Menarik apa yang terjadi di AS pada awal Januari. Di berbagai kota di Amerika, ribuan orang berkumpul untuk memprotes kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela. Ini bukan hal kecil, mengingat suasana politik saat ini.



Dari yang saya lihat, demonstrasi tersebut cukup terorganisir. Kelompok-kelompok yang memprakarsai menyampaikan pesan dengan jelas: "No a un'altra guerra senza fine". Mereka secara praktis mengatakan bahwa rakyat Amerika tidak menginginkan konflik lain, terutama mempertimbangkan apa yang akan dibawa oleh intervensi militer di Venezuela — kematian dan kehancuran bagi warga sipil.

Protes berlangsung di mana-mana. Chicago, Manhattan di New York, di depan Gedung Putih di Washington D.C., dan juga di kantor-kantor pemerintah kota serta cabang-cabang negara bagian di seluruh negeri. Sebuah mobilisasi yang cukup luas, singkatnya. Yang menarik adalah bagaimana orang-orang bergerak cepat untuk menyuarakan pendapat mereka tentang kemungkinan intervensi militer ini, bahkan sebelum keputusan resmi diambil.

Menurut laporan saat itu, Presiden Venezuela Maduro direncanakan akan pindah ke New York tepat di hari-hari itu. Waktu yang menarik, mengingat ketegangan politik yang sedang berlangsung. Ini adalah salah satu momen di mana kita melihat bagaimana opini publik Amerika masih terbagi soal isu kebijakan luar negeri, dan orang-orang tidak takut turun ke jalan ketika mereka merasa bahwa intervensi militer adalah kesalahan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan