Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jeremy Sturdivant dan Pelajaran dari Kesalahan Satu Juta Dolar: Kisah Bitcoin Pizza
Pada Mei 2010, seorang pemuda berusia 19 tahun dari California bernama Jeremy Sturdivant bisa saja beruntung besar—tapi ceritanya berakhir berbeda. Ketika dia melihat seseorang bersedia membayar 10.000 Bitcoin untuk dua pizza, Jeremy memutuskan untuk memfasilitasi transaksi tersebut. Keputusan ini kemudian menjadi salah satu kisah ikonik dalam sejarah Bitcoin, meskipun bagi Jeremy sendiri membawa kebanggaan sekaligus penyesalan.
Lahirnya Bitcoin Pizza Day
Cerita dimulai saat Laszlo Hanyecz bertanya di forum Bitcointalk apakah ada yang bersedia mengirimkan dua pizza besar ke Jacksonville, Florida—dengan imbalan 10.000 BTC. Saat itu, 10.000 Bitcoin hampir tidak bernilai apa-apa: sekitar 41 dolar AS. Permintaan ini diabaikan selama empat hari. Tidak ada yang benar-benar memahami bahwa suatu hari Bitcoin bisa bernilai emas.
Jeremy Sturdivant, yang dikenal dengan julukan “Jercos”, menyadari peluang bersejarah ini. Dia bertindak cepat: dari California, dia menghubungi sebuah toko Papa John’s dan memesan dua pizza yang akan dikirimkan ke Laszlo di seluruh negeri. Pembayaran dilakukan melalui kartu debitnya. Sebagai gantinya, Jeremy menerima 10.000 BTC yang dijanjikan ke dalam dompet Bitcoin-nya. Pada 22 Mei 2010, transaksi pembelian pertama yang diketahui menggunakan cryptocurrency dilakukan—momen yang kini dirayakan setiap tahun sebagai Bitcoin Pizza Day.
Kekayaan yang Hilang
Dengan nilai Bitcoin sekitar $70.480 per BTC (per Maret 2026), 10.000 BTC ini bernilai sekitar 704 juta dolar AS—jumlah yang luar biasa untuk dua pizza. Tapi Jeremy Sturdivant melakukan sesuatu yang tak terbayangkan: dia menjual Bitcoin tersebut tak lama setelah menerimanya, untuk membiayai perjalanan bersama mantan pacarnya saat itu.
Dalam wawancara retrospektif, Jeremy mengakui bahwa dia “tentu saja” menyesal. Namun, dia juga menegaskan bahwa saat itu dia tidak bertindak sebagai investor, melainkan sebagai anggota komunitas yang membantu. “Kalau saya memandang ini sebagai investasi, mungkin saya akan menyimpannya lebih lama,” katanya kepada surat kabar Inggris The Telegraph. “Tapi saya mungkin akan menjualnya dengan harga lebih rendah, mungkin saat 1 BTC sama dengan 1 dolar AS yang terkenal itu.”
Dua Perspektif Berbeda tentang Momen yang Sama
Sementara Jeremy Sturdivant kemudian menyesali tindakannya yang cepat, Laszlo Hanyecz, penjualnya, tampil lebih santai. “Saya berusaha tidak terlalu memikirkannya,” ujarnya dalam wawancara kemudian. “Pertama, karena tidak ada gunanya, dan kedua, karena itu akan membuat saya gila.”
Laszlo sendiri menambang Bitcoin dan menganggap transaksi itu sebagai keuntungan—makanan gratis. Bagi dia, transaksi itu adalah kemenangan besar, bukan kesalahan. Menariknya, Laszlo juga berargumen secara filosofis: “Kalau saya tidak melakukannya, mungkin Bitcoin tidak akan pernah menjadi begitu populer.”
Warisan Jeremy Sturdivant
Meski menyesali penjualan kekayaannya, Jeremy bangga atas perannya. “Meskipun saya tidak bertanggung jawab atas keberhasilan Bitcoin, saya bangga pernah menjadi bagian dari sesuatu yang dengan cepat berkembang dari konsep menarik menjadi fenomena global.”
Hari ini, Bitcoin Pizza Day dirayakan di seluruh dunia setiap 22 Mei. Para penggemar cryptocurrency makan pizza untuk mengingat momen saat Bitcoin pertama kali membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar kode—bahwa ia memiliki nilai nyata dan praktis.
Kisah Jeremy Sturdivant adalah pelajaran tentang timing, keputusan, dan batas-batas penglihatan manusia. Tapi ini juga kisah tentang fase awal revolusi, di mana orang seperti Jeremy dan Laszlo tanpa sadar menulis sejarah. Transaksi pizza mereka tetap menjadi simbol abadi bahwa peluang terbesar terkadang tersembunyi dalam momen-momen paling sederhana dan sehari-hari.