1 Januari 23 pagi, sektor logam mulia tampil sangat mencolok, terutama harga emas yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sektor terkait A-share secara keseluruhan dibuka tinggi sebesar 4.56%, emas spot London sempat naik hingga 4965.4 dolar AS/ons, dan kontrak berjangka emas New York juga mengikuti kenaikan besar.
Mengapa harga emas terus meningkat?
Alasan utama meliputi:
1. Ketegangan geopolitik yang meningkat, dana mencari perlindungan Baru-baru ini, sengketa seputar Greenland meskipun belum meningkat, berbagai pihak memberikan pernyataan berbeda, kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik tetap ada, mendorong investor membeli emas sebagai lindung nilai. 2. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, dolar AS melemah Saat ini, secara umum diperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada paruh kedua tahun 2026, ini mengurangi biaya peluang memegang emas. Selain itu, melemahnya dolar AS juga membuat pembeli internasional membeli emas lebih murah, merangsang permintaan meningkat. 3. Dana terus mengalir masuk, institusi optimis Bank sentral global dan investor swasta semuanya membeli emas, dan bank besar seperti Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi harga emas. Sebagian dana beralih dari obligasi dan aset lain ke emas, membentuk tren “de-dolarisasi”, yang selanjutnya mendorong harga emas naik.
Bagaimana pandangan pasar ke depan?
Sebagian besar institusi percaya bahwa tren emas secara keseluruhan akan tetap naik hingga 2026, tetapi kemungkinan besar tidak akan terjadi lonjakan besar seperti tahun lalu, tren mungkin akan lebih stabil dan berfluktuasi.
1️⃣ Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve diperkirakan akan mendukung harga emas, tetapi jika proses penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan, atau ekonomi AS menunjukkan kekuatan yang besar, harga emas mungkin akan berfluktuasi bahkan mengalami tekanan jangka pendek. 2️⃣ Pada tahun 2026, ketua Federal Reserve akan menghadapi pergantian, kontinuitas kebijakan mungkin menimbulkan kekhawatiran pasar, dan juga dapat menyebabkan fluktuasi fase tertentu. 3️⃣ Secara umum, harga emas di 2026 lebih cenderung “stabil dan meningkat secara bertahap”, kondisi untuk lonjakan besar secara unilateral belum cukup, dan investor juga perlu memperhatikan risiko koreksi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
1 Januari 23 pagi, sektor logam mulia tampil sangat mencolok, terutama harga emas yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sektor terkait A-share secara keseluruhan dibuka tinggi sebesar 4.56%, emas spot London sempat naik hingga 4965.4 dolar AS/ons, dan kontrak berjangka emas New York juga mengikuti kenaikan besar.
Mengapa harga emas terus meningkat?
Alasan utama meliputi:
1. Ketegangan geopolitik yang meningkat, dana mencari perlindungan
Baru-baru ini, sengketa seputar Greenland meskipun belum meningkat, berbagai pihak memberikan pernyataan berbeda, kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik tetap ada, mendorong investor membeli emas sebagai lindung nilai.
2. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, dolar AS melemah
Saat ini, secara umum diperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada paruh kedua tahun 2026, ini mengurangi biaya peluang memegang emas. Selain itu, melemahnya dolar AS juga membuat pembeli internasional membeli emas lebih murah, merangsang permintaan meningkat.
3. Dana terus mengalir masuk, institusi optimis
Bank sentral global dan investor swasta semuanya membeli emas, dan bank besar seperti Goldman Sachs juga menaikkan proyeksi harga emas. Sebagian dana beralih dari obligasi dan aset lain ke emas, membentuk tren “de-dolarisasi”, yang selanjutnya mendorong harga emas naik.
Bagaimana pandangan pasar ke depan?
Sebagian besar institusi percaya bahwa tren emas secara keseluruhan akan tetap naik hingga 2026, tetapi kemungkinan besar tidak akan terjadi lonjakan besar seperti tahun lalu, tren mungkin akan lebih stabil dan berfluktuasi.
1️⃣ Ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve diperkirakan akan mendukung harga emas, tetapi jika proses penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan, atau ekonomi AS menunjukkan kekuatan yang besar, harga emas mungkin akan berfluktuasi bahkan mengalami tekanan jangka pendek.
2️⃣ Pada tahun 2026, ketua Federal Reserve akan menghadapi pergantian, kontinuitas kebijakan mungkin menimbulkan kekhawatiran pasar, dan juga dapat menyebabkan fluktuasi fase tertentu.
3️⃣ Secara umum, harga emas di 2026 lebih cenderung “stabil dan meningkat secara bertahap”, kondisi untuk lonjakan besar secara unilateral belum cukup, dan investor juga perlu memperhatikan risiko koreksi.