#SummerCreationCamp


Bitcoin Terjebak di Kisaran Sempit, Benarkah Ini Cuma Stabilitas Semu Sebelum Penurunan Lanjutan?

Sudah tiga sesi berturut turut Bitcoin terkurung di kisaran 64.000 hingga 66.800 dolar AS, gagal menembus meyakinkan di atas 66.000 dolar meski sempat melesat lebih dari 13 persen dari titik terendah awal Juli di 57.750 dolar. Di permukaan, pola ini terlihat seperti konsolidasi sehat setelah rally, semacam jeda sebelum melanjutkan kenaikan. Namun sejumlah analis memperingatkan, apa yang terlihat sebagai stabilitas ini sebenarnya bisa jadi jebakan, dan titik terendah sesungguhnya baru akan tercapai jauh lebih lambat dari yang banyak orang kira.

Apa Itu Fake Stability dan Kenapa Berbahaya

Istilah fake stability atau stabilitas semu belakangan ramai dibahas setelah seorang analis kripto yang dikenal dengan nama Noname menerbitkan proyeksi pasar yang cukup mendetail. Menurutnya, periode pergerakan mendatar dengan volatilitas rendah seperti yang terjadi saat ini secara historis justru sering mendahului penurunan lanjutan, bukan pemulihan sesungguhnya. Fenomena ini terjadi karena keraguan kolektif trader menciptakan kesan tenang di permukaan, padahal tekanan jual sebenarnya masih mengendap di bawahnya, belum benar benar tuntas terlepas.

Proyeksi Noname memetakan jalur pergerakan Bitcoin sepanjang sisa tahun ini secara spesifik. Rebound akibat short squeeze diperkirakan berlanjut sepanjang Juli, kondisi yang sejalan dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Namun ia memperingatkan koreksi lebih dalam berpotensi terjadi pada Agustus, bahkan berpotensi menguji ulang level psikologis 50.000 dolar AS. September diproyeksikan membentuk pola bottom berbentuk W, sebelum titik terendah sesungguhnya dan zona akumulasi ideal benar benar tercapai pada Oktober. Fase pemulihan baru dimulai November, dengan potensi Bitcoin kembali mendekati 100.000 dolar AS pada Desember.

Bukan Cuma Satu Analis, Data On-Chain Juga Mengarah ke Kesimpulan Serupa

Yang membuat proyeksi ini lebih layak diperhatikan, kesimpulan serupa juga muncul dari analisis independen lain yang jauh lebih berbasis data on-chain, yaitu laporan siklus bulanan dari analis Benjamin Cowen. Laporan ini mencatat Bitcoin sempat jebol di bawah rata rata pergerakan dua ratus minggu di kisaran 57.000 dolar pada awal musim panas, sebelum berhasil direbut kembali lewat rebound ke sekitar 65.300 dolar, level yang tetap saja masih sekitar 48 persen di bawah puncak Oktober 2025 di 126.198 dolar.

Poin krusial dari laporan ini, keberhasilan merebut kembali level tersebut dinilai kurang meyakinkan dibanding kesan yang ditampilkan di permukaan chart. Pola break-and-reclaim serupa sebelumnya juga sempat terjadi menjelang titik terendah siklus 2022, namun reset on-chain saat itu belum sepenuhnya tuntas. Indikator MVRV Z-Score misalnya, saat ini baru sekadar memantul, bukan benar benar mengalami reset di bawah nol seperti yang biasa terjadi di titik dasar siklus sesungguhnya. Harga bahkan sempat mendekati level realized price di kisaran 53.000 dolar tanpa benar benar mengujinya, sementara titik terendah siklus siklus sebelumnya biasanya tercetak di bawah level balanced price yang jauh lebih rendah, di kisaran 37.700 dolar.

Laporan ini turut mencatat kepemilikan ETF yang sebelumnya menyerap banyak suplai saat harga naik kini justru mulai berbalik arah alias rollover, sinyal yang biasanya kurang mendukung kelanjutan rally jangka pendek. Ditambah fakta bahwa 2026 merupakan tahun pemilihan sela di Amerika Serikat, secara historis dikenal sebagai periode terlemah dalam siklus empat tahunan pasar, kombinasi faktor kalender dan makro ini disebut sama sama mengarah ke jendela pembentukan titik dasar di kuartal keempat, sejalan dengan proyeksi Oktober yang disampaikan Noname.

Namun Tidak Semua Sepakat, Ini Sisi yang Lebih Optimistis

Penting dicatat, pandangan ini bukan konsensus tunggal seluruh pasar. Data on-chain lain justru menunjukkan pemegang jangka panjang tetap konsisten melakukan akumulasi di level harga saat ini, sebuah sinyal yang oleh sebagian analis dibaca sebagai tanda keyakinan dari pihak yang punya rekam jejak pembacaan siklus paling akurat secara historis. Fear and Greed Index kripto sendiri berada di kisaran 26 hingga 29, masih di zona takut namun sudah membaik dibanding titik terendahnya di angka 20 pada pertengahan bulan ini.

Sejumlah lembaga besar bahkan tetap mempertahankan target harga yang jauh lebih tinggi untuk tahun ini. Standard Chartered merevisi target 2026 mereka ke angka 150.000 dolar AS, sementara JPMorgan mempertahankan target 170.000 dolar AS dalam rentang waktu enam hingga dua belas bulan ke depan, dengan alasan volatilitas Bitcoin dibanding emas yang terus menurun berpotensi mendorong alokasi portofolio institusi lebih besar ke aset ini seiring waktu. Perbedaan pandangan yang tajam antara kubu optimis dan pesimis ini justru mencerminkan betapa pasar saat ini benar benar berada di titik persimpangan yang belum jelas arahnya.

Pandangan untuk Minggu Depan

Menuju pekan depan, satu peristiwa akan menjadi penentu arah paling nyata, pertemuan kebijakan moneter The Federal Reserve pada 28 hingga 29 Juli. Pasar saat ini berada dalam kondisi menunggu dengan tenggat waktu jelas, terjepit antara level support kuat di kisaran 58.000 dolar dan zona reclaim di sekitar 63.800 hingga 66.800 dolar, kemungkinan besar akan terus bergerak mendatar dengan kecenderungan sedikit melemah sampai hasil pertemuan tersebut memaksa terjadinya resolusi arah yang lebih jelas.

Dua skenario layak dipantau ketat sepanjang pekan depan. Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan meyakinkan di atas 66.800 hingga 67.000 dolar disertai pemulihan arus masuk ETF yang lebih meyakinkan, skenario stabilitas semu berpotensi terpatahkan dan membuka jalan menuju kelanjutan rally. Sebaliknya, jika Bitcoin gagal mempertahankan level 64.000 dolar terlebih setelah nada hasil pertemuan The Fed cenderung hawkish, skenario yang diproyeksikan Noname maupun laporan siklus Cowen soal jendela pembentukan titik dasar di kuartal keempat akan semakin mendapat pembenaran.

Bagi investor dengan horizon lebih panjang, kedua kubu analis ini sebenarnya punya satu kesamaan rekomendasi praktis meski berbeda pandangan soal waktu, mengakumulasi secara bertahap di level level support utama ketimbang mencoba menebak presisi titik terendah secara tepat. Sampai hasil pertemuan The Fed pekan depan benar benar keluar dan memberi arah lebih jelas, sikap paling bijak bagi kebanyakan pelaku pasar tetaplah kesabaran dalam mode mengamati, bukan tergesa gesa mengambil posisi besar di tengah ketidakpastian yang masih membayangi.
BTC0,35%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 11
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Sakura_3434
· 2menit yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
Sakura_3434
· 3menit yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
Venüs_
· 11menit yang lalu
Menuju Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
Venüs_
· 11menit yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
GateUser-eb316afc
· 1jam yang lalu
ayo pergi
Lihat AsliBalas0
GateUser-a98e0c8d
· 1jam yang lalu
apakah bitcoin bakalan turun drastis lagi
Balas0
Hamzcy
· 1jam yang lalu
Menurut kalian, $BTC bakal breakout tembus ATH baru atau konsolidasi dulu di area support? Tetap jaga manajemen risiko dan stay safe!
Balas0
ZeekGans
· 2jam yang lalu
apalh bitcoin akan bullish minggu ini?
Balas0
ZeekGans
· 2jam yang lalu
Ape In 🚀
Balas0
ZeekGans
· 2jam yang lalu
Ape In 🚀
Balas0
Lihat Lebih Banyak
  • Disematkan