Baru-baru ini, Komisi Layanan Keuangan (FSC) Korea Selatan secara terbuka membantah rumor yang beredar tentang penerapan aturan tiga dalam investasi perusahaan aset digital. Lembaga pengatur tersebut menjelaskan bahwa belum ada posisi final terkait batasan investasi perusahaan maupun standar transparansi yang harus diterapkan di sektor yang sedang berkembang ini.
Munculnya rumor ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat dari sektor pengatur Korea terhadap peningkatan kepemilikan perusahaan di pasar aset virtual. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan investasi dalam kriptokurensi sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka, yang mendorong regulator untuk menilai apakah perlu menetapkan kerangka regulasi yang lebih spesifik.
FSC mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap aset digital
Otoritas keuangan Korea Selatan secara historis menunjukkan sikap hati-hati terhadap investasi perusahaan di sektor ini. Sikap ini muncul dari kebutuhan untuk melindungi baik perusahaan maupun pasar secara umum dari potensi volatilitas dan risiko yang melekat pada aset virtual. Dengan menolak aturan tiga yang prematur, FSC berusaha menghindari pembatasan yang mungkin terlalu membatasi sektor bisnis.
Keputusan untuk menjaga pembahasan tetap terbuka juga mencerminkan pengakuan bahwa pasar aset digital terus berkembang dengan cepat, sehingga setiap regulasi yang terlalu dini bisa menjadi usang dalam waktu singkat.
Melanjutkan negosiasi di meja publik-swasta
Saat ini, sebuah kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan sektor publik dan pelaku swasta di pasar aset virtual terus mengembangkan usulan tentang bagaimana perusahaan investasi profesional harus berpartisipasi. Meja negosiasi ini bertujuan menemukan keseimbangan antara perlindungan regulasi dan pengembangan sektor.
Pembahasan ini masih berada di tahap awal, tanpa jadwal pasti untuk penyampaian kesimpulan. Peserta dalam negosiasi ini meliputi baik pengawas sistem keuangan maupun manajer dari perusahaan yang khusus mengelola aset virtual, yang menjanjikan dialog konstruktif antara kedua belah pihak.
Klarifikasi FSC mengenai tidak adanya keputusan final terkait aturan tiga sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Seiring perusahaan menilai kemungkinan investasi mereka di aset digital, mengetahui status nyata dari negosiasi regulasi memungkinkan perencanaan yang lebih strategis dan mengurangi ketidakpastian di sektor ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
FSC dari Korea Selatan menolak aturan tiga: tanpa keputusan definitif tentang modal dalam aset digital
Baru-baru ini, Komisi Layanan Keuangan (FSC) Korea Selatan secara terbuka membantah rumor yang beredar tentang penerapan aturan tiga dalam investasi perusahaan aset digital. Lembaga pengatur tersebut menjelaskan bahwa belum ada posisi final terkait batasan investasi perusahaan maupun standar transparansi yang harus diterapkan di sektor yang sedang berkembang ini.
Munculnya rumor ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat dari sektor pengatur Korea terhadap peningkatan kepemilikan perusahaan di pasar aset virtual. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan investasi dalam kriptokurensi sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka, yang mendorong regulator untuk menilai apakah perlu menetapkan kerangka regulasi yang lebih spesifik.
FSC mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap aset digital
Otoritas keuangan Korea Selatan secara historis menunjukkan sikap hati-hati terhadap investasi perusahaan di sektor ini. Sikap ini muncul dari kebutuhan untuk melindungi baik perusahaan maupun pasar secara umum dari potensi volatilitas dan risiko yang melekat pada aset virtual. Dengan menolak aturan tiga yang prematur, FSC berusaha menghindari pembatasan yang mungkin terlalu membatasi sektor bisnis.
Keputusan untuk menjaga pembahasan tetap terbuka juga mencerminkan pengakuan bahwa pasar aset digital terus berkembang dengan cepat, sehingga setiap regulasi yang terlalu dini bisa menjadi usang dalam waktu singkat.
Melanjutkan negosiasi di meja publik-swasta
Saat ini, sebuah kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan sektor publik dan pelaku swasta di pasar aset virtual terus mengembangkan usulan tentang bagaimana perusahaan investasi profesional harus berpartisipasi. Meja negosiasi ini bertujuan menemukan keseimbangan antara perlindungan regulasi dan pengembangan sektor.
Pembahasan ini masih berada di tahap awal, tanpa jadwal pasti untuk penyampaian kesimpulan. Peserta dalam negosiasi ini meliputi baik pengawas sistem keuangan maupun manajer dari perusahaan yang khusus mengelola aset virtual, yang menjanjikan dialog konstruktif antara kedua belah pihak.
Klarifikasi FSC mengenai tidak adanya keputusan final terkait aturan tiga sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Seiring perusahaan menilai kemungkinan investasi mereka di aset digital, mengetahui status nyata dari negosiasi regulasi memungkinkan perencanaan yang lebih strategis dan mengurangi ketidakpastian di sektor ini.