Pembayaran stablecoin dengan kartu Visa Hong Kong menjadi hal yang umum, pasar kartu cryptocurrency tumbuh menjadi sebesar 18 miliar dolar AS per tahun
Cryptocurrency payments bukan lagi cerita di masa depan yang jauh. Dengan adanya infrastruktur pembayaran global termasuk jaringan Visa Hong Kong, pengguna dapat menggunakan stablecoin dalam transaksi sehari-hari di merchant lokal, sehingga pasar kartu cryptocurrency secara diam-diam berkembang pesat. Menurut laporan penelitian Artemis terbaru, volume transaksi kartu cryptocurrency meningkat dari sekitar 100 juta dolar AS per bulan di awal 2023 menjadi lebih dari 1,5 miliar dolar AS dalam waktu hanya 2,5 tahun, dan saat ini volume transaksi tahunan mencapai sekitar 18 miliar dolar AS.
Pertumbuhan dua digit yang melonjakkan pasar kartu cryptocurrency
Tren peningkatan penggunaan kartu cryptocurrency sangat mengesankan. Dari awal 2023 hingga akhir 2025, volume transaksi bulanan meningkat 15 kali lipat dari 100 juta dolar AS menjadi lebih dari 1,5 miliar dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 106%. Ini adalah tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan metode pembayaran keuangan konvensional.
Saat ini, ukuran pasar kartu cryptocurrency mencapai sekitar 18 miliar dolar AS per tahun, hampir menyamai volume pengiriman stablecoin peer-to-peer (P2P) sebesar 19 miliar dolar AS selama periode yang sama, yang tumbuh sekitar 5%. Ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi dari sekadar aset investasi menjadi alat pembayaran yang nyata.
Meskipun ada peningkatan dalam keinginan merchant untuk menerima pembayaran stablecoin secara langsung, masih ada hambatan teknis yang harus diatasi. Kartu cryptocurrency memanfaatkan jaringan Visa dan Mastercard yang sudah ada, dan keunggulan utamanya adalah tidak memerlukan integrasi merchant baru. Oleh karena itu, saat ini kartu cryptocurrency tetap menjadi jembatan paling praktis untuk penggunaan stablecoin.
Dominasi USDT dan ekosistem USDC di India dan Argentina
Dalam hal volume transaksi stablecoin, USDT (Tether) mendominasi hampir di semua pasar. Namun, menariknya, dua negara ini merupakan pengecualian dari tren global tersebut. Di India, USDC menyumbang 47,4% dari seluruh transaksi stablecoin, dan di Argentina, penggunaannya mencapai 46,6%. Kedua negara ini adalah satu-satunya pasar di mana volume transaksi USDC dan USDT hampir seimbang.
Pertumbuhan di India sangat mencolok. Hingga akhir Juni 2025, dana yang masuk ke dalam cryptocurrency selama 12 bulan terakhir mencapai 338 miliar dolar AS, menjadikannya pasar cryptocurrency terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Pasar India telah mengalami pertumbuhan sebesar 4.800% dalam 5 tahun terakhir, menunjukkan bahwa adopsi stablecoin paling aktif terjadi di negara berkembang.
Infrastruktur pembayaran tradisional seperti Visa Hong Kong memimpin ekosistem kartu cryptocurrency
Melihat struktur pasar kartu cryptocurrency, jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard, termasuk Visa Hong Kong, tetap menjadi pusatnya. Dalam ekosistem yang melibatkan penerbit kartu, pengelola program, dan penyedia infrastruktur native cryptocurrency, Visa menguasai lebih dari 90% volume transaksi kartu on-chain.
Ini disebabkan oleh efek jaringan yang kuat dari infrastruktur pembayaran yang sudah ada, termasuk jaringan Visa Hong Kong, serta infrastruktur merchant yang telah terbentuk. Perusahaan pembayaran cryptocurrency cenderung memilih bermitra dengan jaringan global yang sudah mapan seperti Visa daripada membangun jaringan baru dari awal. Strategi ini menurunkan hambatan masuk pasar dan mempercepat penyebaran.
Kartu cryptocurrency sebagai gerbang nyata dalam ekosistem pembayaran stablecoin
Kesimpulannya, pertumbuhan kartu cryptocurrency tidak hanya menunjukkan diversifikasi metode pembayaran, tetapi juga menandai seberapa cepat stablecoin mulai terintegrasi dengan ekonomi nyata. Pertumbuhan pasar kartu cryptocurrency yang mencapai 18 miliar dolar AS per tahun dan kolaborasi dengan infrastruktur pembayaran tradisional seperti Visa Hong Kong menandai kedewasaan ekosistem pembayaran cryptocurrency.
Inovasi teknologi dan kolaborasi dengan jaringan pembayaran global membuat penggunaan stablecoin tidak lagi menjadi domain pengguna awal teknologi. Dengan partisipasi jaringan pembayaran besar seperti Visa Hong Kong, lingkungan di mana siapa saja dapat melakukan pembayaran sehari-hari dengan stablecoin sedang terbentuk. Ini adalah sinyal penting bahwa cryptocurrency secara perlahan bergerak dari pinggiran ke pusat sistem keuangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pembayaran stablecoin dengan kartu Visa Hong Kong menjadi hal yang umum, pasar kartu cryptocurrency tumbuh menjadi sebesar 18 miliar dolar AS per tahun
Cryptocurrency payments bukan lagi cerita di masa depan yang jauh. Dengan adanya infrastruktur pembayaran global termasuk jaringan Visa Hong Kong, pengguna dapat menggunakan stablecoin dalam transaksi sehari-hari di merchant lokal, sehingga pasar kartu cryptocurrency secara diam-diam berkembang pesat. Menurut laporan penelitian Artemis terbaru, volume transaksi kartu cryptocurrency meningkat dari sekitar 100 juta dolar AS per bulan di awal 2023 menjadi lebih dari 1,5 miliar dolar AS dalam waktu hanya 2,5 tahun, dan saat ini volume transaksi tahunan mencapai sekitar 18 miliar dolar AS.
Pertumbuhan dua digit yang melonjakkan pasar kartu cryptocurrency
Tren peningkatan penggunaan kartu cryptocurrency sangat mengesankan. Dari awal 2023 hingga akhir 2025, volume transaksi bulanan meningkat 15 kali lipat dari 100 juta dolar AS menjadi lebih dari 1,5 miliar dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 106%. Ini adalah tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan metode pembayaran keuangan konvensional.
Saat ini, ukuran pasar kartu cryptocurrency mencapai sekitar 18 miliar dolar AS per tahun, hampir menyamai volume pengiriman stablecoin peer-to-peer (P2P) sebesar 19 miliar dolar AS selama periode yang sama, yang tumbuh sekitar 5%. Ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi dari sekadar aset investasi menjadi alat pembayaran yang nyata.
Meskipun ada peningkatan dalam keinginan merchant untuk menerima pembayaran stablecoin secara langsung, masih ada hambatan teknis yang harus diatasi. Kartu cryptocurrency memanfaatkan jaringan Visa dan Mastercard yang sudah ada, dan keunggulan utamanya adalah tidak memerlukan integrasi merchant baru. Oleh karena itu, saat ini kartu cryptocurrency tetap menjadi jembatan paling praktis untuk penggunaan stablecoin.
Dominasi USDT dan ekosistem USDC di India dan Argentina
Dalam hal volume transaksi stablecoin, USDT (Tether) mendominasi hampir di semua pasar. Namun, menariknya, dua negara ini merupakan pengecualian dari tren global tersebut. Di India, USDC menyumbang 47,4% dari seluruh transaksi stablecoin, dan di Argentina, penggunaannya mencapai 46,6%. Kedua negara ini adalah satu-satunya pasar di mana volume transaksi USDC dan USDT hampir seimbang.
Pertumbuhan di India sangat mencolok. Hingga akhir Juni 2025, dana yang masuk ke dalam cryptocurrency selama 12 bulan terakhir mencapai 338 miliar dolar AS, menjadikannya pasar cryptocurrency terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Pasar India telah mengalami pertumbuhan sebesar 4.800% dalam 5 tahun terakhir, menunjukkan bahwa adopsi stablecoin paling aktif terjadi di negara berkembang.
Infrastruktur pembayaran tradisional seperti Visa Hong Kong memimpin ekosistem kartu cryptocurrency
Melihat struktur pasar kartu cryptocurrency, jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard, termasuk Visa Hong Kong, tetap menjadi pusatnya. Dalam ekosistem yang melibatkan penerbit kartu, pengelola program, dan penyedia infrastruktur native cryptocurrency, Visa menguasai lebih dari 90% volume transaksi kartu on-chain.
Ini disebabkan oleh efek jaringan yang kuat dari infrastruktur pembayaran yang sudah ada, termasuk jaringan Visa Hong Kong, serta infrastruktur merchant yang telah terbentuk. Perusahaan pembayaran cryptocurrency cenderung memilih bermitra dengan jaringan global yang sudah mapan seperti Visa daripada membangun jaringan baru dari awal. Strategi ini menurunkan hambatan masuk pasar dan mempercepat penyebaran.
Kartu cryptocurrency sebagai gerbang nyata dalam ekosistem pembayaran stablecoin
Kesimpulannya, pertumbuhan kartu cryptocurrency tidak hanya menunjukkan diversifikasi metode pembayaran, tetapi juga menandai seberapa cepat stablecoin mulai terintegrasi dengan ekonomi nyata. Pertumbuhan pasar kartu cryptocurrency yang mencapai 18 miliar dolar AS per tahun dan kolaborasi dengan infrastruktur pembayaran tradisional seperti Visa Hong Kong menandai kedewasaan ekosistem pembayaran cryptocurrency.
Inovasi teknologi dan kolaborasi dengan jaringan pembayaran global membuat penggunaan stablecoin tidak lagi menjadi domain pengguna awal teknologi. Dengan partisipasi jaringan pembayaran besar seperti Visa Hong Kong, lingkungan di mana siapa saja dapat melakukan pembayaran sehari-hari dengan stablecoin sedang terbentuk. Ini adalah sinyal penting bahwa cryptocurrency secara perlahan bergerak dari pinggiran ke pusat sistem keuangan.