Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Biaya Nyata Sewa: Apa yang Dibayarkan Keluarga Kelas Menengah pada Tahun 1970an vs. Hari Ini
Ketika kita membahas berapa biaya sewa di tahun 70-an, kita tidak hanya berbicara tentang angka—kita mengungkap perubahan dramatis dalam kemampuan membeli rumah yang mengubah kehidupan keluarga Amerika. Penyewa kelas menengah saat ini menghadapi lanskap keuangan yang jauh berbeda dibandingkan lima dekade lalu, dan angka-angka tersebut menceritakan kisah yang menyedihkan tentang semakin melebarya kesenjangan kemampuan membeli.
Sekilas tentang Biaya Perumahan di Tahun 1970-an
Menurut data sejarah yang dilaporkan oleh The New York Times, sewa bulanan median untuk rumah dan apartemen di seluruh AS pada tahun 1970 hanya sebesar $108. Untuk memberi gambaran, angka ini hampir tidak masuk akal jika dibandingkan dengan standar saat ini. Biaya perumahan saat itu relatif stabil, dan sewa tidak menghabiskan sebagian besar penghasilan keluarga seperti sekarang.
Tahun 1970-an memang membawa tantangan ekonomi, terutama resesi yang menciptakan gangguan besar pertama dalam kemampuan menyewa. Namun, meskipun ada penurunan ekonomi ini, hubungan antara upah dan biaya perumahan tetap jauh lebih seimbang dibandingkan yang dialami keluarga kelas menengah di tahun 2020-an.
Beban Sewa Saat Ini: Krisis Pendapatan dan Keterjangkauan
Melompat ke tahun 2023, situasinya tampak sangat berbeda. Menurut U.S. News & World Report, sewa rata-rata di Amerika mencapai $1.957 per Desember 2023. Untuk tipe unit tertentu, sewa median untuk apartemen satu kamar mencapai $1.499, sementara unit dua kamar rata-rata $1.856 per bulan.
Ini menunjukkan lonjakan biaya perumahan selama sekitar 50 tahun. Tapi di sinilah tekanan sebenarnya muncul: upah tidak mengikuti kenaikan tersebut. Jika disesuaikan dengan inflasi, pendapatan tahunan rata-rata tahun 1970 sekitar $24.600. Pada kuartal keempat tahun 2023, gaji rata-rata nasional mencapai $59.384—peningkatan yang signifikan secara nominal, tetapi ketika memperhitungkan beban sewa yang sebenarnya, keluarga kelas menengah jauh lebih kesulitan hari ini.
Angka-angka ini mengungkapkan tingkat keparahan krisis keterjangkauan ini. Menurut TIME magazine, setengah dari semua penyewa di AS pada tahun 2022 mengalami beban biaya, artinya mereka menghabiskan lebih dari 30% pendapatan mereka untuk perumahan. Bahkan lebih mengkhawatirkan, lebih dari 12 juta orang Amerika menghabiskan setidaknya setengah gaji mereka untuk sewa. Ini menandai perubahan mendasar dalam cara pengeluaran perumahan menyerap anggaran rumah tangga.
Mengapa Kesenjangan Membesar: Faktor Ekonomi di Balik Kenaikan Sewa
Beberapa kekuatan ekonomi telah memperparah tekanan keterjangkauan sewa sejak tahun 1970-an. Resesi besar di akhir 2000-an secara fundamental mengubah pasar perumahan dan perilaku investor, menurut penelitian dari Harvard Joint Center for Housing Studies. Pemulihan dari krisis tersebut mendorong tantangan keterjangkauan saat ini karena para investor mengakumulasi properti dan permintaan untuk sewa meningkat pesat.
Inflasi juga memainkan peran penting. Meskipun upah nominal telah meningkat secara substansial, inflasi di sektor perumahan secara khusus jauh melebihi pertumbuhan upah umum, menciptakan jurang yang semakin lebar antara pendapatan penyewa kelas menengah dan biaya yang harus mereka tanggung untuk perumahan. Efek kumulatif dari faktor-faktor ini berarti bahwa keluarga yang menghasilkan 2,4 kali lipat dari keluarga tahun 1970-an sebenarnya secara finansial lebih buruk saat biaya perumahan diperhitungkan.
Kelas menengah menghadapi paradoks: pendapatan yang lebih tinggi belum berujung pada keamanan perumahan yang lebih baik atau ruang bernapas secara finansial. Sebaliknya, proporsi pendapatan rumah tangga yang dialokasikan untuk sewa telah menjadi salah satu tantangan keuangan paling mendesak yang dihadapi pekerja Amerika saat ini.