Saya merasa sangat tertarik dengan proyeksi ini: hingga tahun 2030, PDB per kapita Israel bisa melampaui Australia. Saat ini, perbedaannya tidak terlalu besar — Israel sekitar US$ 58 ribu sementara Australia sekitar US$ 63 ribu. Terlihat sedikit, tetapi mengingat titik awalnya, ini adalah kemajuan yang mengesankan.



Zoe Booth membuat analisis yang sangat tajam tentang hal ini. Dia berargumen bahwa pertumbuhan ekonomi Israel bukan kebetulan, tetapi hasil langsung dari tekanan konstan dan identitas nasional yang kokoh. Sementara itu, Australia, yang kaya sumber daya alam, akhirnya menjadi agak complacent. Ini masuk akal jika Anda memikirkan kekuatan kebutuhan yang mendorong inovasi.

Tapi ada satu detail yang perlu dikoreksi. Booth menyebutkan bahwa Israel tidak memiliki sumber daya alam, dan itu sama sekali tidak akurat. Kenyataannya sangat berbeda — negara ini memiliki ladang gas alam lepas pantai yang signifikan seperti Tamar dan Leviathan, tambang tembaga di Timna di selatan, dan industri mineral Laut Mati yang mapan. Itu bukan hal kecil. Jadi ya, sumber daya manusia pasti menjadi keunggulan utama, tetapi mengabaikan sepenuhnya basis sumber daya alam adalah kesalahan faktual.

Meskipun begitu, tesis utamanya tentang bagaimana kesulitan dan kohesi budaya menghasilkan inovasi tanpa tanding benar-benar tajam. Ketika Anda menggabungkan sumber daya alam dengan populasi yang sangat terdidik dan termotivasi, hasilnya adalah pertumbuhan PDB per kapita yang kita lihat ini. Sangat layak untuk menonton analisis lengkapnya agar memahami dinamika ekonomi ini dengan lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan