Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada sebuah kasus penipuan klasik dalam sejarah kripto yang layak untuk diulas kembali. Pada tahun 2021, saudara dari Afrika Selatan, Ameer Cajee dan Raees Cajee, mendirikan sebuah platform investasi kripto bernama Africrypt, yang menarik banyak investor. Lalu, tiba-tiba suatu hari kedua saudara ini menghilang secara misterius, dan 69.000 Bitcoin juga hilang bersama mereka—nilai uang saat itu lebih dari 4 miliar dolar AS.
Yang paling absurd adalah klaim mereka. Ameer Cajee dan Raees Cajee mengklaim bahwa platform mereka diserang hacker, dan mereka secara khusus memperingatkan investor agar tidak melapor ke polisi. Kedengarannya sangat mencurigakan, bukan? Penyelidikan kemudian secara bertahap mengungkapkan kebenaran, bahwa serangan hacker yang mereka klaim sebenarnya adalah rekayasa sendiri, dan dana yang hilang sebenarnya disembunyikan melalui layanan mixing, tersebar di berbagai dompet.
Ironisnya, meskipun opini publik memanas dan investor sangat marah, kedua saudara Ameer Cajee dan Raees Cajee tetap melarikan diri, dan tidak ada yang berhasil menemukan mereka. Lebih menyakitkan lagi, tidak ada tuntutan resmi yang diajukan, dan tidak ada proses ekstradisi yang dimulai. Kasus ini tetap menggantung dan menjadi salah satu kasus hilang yang paling terkenal dalam industri kripto.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa di pasar kripto, kita harus selalu waspada. Bahkan platform dan janji yang tampaknya paling menjanjikan pun harus diverifikasi dengan cermat. Kasus Africrypt ini tetap menjadi peringatan—tidak semua proyek yang mengaku sebagai investasi itu dapat dipercaya.