Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa harga saham naik turun menurut aturan apa, mengapa kadang-kadang harga melompat naik seolah-olah tidak ada yang menghentikan, kadang-kadang jatuh tajam dengan tiba-tiba, jawaban ada dalam konsep ekonomi dasar yang disebut Permintaan dan Penawaran atau Demand and Supply
Banyak investor menganggap permintaan dan penawaran hanya sebagai teori kuno yang tidak relevan dengan trading nyata, tetapi pada kenyataannya, jika Anda memahami prinsip ini secara mendalam, Anda akan melihat peluang trading yang tidak terlihat oleh orang lain.
Apa sebenarnya sumber pergerakan harga saham yang sesungguhnya?
Sebelum menggali lebih dalam ke dalam teknik, Anda harus memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan penawaran dan apa yang dimaksud dengan permintaan.
Permintaan bukan hanya “orang ingin membeli” tetapi merupakan jumlah pembelian yang terjadi pada tingkat harga yang berbeda. Ketika harga turun, jumlah pembeli dan volume pembelian akan meningkat. Sebaliknya, ketika harga naik, semakin sedikit orang yang bersedia membeli.
Penawaran serupa. Bukan hanya “barang yang tersedia” tetapi merupakan jumlah yang penjual bersedia tawarkan pada tingkat harga yang berbeda. Harga tinggi = penjual ingin menjual lebih banyak, harga rendah = penjual kurang antusias.
Di pasar saham yang kompleks, permintaan berasal dari investor, pembuat pasar, dan pembeli untuk investasi, sementara penawaran berasal dari pemegang saham lama, penerbit saham baru, dan kelompok lain.
Aturan dasar yang tidak pernah berubah
Hukum Permintaan menjelaskan hubungan terbalik: harga tinggi → jumlah pembelian berkurang, harga rendah → jumlah pembelian bertambah
Hukum Penawaran menjelaskan hubungan searah: harga tinggi → jumlah penawaran bertambah, harga rendah → jumlah penawaran berkurang
Tetapi mengapa harga sangat penting untuk investasi? Karena harga aktual yang terjadi di pasar adalah titik keseimbangan (Equilibrium) di mana kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawaran. Pada titik ini, jumlah yang ingin dibeli pembeli sama dengan jumlah yang ingin dijual penjual.
Keseimbangan ini stabil—jika harga menyesuaikan naik dari titik ini, ada persediaan berlebih dan tekanan untuk harga turun. Jika harga turun dari titik ini, ada kekurangan barang dan tekanan untuk harga naik.
Apa yang membuat harga keluar dari keseimbangan?
Ada 3 faktor utama yang mengubah permintaan di pasar keuangan:
Faktor Makro: suku bunga rendah → investor mencari hasil pengembalian yang lebih tinggi → permintaan saham meningkat
Likuiditas Uang: ketika pasar memiliki likuiditas lebih, lebih banyak uang mengalir ke pasar saham
Kepercayaan Investor: berita baik masuk = permintaan meningkat, berita buruk masuk = penawaran meningkat (pemegang saham ingin menjual)
Sementara penawaran tergantung pada:
Keputusan perusahaan (tambah modal = penawaran meningkat, beli kembali saham = penawaran berkurang)
Perusahaan baru masuk pasar IPO = penawaran meningkat
Biaya produksi, kondisi ekonomi
Cara trader membaca permintaan penawaran
Metode 1: Melalui candlestick
Candlestick Hijau (harga penutup > harga pembukaan) = permintaan menang, harga naik
Candlestick Merah (harga penutup < harga pembukaan) = penawaran menang, harga turun
Doji (pembukaan-penutupan sama) = kedua belah pihak memiliki kekuatan sama, tidak ada arah
Candlestick besar = kekuatan besar, candlestick kecil = kekuatan lemah
Metode 2: Melalui tren harga
Jika harga membuat puncak baru terus-menerus = permintaan masih kuat, harga akan terus naik
Jika harga membuat lembah baru terus-menerus = penawaran berat, harga akan terus turun
Metode 3: Melalui garis support-resistance
Support = titik di mana ada permintaan menunggu untuk membeli, harga tidak turun lebih jauh dari titik ini
Resistance = titik di mana ada penawaran menunggu untuk menjual, harga tidak naik lebih jauh dari titik ini
Teknik menangkap momentum dengan Demand Supply Zone
Trader modern menerapkan konsep ini pada Demand Supply Zone yang mencari titik di mana harga tidak seimbang (ada perubahan dengan cepat) kemudian berhenti sejenak dan datang kembali
Pola trading reversal:
DBR (Drop-Base-Rally): harga turun terjun → istirahat dalam range → naik kembali (beli saat breakout naik dari range)
RBD (Rally-Base-Drop): harga naik → istirahat dalam range → turun kembali (jual saat breakout turun dari range)
Pola trading mengikuti tren:
RBR (Rally-Base-Rally): harga naik → istirahat → naik lagi (beli saat menembus resistance dari range)
DBD (Drop-Base-Drop): harga turun → istirahat → turun lagi (jual saat menembus support dari range)
Penerapan praktis
Dalam analisis fundamental, investor menganggap:
Berita baik perusahaan = tambah permintaan = pembeli bersedia membayar harga lebih tinggi = harga naik
Berita buruk perusahaan = tambah penawaran = pemegang saham ingin menjual = harga turun
Tetapi kesulitannya adalah memperkirakan permintaan dan penawaran akan berubah ke arah mana, karena tidak ada jadwal yang pasti.
Kesimpulan
Penawaran berarti jumlah yang penjual bersedia tawarkansementara permintaan berartijumlah yang pembeli bersedia beli keduanya bersama-sama menentukan harga keseimbangan.
Memahami hubungan antara permintaan, penawaran, dan pergerakan harga tidak memungkinkan Anda memprediksi harga dengan akurasi 100%, tetapi memberikan alasan mengapa harga bergerak dan membantu Anda membaca momentum pasar dengan lebih baik.
Keahlian datang dari mencoba dan mempelajari pola harga nyata berkali-kali sampai mekanisme ini menjadi naluri dalam trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa trader perlu memahami arti pasokan? Mengungkap rahasia pergerakan harga
Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa harga saham naik turun menurut aturan apa, mengapa kadang-kadang harga melompat naik seolah-olah tidak ada yang menghentikan, kadang-kadang jatuh tajam dengan tiba-tiba, jawaban ada dalam konsep ekonomi dasar yang disebut Permintaan dan Penawaran atau Demand and Supply
Banyak investor menganggap permintaan dan penawaran hanya sebagai teori kuno yang tidak relevan dengan trading nyata, tetapi pada kenyataannya, jika Anda memahami prinsip ini secara mendalam, Anda akan melihat peluang trading yang tidak terlihat oleh orang lain.
Apa sebenarnya sumber pergerakan harga saham yang sesungguhnya?
Sebelum menggali lebih dalam ke dalam teknik, Anda harus memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan penawaran dan apa yang dimaksud dengan permintaan.
Permintaan bukan hanya “orang ingin membeli” tetapi merupakan jumlah pembelian yang terjadi pada tingkat harga yang berbeda. Ketika harga turun, jumlah pembeli dan volume pembelian akan meningkat. Sebaliknya, ketika harga naik, semakin sedikit orang yang bersedia membeli.
Penawaran serupa. Bukan hanya “barang yang tersedia” tetapi merupakan jumlah yang penjual bersedia tawarkan pada tingkat harga yang berbeda. Harga tinggi = penjual ingin menjual lebih banyak, harga rendah = penjual kurang antusias.
Di pasar saham yang kompleks, permintaan berasal dari investor, pembuat pasar, dan pembeli untuk investasi, sementara penawaran berasal dari pemegang saham lama, penerbit saham baru, dan kelompok lain.
Aturan dasar yang tidak pernah berubah
Hukum Permintaan menjelaskan hubungan terbalik: harga tinggi → jumlah pembelian berkurang, harga rendah → jumlah pembelian bertambah
Hukum Penawaran menjelaskan hubungan searah: harga tinggi → jumlah penawaran bertambah, harga rendah → jumlah penawaran berkurang
Tetapi mengapa harga sangat penting untuk investasi? Karena harga aktual yang terjadi di pasar adalah titik keseimbangan (Equilibrium) di mana kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawaran. Pada titik ini, jumlah yang ingin dibeli pembeli sama dengan jumlah yang ingin dijual penjual.
Keseimbangan ini stabil—jika harga menyesuaikan naik dari titik ini, ada persediaan berlebih dan tekanan untuk harga turun. Jika harga turun dari titik ini, ada kekurangan barang dan tekanan untuk harga naik.
Apa yang membuat harga keluar dari keseimbangan?
Ada 3 faktor utama yang mengubah permintaan di pasar keuangan:
Faktor Makro: suku bunga rendah → investor mencari hasil pengembalian yang lebih tinggi → permintaan saham meningkat
Likuiditas Uang: ketika pasar memiliki likuiditas lebih, lebih banyak uang mengalir ke pasar saham
Kepercayaan Investor: berita baik masuk = permintaan meningkat, berita buruk masuk = penawaran meningkat (pemegang saham ingin menjual)
Sementara penawaran tergantung pada:
Cara trader membaca permintaan penawaran
Metode 1: Melalui candlestick
Candlestick besar = kekuatan besar, candlestick kecil = kekuatan lemah
Metode 2: Melalui tren harga
Jika harga membuat puncak baru terus-menerus = permintaan masih kuat, harga akan terus naik
Jika harga membuat lembah baru terus-menerus = penawaran berat, harga akan terus turun
Metode 3: Melalui garis support-resistance
Support = titik di mana ada permintaan menunggu untuk membeli, harga tidak turun lebih jauh dari titik ini
Resistance = titik di mana ada penawaran menunggu untuk menjual, harga tidak naik lebih jauh dari titik ini
Teknik menangkap momentum dengan Demand Supply Zone
Trader modern menerapkan konsep ini pada Demand Supply Zone yang mencari titik di mana harga tidak seimbang (ada perubahan dengan cepat) kemudian berhenti sejenak dan datang kembali
Pola trading reversal:
DBR (Drop-Base-Rally): harga turun terjun → istirahat dalam range → naik kembali (beli saat breakout naik dari range)
RBD (Rally-Base-Drop): harga naik → istirahat dalam range → turun kembali (jual saat breakout turun dari range)
Pola trading mengikuti tren:
RBR (Rally-Base-Rally): harga naik → istirahat → naik lagi (beli saat menembus resistance dari range)
DBD (Drop-Base-Drop): harga turun → istirahat → turun lagi (jual saat menembus support dari range)
Penerapan praktis
Dalam analisis fundamental, investor menganggap:
Tetapi kesulitannya adalah memperkirakan permintaan dan penawaran akan berubah ke arah mana, karena tidak ada jadwal yang pasti.
Kesimpulan
Penawaran berarti jumlah yang penjual bersedia tawarkansementara permintaan berartijumlah yang pembeli bersedia beli keduanya bersama-sama menentukan harga keseimbangan.
Memahami hubungan antara permintaan, penawaran, dan pergerakan harga tidak memungkinkan Anda memprediksi harga dengan akurasi 100%, tetapi memberikan alasan mengapa harga bergerak dan membantu Anda membaca momentum pasar dengan lebih baik.
Keahlian datang dari mencoba dan mempelajari pola harga nyata berkali-kali sampai mekanisme ini menjadi naluri dalam trading.