#MyGateTradeStory


Sinyal Meredanya Gangguan Pasokan Buat Reli Bearish Minyak Berlanjut

Fokus Crude Oil:

Dua kapal supertanker yang terdampar telah melewati Selat Hormuz pada Selasa (23/6), ungkap data pelacakan kapal.
Trump mengatakan sebanyak 19 juta barel minyak berhasil melalui Selat Hormuz, rekor untuk pengiriman energi global.
************************************************************

Rabu, 24 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bearish seiring dengan menguatnya sinyal situasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang kembali normal, dan sekaligus mengindikasikan meredanya gangguan pasokan minyak secara global.

Dua supertanker dilaporkan telah melewati Selat Hormuz pada hari Selasa, dan diperkirakan akan lebih banyak kargo yang sebelumnya terdampar sejak perang Iran akan segera keluar. Salah satu supertanker milik Dubai Energy, yang membawa 2 juta barel minyak mentah Abu Dhabi dan Saudi, keluar dari selat semalam dan sekarang berlayar menuju Kaohsiung, Taiwan, menurut data LSEG dan Kpler. Supertanker lainnya milik Universal Glory, yang membawa 2 juta barel minyak mentah Saudi, juga keluar dari selat pada hari Selasa, menurut data tersebut. Selain itu, dua kapal tanker Suezmax yang sebelumnya dikenai sanksi — Sobar dan Sarak — yang masing-masing dapat membawa 1 juta barel minyak, sedang menuju selat pada hari Selasa, menurut data tersebut.

Turut membebani harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa sebanyak 19 juta barel minyak mengalir melalui Selat Hormuz yang penting pada hari Senin, menandai rekor untuk pengiriman energi global. Trump optimis bahwa anjloknya harga minyak merupakan akibat dari hal tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Selasa menegaskan bahwa setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit di Selat Hormuz merupakan pelanggaran hukum internasional, dan AS tidak akan menerima biaya tersebut dalam perjanjian akhir apa pun. Pernyataan Rubio itu menyusul pertemuan Oman dan Iran pada hari Selasa yang membahas tentang pengelolaan navigasi di Selat Hormuz di masa mendatang, di mana Teheran berencana mengenakan biaya melewati selat yang disebut sebagai "layanan keselamatan, navigasi, perlindungan lingkungan, dan asuransi."

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 765.000 barel pada pekan yang berakhir 19 Juni. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Yunna
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
Yunna
· 1jam yang lalu
LFG 🔥
Balas0
ThisIsTranslateContent:
· 1jam yang lalu
Langsung saja serang 👊
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 1jam yang lalu
informasi yang baik ℹ️
Lihat AsliBalas0