Ketika pemain besar kehabisan posisi mereka dan investor ritel tetap di pinggir lapangan, dari mana sebenarnya minat beli berasal? Ini adalah pertanyaan nyata yang menghantui pasar saat ini. Tanpa permintaan baru dari trader reguler dan partisipasi asli yang membangun kembali, kita sedang menghadapi kekeringan likuiditas. Risikonya menjadi jelas: lebih sedikit pembeli, buku pesanan yang lebih tipis, dan pergerakan harga yang berayun liar dengan volume minimal. Ini bukan hanya tentang harga yang jatuh—ini tentang apakah fondasi partisipasi pasar dapat menstabilkan ketika baik paus maupun ritel telah kehilangan nafsu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TerraNeverForget
· 17jam yang lalu
Metafora tentang gurun likuiditas ini luar biasa, sekarang tinggal menunggu siapa yang akan kalah duluan
Lihat AsliBalas0
LiquidationWatcher
· 17jam yang lalu
Jelasnya, tidak ada yang membeli, itulah yang paling menakutkan
Lihat AsliBalas0
StableCoinKaren
· 17jam yang lalu
Gurun likuiditas telah datang, siapa yang masih berani membeli di harga bawah lagi
Lihat AsliBalas0
GasFeeNightmare
· 17jam yang lalu
Kata "padang gurun likuiditas" tidak salah, sekarang yang dibutuhkan hanyalah orang yang berani mengambil alih posisi.
Lihat AsliBalas0
BearMarketSunriser
· 18jam yang lalu
Singkatnya, tidak ada yang mau membayar, para pemain besar pergi, para investor kecil juga hilang, siapa yang akan menanggung ini... Jika likuiditas seperti ini terus berlanjut, pasti akan runtuh suatu saat nanti.
Ketika pemain besar kehabisan posisi mereka dan investor ritel tetap di pinggir lapangan, dari mana sebenarnya minat beli berasal? Ini adalah pertanyaan nyata yang menghantui pasar saat ini. Tanpa permintaan baru dari trader reguler dan partisipasi asli yang membangun kembali, kita sedang menghadapi kekeringan likuiditas. Risikonya menjadi jelas: lebih sedikit pembeli, buku pesanan yang lebih tipis, dan pergerakan harga yang berayun liar dengan volume minimal. Ini bukan hanya tentang harga yang jatuh—ini tentang apakah fondasi partisipasi pasar dapat menstabilkan ketika baik paus maupun ritel telah kehilangan nafsu.