaruhi harga konsumen di masa mendatang. Lemahnya PPI AS ini dianggap sebagai bukti bahwa kebijakan pengetatan selama beberapa bulan terakhir telah memberikan efek nyata dalam mengekang inflasi.
CPI Juga Lebih Rendah dari Perkiraan, Peluang Penurunan Suku Bunga Meningkat
Data CPI AS yang akan dirilis segera diperkirakan juga akan lebih rendah dari perkiraan pasar. Terutama, lemahnya PPI menjadi dasar kuat bahwa hasil ini kemungkinan besar terjadi. Jika CPI juga tidak memenuhi perkiraan, kemungkinan besar Federal Reserve akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 50bp( poin dasar), menurut prediksi. Ini akan menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar yang menunggu penurunan suku bunga.
Ekspektasi Momentum Kenaikan Pasar Saham AS
Indikator inflasi yang melemah dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Fed dapat berbalik menjadi sinyal kenaikan langsung di pasar futures indeks saham AS. Seiring semakin dekatnya waktu penurunan suku bunga, aliran dana ke pasar saham dapat meningkat pesat. Dengan kondisi di mana harga saham spot dan futures menunjukkan tren kenaikan bersamaan, lemahnya PPI AS berpotensi memberikan dampak signifikan pada pasar keuangan global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal pelemahan PPI AS, membuka jalan untuk pemotongan suku bunga Fed
Laporan indikator ekonomi terbaru dari Amerika Serikat mengirimkan sinyal baru ke pasar. Para analis keuangan menunjukkan bahwa lemahnya PPI( Indeks Harga Produsen) AS meningkatkan kemungkinan melemahnya CPI( Indeks Harga Konsumen). Sinyal perlambatan inflasi ini dipandang sebagai indikator utama yang dapat segera mengarah pada keputusan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.
Penurunan PPI 10 Tahun Terbesar, Sinyal Pelonggaran Inflasi
PPI AS yang tidak termasuk makanan dan energi mengalami penurunan terbesar dalam 10 tahun terakhir dibandingkan bulan sebelumnya. Ini bukan sekadar angka yang memburuk, tetapi menunjukkan bahwa tekanan harga di tingkat produksi secara signifikan melemah. Para analis menekankan bahwa tren ini berpotensi mempengaruhi harga konsumen di masa mendatang. Lemahnya PPI AS ini dianggap sebagai bukti bahwa kebijakan pengetatan selama beberapa bulan terakhir telah memberikan efek nyata dalam mengekang inflasi.
CPI Juga Lebih Rendah dari Perkiraan, Peluang Penurunan Suku Bunga Meningkat
Data CPI AS yang akan dirilis segera diperkirakan juga akan lebih rendah dari perkiraan pasar. Terutama, lemahnya PPI menjadi dasar kuat bahwa hasil ini kemungkinan besar terjadi. Jika CPI juga tidak memenuhi perkiraan, kemungkinan besar Federal Reserve akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 50bp( poin dasar), menurut prediksi. Ini akan menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar yang menunggu penurunan suku bunga.
Ekspektasi Momentum Kenaikan Pasar Saham AS
Indikator inflasi yang melemah dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Fed dapat berbalik menjadi sinyal kenaikan langsung di pasar futures indeks saham AS. Seiring semakin dekatnya waktu penurunan suku bunga, aliran dana ke pasar saham dapat meningkat pesat. Dengan kondisi di mana harga saham spot dan futures menunjukkan tren kenaikan bersamaan, lemahnya PPI AS berpotensi memberikan dampak signifikan pada pasar keuangan global.