Bank of Italy Dorong UE Menuju Kerangka Pembayaran SEPA Berbasis Token

Tokenized SEPA dapat mengubah bentuk pembayaran di UE sambil mempertahankan kepercayaan, stabilitas penyelesaian, dan kendali kebijakan moneter.

Sistem pembayaran di Eropa mungkin segera menghadapi perubahan struktural seiring aset digital semakin mendapatkan perhatian dalam lingkaran kebijakan. Pejabat di Bank of Italy memberi sinyal langkah menuju integrasi tokenisasi ke dalam infrastruktur keuangan yang ada. Pernyataan terbaru menunjukkan fokus yang semakin besar pada bagaimana sistem tradisional dapat beradaptasi daripada digantikan.

Eropa Mungkin Tingkatkan SEPA dengan Tokenisasi, Kata Pejabat Bank of Italy

Chiara Scotti, deputi gubernur Bank of Italy, menyerukan perluasan tokenisasi dari Area Pembayaran Euro Tunggal (SEPA). Deputi tersebut memposisikannya sebagai jalur praktis untuk evolusi pembayaran di Eropa.

Berbicara di Roma, Scotti mengatakan bahwa pembuat kebijakan harus berpikir di luar instrumen baru seperti stablecoin dan mata uang digital bank sentral. Dia juga menambahkan bahwa otoritas harus mempertimbangkan bagaimana kerangka kerja saat ini dapat beradaptasi dengan format digital.

SEPA sudah mendukung pembayaran euro tanpa tunai di seluruh UE dan beberapa negara non-UE. Data dari Bank Sentral Eropa menunjukkan bahwa transaksi non-tunai mencapai €116 triliun pada paruh pertama tahun 2025, meningkat 2,9% dari tahun ke tahun. Skala tersebut, dikombinasikan dengan standar bersama dan interoperabilitas, memberikan fondasi yang kuat bagi SEPA untuk tokenisasi.

Scotti berpendapat bahwa mengadopsi SEPA dapat membantu mempertahankan logika sistem moneter dua tingkat di Eropa, di mana bank sentral dan lembaga swasta berbagi peran. Versi tokenized dapat mempertahankan penyelesaian dalam uang bank sentral sambil memungkinkan bentuk baru dari pemrograman dan transfer yang lebih cepat.

Italia Soroti Kepercayaan dan Desain sebagai Kunci dalam Perubahan Uang Digital

Keterangan lebih luas dari Bank of Italy menempatkan tokenisasi dalam perdebatan yang lebih luas tentang kepercayaan dan kendali moneter. Aset digital seperti stablecoin, deposit tokenized, dan CBDC berbeda tidak hanya dari segi teknologi tetapi juga dari dukungan institusional dan desain penyelesaian.

Pejabat menegaskan bahwa kepercayaan tetap menjadi fondasi uang, terlepas dari apakah uang tersebut berupa uang fisik atau entri digital. Stablecoin, yang sering diterbitkan oleh entitas swasta, dapat kehilangan nilai yang dimaksud jika mekanisme penebusan melemah.

Di sisi lain, deposit tokenized dapat tetap terkait dengan sistem perbankan dan penyelesaian bank sentral, mengurangi risiko ketidakstabilan harga. Fitur desain seperti konvertibilitas dan dukungan cadangan membentuk bagaimana instrumen ini berfungsi.

Uang tokenized dapat mempengaruhi pendanaan bank, kondisi likuiditas, dan permintaan terhadap aset aman. Perubahan dalam cara uang beredar juga dapat mempengaruhi bagaimana suku bunga kebijakan diteruskan ke ekonomi riil. Hasilnya bergantung pada jenis penerbit, struktur penyelesaian, dan kerangka regulasi, bukan hanya teknologi.

Scotti juga menunjuk euro digital sebagai bidang kebijakan yang paling maju dalam Eurosystem. Uji coba ECB yang sedang berlangsung bertujuan menilai dampaknya terhadap kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan efisiensi pembayaran. Instrumen lain, termasuk stablecoin, masih membawa efek sistemik yang belum pasti.

Pembuat kebijakan Eropa kini menghadapi tantangan waktu. Keputusan yang diambil sejak awal dalam desain sistem tokenized dapat membentuk struktur moneter kawasan selama bertahun-tahun.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan