#SECWarnsOnChainLendingMayFallUnderSecuritiesLaw SEC Peringatkan: Layanan Pinjaman Berbasis On-Chain & Crypto Vault Bisa Masuk dalam Undang-Undang Sekuritas


Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mengeluarkan peringatan penting kepada industri keuangan terdesentralisasi (DeFi): memindahkan aktivitas keuangan ke blockchain tidak otomatis membuatnya berada di luar jangkauan hukum sekuritas federal.

Pada 22 Juli 2026, Komisaris SEC Hester Peirce — yang secara luas dikenal sebagai “Crypto Mom” berkat sikap pro-inovasinya — menerbitkan pernyataan berjudul “Headstands and Summervaults: A Statement on Crypto Vaults and Lending Strategies”. Pesannya tegas: pengembang dan operator platform tidak bisa memakai “aksi senam” hukum untuk berargumen bahwa produk mereka dikecualikan dari regulasi.

---

Peringatan Utama: Blockchain ≠ Kekebalan Hukum

Peirce menegaskan bahwa meski SEC telah menghabiskan 18 bulan terakhir untuk menjelaskan bahwa banyak aset kripto dan aktivitas tidak tunduk pada hukum sekuritas, itu tidak berarti semua aktivitas kripto dikecualikan.

“Jika Anda melakukan headstand, backflip, dan berbagai aksi senam lain untuk membaca hukum supaya tidak berlaku pada aset kripto dan aktivitas yang jelas-jelas masih berada dalam cakupan hukum sekuritas federal, Anda akan mengalami jatuh yang menyakitkan.”

Ia menegaskan prinsip yang pertama kali disebutkan dalam pernyataan 2025: “Sekuritas yang ditokenisasi tetaplah sekuritas”. Logika yang sama berlaku untuk crypto vault dan strategi pinjaman on-chain.

---

Apa Itu Crypto Vault & Pinjaman On-Chain?

Crypto Vault adalah sistem berbasis kontrak pintar yang secara otomatis mengalokasikan aset digital pengguna ke aktivitas penghasil imbal hasil seperti staking dan lending. Sistem ini ada dalam spektrum yang luas:

· Sepenuhnya Otomatis: Beroperasi melalui kontrak pintar yang tidak dapat diubah dengan aturan yang sudah ditetapkan
· Dikelola Secara Aktif: Melibatkan individu atau tim (kurator) yang memilih strategi investasi, melakukan penyeimbangan ulang aset, dan membuat keputusan penempatan dana

Pinjaman On-Chain memungkinkan pengguna menyetor aset ke sistem yang meminjamkannya kepada peminjam dengan biaya, sementara operator menetapkan tingkat bunga, persyaratan jaminan, batas loan-to-value, serta ambang likuidasi.

Pada Juli 2026, aset senilai $8,6 miliar berada di 788 vault yang dikurasi untuk melayani 1,4 juta pengguna. Bursa besar seperti Coinbase dan Robinhood telah mengintegrasikan vault untuk menawarkan imbal hasil pada saldo stablecoin pengguna.

---

Mengapa Ini Memicu Hukum Sekuritas

Peirce mengidentifikasi beberapa cara vault dan strategi lending dapat menyeret hukum sekuritas federal:

1. Uji Howey & Kontrak Investasi

Sebuah vault bisa memenuhi syarat sebagai sekuritas jika ia berfungsi sebagai usaha bersama di mana pengguna menanamkan uang dengan ekspektasi wajar akan keuntungan yang berasal dari upaya manajerial pihak lain.

2. Status Perusahaan Investasi

Bergantung pada strukturnya, vault bisa menyerupai perusahaan investasi, unit investment trust, atau akun yang dikelola secara terpisah. Vault yang menampung atau mengalokasikan dana ke sekuritas lain dapat jatuh di bawah regulasi perusahaan investasi.

3. Kewajiban Penasihat Investasi

Manajer yang memilih strategi, melakukan rebalancing aset, atau mendelegasikan keputusan dapat memicu persyaratan pendaftaran penasihat investasi berdasarkan hukum sekuritas federal.

4. Lending sebagai “Notes”

Pengaturan lending on-chain bisa secara legal menyerupai notes — jenis sekuritas — tergantung siapa yang menetapkan suku bunga, kebijakan jaminan, dan aset yang didukung.

---

Reaksi Pasar

Peringatan tersebut langsung berdampak. Morpho (MORPHO), penyedia infrastruktur vault besar, turun sekitar 5% setelah pernyataan itu, tertinggal dari pasar kripto yang lebih luas.

Peirce menjelaskan bahwa pernyataannya bukan pelarangan terhadap vault atau lending. Sebaliknya, itu undangan bagi pengembang untuk terlibat secara proaktif dengan SEC, bukan berasumsi bahwa teknologi blockchain menempatkan mereka di luar yurisdiksi regulasi. SEC terbuka untuk memperbarui aturan jika secara tidak perlu menghambat inovasi.

---

Apa Selanjutnya?

SEC secara terpisah menunda penerbitan pengecualian inovasi untuk proyek tokenisasi. Di Kongres, CLARITY Act bertujuan mendefinisikan batas formal antara pengawasan SEC dan CFTC, meski prosesnya sempat mandek.

Pesan Peirce jelas: fungsi lebih penting daripada teknologi. Jika sebuah produk terlihat, bertindak, dan berfungsi seperti sekuritas di bawah hukum yang sudah mapan, menaruhnya di blockchain tidak mengubah kenyataan hukum tersebut.

#SEC #DeFi #CryptoRegulation #OnChainLending
MORPHO1,10%
COIN-1,40%
HOOD-1,56%
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 5jam yang lalu
terima kasih sudah berbagi dengan kami
Lihat AsliBalas0
Tea_Trader
· 6jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan