Pada 19 Januari, Kejaksaan Distrik Tong’an di Xiamen merilis rincian kasus kejahatan keuangan yang signifikan yang menyoroti persimpangan antara penipuan perusahaan dan risiko investasi cryptocurrency. Seorang karyawan di sebuah perusahaan penerbitan berbasis di Fujian menyalahgunakan lebih dari 1,53 juta yuan dana perusahaan melalui skema canggih yang melibatkan penggantian kode QR, kemudian mengalihkan semua uang yang diselewengkan ke dalam investasi cryptocurrency—yang akhirnya mengakibatkan kerugian keuangan total.
Mekanisme Penipuan: Skema Penggantian Kode QR
Pelaku, Guo, memegang posisi dengan tanggung jawab pengawasan untuk pemesanan dan penyelesaian bahan pendidikan. Ia memanfaatkan akses ini dengan secara sistematis mengganti kode QR resmi perusahaan dengan kode yang terhubung ke akun WeChat pribadinya dan kartu banknya. Mulai tahun 2024, praktik penipuan ini memungkinkannya mengalihkan lebih dari 1,53 juta yuan dari operasi perusahaan. Penipuan ini tetap tidak terdeteksi selama periode yang cukup lama, memungkinkan akumulasi jumlah uang yang besar.
Taruhan Cryptocurrency: Dari Jutaan Hingga Kehilangan Total
Alih-alih mengamankan dana yang diselewengkan, Guo membuat keputusan yang menentukan untuk menginvestasikan hampir seluruh uang yang diselewengkan ke dalam cryptocurrency, dengan Bitcoin menjadi bagian besar dari kepemilikannya. Dalam kisah peringatan tentang perdagangan spekulatif, semua aset cryptocurrency yang diinvestasikan benar-benar habis. Tidak ada bagian dari dana perusahaan asli yang dipulihkan atau disimpan.
Akuntabilitas Hukum dan Vonis
Ketika kasus ini terungkap pada tahun 2025, Guo secara sukarela menyerahkan diri kepada otoritas polisi di Xiamen. Pengadilan menyatakan dia bersalah atas penyelewengan dan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun tiga bulan, bersama dengan denda keuangan. Kasus di Xiamen ini menjadi pengingat yang keras akan konsekuensi hukum dari kejahatan keuangan dan risiko besar yang melekat dalam perdagangan cryptocurrency, terutama ketika melibatkan dana ilegal.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Seorang Karyawan Penerbitan Xiamen Dijatuhi Hukuman Penjara karena Skema Penggelapan Besar yang Melibatkan Cryptocurrency
Pada 19 Januari, Kejaksaan Distrik Tong’an di Xiamen merilis rincian kasus kejahatan keuangan yang signifikan yang menyoroti persimpangan antara penipuan perusahaan dan risiko investasi cryptocurrency. Seorang karyawan di sebuah perusahaan penerbitan berbasis di Fujian menyalahgunakan lebih dari 1,53 juta yuan dana perusahaan melalui skema canggih yang melibatkan penggantian kode QR, kemudian mengalihkan semua uang yang diselewengkan ke dalam investasi cryptocurrency—yang akhirnya mengakibatkan kerugian keuangan total.
Mekanisme Penipuan: Skema Penggantian Kode QR
Pelaku, Guo, memegang posisi dengan tanggung jawab pengawasan untuk pemesanan dan penyelesaian bahan pendidikan. Ia memanfaatkan akses ini dengan secara sistematis mengganti kode QR resmi perusahaan dengan kode yang terhubung ke akun WeChat pribadinya dan kartu banknya. Mulai tahun 2024, praktik penipuan ini memungkinkannya mengalihkan lebih dari 1,53 juta yuan dari operasi perusahaan. Penipuan ini tetap tidak terdeteksi selama periode yang cukup lama, memungkinkan akumulasi jumlah uang yang besar.
Taruhan Cryptocurrency: Dari Jutaan Hingga Kehilangan Total
Alih-alih mengamankan dana yang diselewengkan, Guo membuat keputusan yang menentukan untuk menginvestasikan hampir seluruh uang yang diselewengkan ke dalam cryptocurrency, dengan Bitcoin menjadi bagian besar dari kepemilikannya. Dalam kisah peringatan tentang perdagangan spekulatif, semua aset cryptocurrency yang diinvestasikan benar-benar habis. Tidak ada bagian dari dana perusahaan asli yang dipulihkan atau disimpan.
Akuntabilitas Hukum dan Vonis
Ketika kasus ini terungkap pada tahun 2025, Guo secara sukarela menyerahkan diri kepada otoritas polisi di Xiamen. Pengadilan menyatakan dia bersalah atas penyelewengan dan menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun tiga bulan, bersama dengan denda keuangan. Kasus di Xiamen ini menjadi pengingat yang keras akan konsekuensi hukum dari kejahatan keuangan dan risiko besar yang melekat dalam perdagangan cryptocurrency, terutama ketika melibatkan dana ilegal.