Bank Sentral Thailand pada Q4 menekan habis “ekonomi abu-abu”, stabilcoin: simpanan mulai 5 juta baht Thailand harus membuktikan sumber dana

Otoritas Moneter Thailand (BOT) menekan penuh “ekonomi abu-abu” pada kuartal ke-4. Simpanan tunai pribadi di atas 500 juta baht Thailand (sekitar 150 ribu dolar AS) harus membuktikan sumber dana; bank-bank komersial juga memperluas tanggung jawab kepatuhan pada jaringan uang tunai, penukaran mata uang bernominal besar, transaksi emas, serta transaksi stablecoin yang mencurigakan. BOT bersama Bursa Efek Thailand melakukan audit terfokus dengan target USDT.
(Latar belakang singkat: Thailand berencana membuka investasi aset kripto lewat dana bersama / private placement tahun depan)
(Tambahan konteks: apakah era perusahaan memakai stablecoin kini tiba? CITIC, Taiwan Mobile, dan Bank Oistroan Nusantara ikut meramaikan)

Daftar isi

Toggle

  • Penyumbatan dua arah untuk setoran dan penarikan
  • Perdagangan emas: dari 4 ribu kilogram per bulan menjadi 700 kilogram
  • Audit stablecoin: BOT berkolaborasi dengan SEC mengunci USDT
  • Konteks Taiwan: menyiapkan ruang tambahan untuk anti pencucian uang

Wakil Gubernur BOT, Ratanakorn Vitai, pada 13 Juli mengumumkan bahwa pada kuartal ke-4 Thailand akan memulai langkah penekanan menyeluruh terhadap “ekonomi abu-abu”. Thailand mewajibkan ketika individu menyetorkan uang tunai lebih dari 500 juta baht Thailand (sekitar 150 ribu dolar AS), mereka harus memverifikasi sumber dana secara resmi. Langkah ini sekaligus memperluas tanggung jawab kepatuhan bank komersial dalam jaringan uang tunai, penukaran mata uang bernominal besar, transaksi emas, serta transaksi stablecoin yang berpotensi mencurigakan.

Penyumbatan dua arah untuk setoran dan penarikan

Aturan baru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan batasan modal pada bulan April. Pada April, Thailand telah mewajibkan orang yang melakukan penarikan uang tunai di atas 500 juta baht untuk memberikan alasan komersial kepada bank, membuktikan mengapa tidak menggunakan transfer elektronik atau cek. BOT mengonfirmasi bahwa setelah penerapan langkah tersebut, jumlah penarikan tunai bernilai tinggi di seluruh negeri turun 35%. Pedoman baru yang akan segera diberlakukan akan menambahkan lapisan simetris berupa deklarasi sumber dana pada sisi setoran.

Wakil Gubernur BOT Ratanakorn Vitai dalam sesi pelatihan jurnalis ekonomi lanjutan tahun 2026 menyatakan tegas bahwa langkah-langkah tersebut “bukan perbaikan jangka pendek, melainkan deployment berkelanjutan dari beberapa strategi paralel”. Selain itu, bank sentral juga tengah menilai mekanisme pelacakan untuk penukaran uang kertas bernominal besar, dengan mengunci pihak-pihak yang menukar banyak lembar uang kertas 1.000 baht Thailand menjadi denominasi 100 atau 500 baht, namun tanpa alasan komersial yang jelas.

Perdagangan emas: dari 4 ribu kilogram per bulan menjadi 700 kilogram

BOT juga mengencangkan kerangka pelaporan transaksi emas. Otoritas pengawas mencatat adanya pola berulang: pembeli pada pagi hari membeli emas dalam jumlah besar melalui aplikasi digital, lalu pada sore hari langsung pergi ke toko emas fisik untuk melakukan penarikan pada hari yang sama. Kini, lembaga pemberi pinjaman diwajibkan secara hukum untuk menandai dan melaporkan anomali struktural ini kepada kantor anti pencucian uang (AMLO).

Dampak intervensinya langsung terasa—jumlah penarikan emas fisik turun drastis dari rata-rata 4 ribu kilogram per bulan menjadi sekitar 700 kilogram, yang menunjukkan jalur transaksi tidak beraturan sedang efektif dipersempit.

Audit stablecoin: BOT berkolaborasi dengan SEC mengunci USDT

Di sisi bank institusional, BOT telah menginstruksikan semua bank komersial untuk memperkuat penyaringan verifikasi identitas pelanggan (KYC) pada tahap pembukaan akun, dengan target langsung mengunci akun-akun boneka yang terkait dengan jaringan perjudian online. BOT mengonfirmasi bahwa ribuan akun ritel berisiko tinggi yang terkait dengan kelompok perjudian digital telah dibekukan secara sistematis.

Selain itu, BOT dan Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) tengah menjalankan pekerjaan audit bersama, dengan fokus pada Tether (USDT), untuk mengidentifikasi dan memblokir arus dana ilegal.

Konteks Taiwan: menyiapkan ruang tambahan untuk anti pencucian uang

Strategi “penyekatan dua arah” Thailand kali ini memiliki nilai rujukan langsung bagi pasar Taiwan. Di Taiwan, ambang pelaporan setoran tunai bernominal besar adalah 200 ribu dolar Taiwan baru (sekitar 8.000 dolar AS), tetapi sebagian besar bergantung pada pelaporan proaktif bank, bukan pada kewajiban pemegang rekening membuktikan diri secara paksa. Pendekatan Thailand adalah meminta deklarasi sumber dana selesai saat setoran dilakukan, lebih proaktif dibanding mekanisme pelaporan pasif Taiwan. Jika otoritas moneter Taiwan ke depannya meniru langkah serupa, permintaan bukti sumber pada setoran pertama akan paling langsung berdampak pada pekerja lepas dan pemilik usaha kecil menengah.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan