Pada tahun 2026, perkembangan AI generatif yang pesat membawa sebuah realitas yang tajam—siapa sebenarnya yang menjadi penerima manfaat utama dari konten kreatif? Model bahasa skala besar saat dilatih menghabiskan miliaran teks, gambar, dan kode, menyebabkan sengketa hak cipta yang terus-menerus, sementara sumber data tetap tertutup dalam kotak hitam. Sistem manajemen kekayaan intelektual tradisional bergantung pada lembaga terpusat, prosesnya rumit dan efisiensinya rendah, sama sekali tidak mampu mengikuti kebutuhan AI akan pelacakan sumber data dan izin instan.
Celah dari kontradiksi ini dibuka secara langsung oleh sebuah proyek blockchain baru—Story Protocol. Daripada menganggapnya sebagai proyek NFT lain, lebih tepat jika dikatakan bahwa ini membangun infrastruktur "IP blockchain" yang lengkap. Data resmi menunjukkan bahwa nilai kekayaan intelektual global mencapai 80 triliun dolar AS, dan tujuan Story adalah memindahkan semua aset tersebut ke blockchain dan menjadikannya aset tokenisasi yang dapat diprogram. Dari teks, musik, kode, hingga ide kreatif itu sendiri, semuanya dapat menjadi aset yang dapat diperdagangkan, diizinkan, dan dilacak di atas protokol.
Pada bulan Februari tahun lalu, jaringan utama Story resmi diluncurkan dan memperkenalkan token asli, menandai langkah proyek dari tahap pengembangan ke tahap operasional nyata. Dalam beberapa bulan berikutnya, tim menyelesaikan beberapa peningkatan jaringan dan hard fork, terus-menerus menyempurnakan keamanan dan kinerja infrastruktur. Logika inti dari sistem ini sangat jelas—memberikan pembuat konten kendali atas penetapan harga dan izin karya mereka, sekaligus memberikan pengembang AI dan pencipta turunan jalur yang transparan dan sesuai regulasi untuk mendapatkan izin. Aset kekayaan intelektual tidak lagi tersebar di berbagai platform tanpa pemilik, melainkan benar-benar milik pembuatnya dan dapat dipindahkan secara digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dengan ukuran sebesar 80 triliun, apakah benar-benar bisa menyelesaikan masalah kotak hitam, rasanya tetap tergantung pada apakah ekosistem benar-benar bisa berjalan dengan baik
Lihat AsliBalas0
LightningLady
· 5jam yang lalu
Pelatihan kotak hitam telah mengorbankan banyak kreator, seharusnya sudah ada yang mengurus hal ini sejak lama
Lihat AsliBalas0
GasFeeSurvivor
· 5jam yang lalu
Tunggu, 80 triliun dolar AS akan diunggah ke blockchain? Sampai kapan angka ini harus dipublikasikan?
Lihat AsliBalas0
SleepyValidator
· 5jam yang lalu
Data pelatihan kotak hitam cukup banyak, ide Story memang bagus, cuma takut ini jadi hype konsep berikutnya
Saya akan gila, pelatihan AI menghabiskan konten kita dan tidak membayar, sekarang baru ingat untuk mengunggah ke blockchain? Apakah terlambat atau tidak
Pada tahun 2026, perkembangan AI generatif yang pesat membawa sebuah realitas yang tajam—siapa sebenarnya yang menjadi penerima manfaat utama dari konten kreatif? Model bahasa skala besar saat dilatih menghabiskan miliaran teks, gambar, dan kode, menyebabkan sengketa hak cipta yang terus-menerus, sementara sumber data tetap tertutup dalam kotak hitam. Sistem manajemen kekayaan intelektual tradisional bergantung pada lembaga terpusat, prosesnya rumit dan efisiensinya rendah, sama sekali tidak mampu mengikuti kebutuhan AI akan pelacakan sumber data dan izin instan.
Celah dari kontradiksi ini dibuka secara langsung oleh sebuah proyek blockchain baru—Story Protocol. Daripada menganggapnya sebagai proyek NFT lain, lebih tepat jika dikatakan bahwa ini membangun infrastruktur "IP blockchain" yang lengkap. Data resmi menunjukkan bahwa nilai kekayaan intelektual global mencapai 80 triliun dolar AS, dan tujuan Story adalah memindahkan semua aset tersebut ke blockchain dan menjadikannya aset tokenisasi yang dapat diprogram. Dari teks, musik, kode, hingga ide kreatif itu sendiri, semuanya dapat menjadi aset yang dapat diperdagangkan, diizinkan, dan dilacak di atas protokol.
Pada bulan Februari tahun lalu, jaringan utama Story resmi diluncurkan dan memperkenalkan token asli, menandai langkah proyek dari tahap pengembangan ke tahap operasional nyata. Dalam beberapa bulan berikutnya, tim menyelesaikan beberapa peningkatan jaringan dan hard fork, terus-menerus menyempurnakan keamanan dan kinerja infrastruktur. Logika inti dari sistem ini sangat jelas—memberikan pembuat konten kendali atas penetapan harga dan izin karya mereka, sekaligus memberikan pengembang AI dan pencipta turunan jalur yang transparan dan sesuai regulasi untuk mendapatkan izin. Aset kekayaan intelektual tidak lagi tersebar di berbagai platform tanpa pemilik, melainkan benar-benar milik pembuatnya dan dapat dipindahkan secara digital.